PROTON Green Mobility Challenge 2012, upaya pencapaian mobilitas keberlanjutan PROTON

Dinamakan sebagai  Proton Green Mobility Challenge 2012 (PGMC 2012), dan dilaksanakan pada tanggal 5-6 Oktober lalu di  Sepang International Circuit. Event dua hari ini diorganisir oleh PROTON bersama dengan  Agensi Inovasi Malaysia (AIM), dan bertujuan untuk melihat apakah sebuah kendaraan listrik dapat dibuat dari kendaraan standar bensin.

Ada sepuluh universitas lokal Malaysia yang berlomba dan mereka diminta merubah PROTON Saga standar menjadi kendaraan listrik. Setiap kendaraan diuji berdasarkan jarak terjauh, akselerasi seperempat mil, waktu tercepat untuk dua putaran serta kecepatan maksimum (v-Max) dalam beberapa tantangan.

Namun untuk hal ini ternyata dibantu oleh pihak PROTON dengan menyediakan sebagai berikut kepada tiap Universitas.

1 Unit PROTON Saga (dalam keadaan standard)
RM 20,000 (dua puluh ribu Ringgit Malaysia / Rp 60.000.000) untuk dana pembangunan
1 set baterai Lithium Ion Polymer
1 Unit motor elektrik (AC Induksi tarikan Motor)
Unit ACIM Motor Inverter
1 Unit pompa vakum untuk Proton Saga EV brake booster
4 Unit ban (175/70 R13, Ban standar PROTON Saga) untuk lomba terakhir.

Dan tentu dengan penyediaan peralatan ini dituntut kreativitas dan keahlian tiap universitas untuk dapat memaksimalkan kemampuan.   Saya kira di Indonesia tidak kalah dalam kreativitas dan sudah banyak lomba sudah diikuti namun tentu dukungan industri sangat diperlukan untuk meningkatkan sumber daya manusia Indonesia.

 

 

Advertisements

Ford, GM dan BMW dihubungkan dengan illegal logging dan kerja paksa di Brazil

Pig iron in Brazil : Amazon and Cerrado deforestation and Illegal charcoal kilns in Pará state

Menurut aktivis Greenpeace, Ford, GM dan BMW mengambil bahan baku dari Brazil yang digerakkan oleh illegal loging serta kerja paksa.

Brazil adalah pengekspor utama dari  pig iron, yang merupakan bahan baku utama dari baja dan cast iron, dan diproduksi dengan menggunakan arang dengan kuantitas yang besar.

Laporan dari pemerintah Brazil, International Labour Organization (ILO) dan US Department of Labour beberapa dekade ini mengindikasikan bahwa arang yang digunakan oleh supplier pig iron di negara bagian Amazon, Para, menggunakan kerja paksa serta illegal logging di hutan lestari serta tanah adat.

Sebuah laporan baru dari Greenpeace yang menggunakan data bea cukai menghubungkan delapan perusahaan internasional dan dua eksportir utama pig iron dari Brazil,  Viena Siderurgica do Maranhão (Viena) dan  Siderúrgica do Pará (Sidepar), dengan supply chain dari supplier arang yang mempunyai histori membeli dari kem illegal dan menutupi perilaku menyimpang.

Ford, General Motors, BMW, Mercedes, Nissan dihubungkan dengan kilang baja Severstal di Columbus, Mississippi, yang membeli bahan baku dari Viena dan Severstal, sementara John Deere dan ThyssonKrupp dihubungkan dengan beberapa pelebur baja yang disupply oleh National Material Trading yang berkedudukan di Illinois, sebuah broker baja yang mengambil sumber dari Viena. Dua broker baja yang lain, Environmental Materials Corporation di Pennsylvania dan sebuah  divisi dari Cargill di Minnesota juga dikatakan oleh Greenpeace dari Viena.

“Dengan membeli baja ini, maka merek-merek terkenal ini membantu dalam merusak Amazon,” seperti yang dikatakan oleh direktur kampanye  Greenpeace Brazil Amazon Paulo Adario. “President Dilma [Rousseff] harus melindungi amazon dan masyarakat yang tergantung padanya dengan menghentikan penebangan hutan, kerja paksa serta invasi dari tanah adat.”

Greenpeace berharap ini dapat meningkatkan awareness terhadap  deforestation serta kerja paksa di Amazon dimana para pemimpin dunia akan berada di Brazil di bulan yang akan datang untuk menghadiri  Rio+20 Earth summit.

Bloomberg mengawalinya dengan berita besar di tahun 2006 terhadap supply chain produsen kendaraaan US yang dihubungkan dengan kem arang kerja paksa, namun Greenpeace mengklaim bahwa walau banyak janji yang diberikan oleh perusahaan besar Amerika dan Eropa, namun mereka tetap membeli secara langsung atau tidak langsung dari perusahaan-perusahaan ini.

Ford, GM dan Nissan semua disebutkan dalam berita Bloomberg .

Sebagai respon terhadap laporan ini, GM mengatakan bahwa mereka mempunyai  “zero tolerance” policy terhadap penyiksaan karyawan dan praktek bisnis yang korup.  Jurubicara BMW mengatakan bahwa perseroan menjamin supplier harus  “memenuhi standar lingkungan dan sosial yang kami tetapkan untuk diri kita agar dapat menjadi mitra bisnis kami” namun untuk menjamin bahwa sub-supplier melakukan hal yang sama merupakan tantangan.

Ford menjadi yang paling transparan dan mengindikasikan bahwa merkea bekerjasama dengan ILO serta pemerintah Brazil dan melatih supplier terhadap standar buruh (labour codes) sejak 2006 dan kepada sub-tier suppliers sejak 2011.

Todd Nissen, dari Ford Corporate Communications, mengatakan: “Kami sangat familiar dengan situasi pig iron di Brazil. Dan kami adalah yang pertama yang menyadari di 2006 bahwa arang yang diproduksi mereka karena penggunaan kerja paksa (budak) didalam supply chain kam. Kami langsung menghentikan sourcing dari site yang diidentifikasi setelah melakukan investigasi di tahun 2006 dan mengambil langkah-langkah kongkrit untuk bekerjasama dengan supply chain kami demi menjaga hak azasi manusia diseluruh operasi kami. Tahun lalu,  kami memperbaharui pembelian kami dengan beberapa supplier pig iron Brazil yang potensial dan melakukan evaluasi terhadap progres supplier kami demi menjamin pembelian yang bertanggung jawab (responsible procurement) dari material.”

Industri arang Brazil mempunyai sejarah yang didokumentasikan dengan baik perihal praktek perusakan lingkungan serta pelanggaran hak azasi manusia.

Sebuah laporan ILO mengatakan bahwa di tahun 2008, ada setidaknya 40,000 pekerja paksa (budak) di  Brazil. Sekitar 1,200 bekerja di industri arang , dan  5,600 bekerja di industri yang berhubungan dengan industri yang melakukan deforestation dan forestry. Pemerintah Brazil telah berusaha untuk memberantas praktek kerja paksa di industri arang dengan mendirikan Citizen’s Charcoal Institute (ICC) di tahun 2004 untuk memonitor industri tersebut. Namun Greenpeace mengklaim bahwa tidak ada konsekwensi bagi ketidakpatuhan, dan menunjukkan kelemahan dari ICC, walau organisasi tersebut telah merehabilitasi setidaknya 161 mantan budak.

Sumber: http://www.guardian.co.uk/environment/2012/may/17/ford-gm-bmw-logging-brazil

Disini dapat kita lihat pentingnya perusahaan untuk melakukan pemeriksaan/audit terhadap supply chain mereka dan mempersiapkan Sustainability Management & Communication yang baik untuk mengurangi risiko yang dapat ditimbulkan akibat adanya pelanggaran terhadap performa lingkungan dan sosial. Sustainability Management & Communication bukan hanya bermaksud untuk memasarkan green products tapi merupakan rangkaian yang terintegrasi dalam manajemen untuk memahami risiko yang dapat ditimbulkan oleh adanya isu negatif yang timbul di para pemangku kepentingan dan yang dapat mengakibatkan gangguan terhadap kinerja ekonomi perusahaan. 

Seperti dapat dilihat bahwa salah satu contoh terbaik dari Sustainability Management & Communication adalah perubahan perilaku perusahaan dengan menjadi lebih transparan serta lebih reaktif terhadap dampak yang ditimbulkan perseroan tersebut terhadap wilayah operasinya dan bukan sekedar menjadi uji coba PR pada saat terjadi krisis namun harus menjadi uji coba untuk memikirkan risiko yang dapat ditimbulkan dan bagaimana mengurangi risiko tersebut. 

Sustainable Mobility @Land Rover, Our Planet

Pemikiran inovatif dan maju berhubungan erat dengan Land Rover, hal ini juga membentuk strategi keberlanjutan mereka (sustainability strategy) – yang mereka sebut dengan Our Planet.

Strategi melingkupi empat area penting yang dirancang untuk mengurangi dampak Land Rover terhadap lingkungan, mendukung kemitraan konservasi dan kemanusiaan serta program offset CO2 yang paling komprehensif.

Sustainable Mobility @Proton, Proton Green Mobility Challenge 2012

PGMC 2012

Perdana Menteri Malaysia Datuk Seri Najib Abdul Razak meluncurkan Proton Green Mobility Challenge 2012 (PGMC), sebagai suatu tantangan yang diorganisir bersama Proton dan Agensi Inovasi Malaysia (AIM) yang akan melihat mahasiswa universitas lokal untuk mengembangkan kendaraan listrik dari Proton Saga konvensional.

Universitas yang berpartisipasi adalah UTP, UNITEN, UTeM, UNIKL MSI, UMP, UNISEL, IIUM, UTM, UNIMAP dan UKM.  Setiap tim akan memodifikasi Proton Saga dan bersaing menuju final yang akan diadakan pada tanggal 4-7 Oktober tahun ini.  Setiap kendaraan akan diuji terhadap empat ujian yaitu jarak tempuh, akselerasi empat ratus meter, waktu tercepat untuk dua putaran dan kecepatan puncak.

saga ev

“Sustainable mobility tergantung dari tiga komponen yang penting yaitu: pertama kemampuan dari perusahaan mobil untuk menyediakan kendaraaan generasi baru secara komersial dengan cara yang efisien secara biaya.

“Kedua, kesediaan dari pemerintah memberi dukungan dan pembuat kebijakan memformulasikan regulasi jangka panjang yang akan membuat perusahaan mobil untuk memetakan rencana investasi kedepan yang akan membantu membentuk kesadaran pelanggan terhadap teknologi hijau dan kesediaan menerima penggunaan bahan bakar alternatif seperti kendaraan hybrid dan listrik.,” seperti yang diucap Proton Group MD Datuk Seri Syed Zainal Abidin.

exora reev

Sustainable Mobility @ BMW

Banyak perusahaan otomotif mulai memikirkan bagaimana Sustainability dapat berperan didalam strategi kerja mereka dan berbagai macam cara dipikirkan oleh para pelaku industri.

Seperti bisa dilihat disini adalah konsep dari BMW mengenai Sustainable Mobility.

Pada tahun  2000, BMW meluncurkan strategi pengembangan Efficient Dynamics : Dan saat ini dia memberikan keuntungan yang terukur bagi iklim, sumber daya dan pelanggan. emisi CO2 dari semua kendaraan baru BMW di Eropa berkurang sebanyak 30% dari 1995 sampai dengan 2010.

BMW juga bekerja secara paralel dengan konsep penggerak dan mobilitas baru – karena permintaan efisiensi yang dituntut oleh perubahan iklim dan pengurangan sumber daya alam memerlikan suatu pendekatan yang radikal terhadap pengembangan kendaraan.

Namun bagaimana sebuah perusahaan dapat menjadi evolusioner dan revolusioner pada saat bersamaan? Bagaimana Anda dapat mengimplementasikan perbaikan yang kelihatan sangat jauh pada seluruh lini produk dan menjadi pemimpin dalam pengembangan teknologi?

Strategi pengembangan Efficient Dynamics menempatkan perusahaan dalam tiga tahap menuju sustainable mobility:

1. Paket inovasi Efficient Dynamics untuk konsumsi bahan bakar lebih rendah dan pengurangan emisi CO2 adalah dasar dari pengembangan strategi ini. Termasuk didalamnya mesin bensin dan diesel dengan efisiensi tinggi, konstruksi ringan, aerodinamika yang diperbaiki dan konsep manajemen energi yang sangat baik seperti fungsi start stop dan regenerasi energi dari pengereman.  Efficient Dynamics adalah strategi global bagi seluruh model BMW Group dan merupakan fitur standar. Ini menjamin bahwa dampak ini tidak hanya ada pada segelintir tipe namun pada semua kendaraan.

2. Pada tahap berikutnya, perusahaan akan menambah efisiensi bahan bakar melalui elektrifikasi dari sumber daya sampai kepada solusi hibrid secara komplit.  Sejak 2009, BMW sudah mempunyai dua kendaraan yang siap diproduksi yaitu BMW ActiveHybrid X6 dan BMW ActiveHybrid 7. Keduanya dapat menggunakan  20 % lebih sedikit bensin dibanding tipe kendaraan yang sama yang memakai mesin bakar.

3. Focus jangka panjang kami adalah electro-mobility. Saat ini BMW menerima pengalaman berharga dalam e-mobility dengan mencoba sekitar 600 MINI E cars. Temuan riset akan digunakan dalam  “project i”. Unit organisasi ini dikembangkan dalam strategi perusahaan Number ONE. Salah satu tugasnya adalah mengembangkan konsep mobilitas baru bagi wilayah perkotaan. BMW i3, atau sebelumnya dikenal dengan  “Megacity Vehicle” dan akan menjadi kendaraan listrik produksi pertama BMW Group akan dipasarkan pada 2013.

Sustainable Mobility apa itu?

Seperti kita mengetahui bahwa penduduk didunia senantiasa bertambah. Semakin banyak orang hidup didaerah urban / perkotaan. Bahan Bakar Minyak (Fossil Fuel) semakin mahal dan harga juga semakin tinggi. Kebutuhan untuk dapat mobile juga semakin meningkat terutama di Asia dan negara-negara Eropa timur. Walau ini merupakan suatu berkah bagi industri otomotif namun dia juga dapat menjadi pedang bermata dua.

Ini karena semakin kita bisa mobile (dapat berjalan) maka tingkat polusi dan emisi juga semakin tinggi dan konsumsi dari suatu sumber daya alam yang langka juga semakin meningkat.

Transportasi bus dapat berperan aktif dalam memberikan mobilitas untuk modal yang rendah dengan biaya operasi yang rendah. Merkea dapat mengangkut penumpang cepat dan ekonomis dengan carbon footprint per kilometer yang lebih rendah dibanding kendaraan pribadi maupun pesawat.

Industri manufaktur mencoba menawarkan solusi yang tidak dapat ditolak dengan teknologi terbaik yang ada dengan menambah efisiensi dari mesin dan menawarkan bahan bakar alternatif dan penggeraknya termasuk penggunaan bus hybrid.

Namun diperlukan suatu kemauan politis dan investasi agar bus dapat menjadi lebih menarik untuk digunakan bagi para pengguna kendaraan pribadi. Karena suatu bus kota dapat menampung penumpang setara dengan 50 kendaraan pribadi dan harus diberikan prioritas pada jalan seperti didalam kota dengan jalur yang sudah didedikasikan (sistem busway). Waktu tempuh haruslah secepat dan senyaman mungkin seperti membawa kendaraan pribadi tanpa harus memikirkan biaya parkir didalam lota yang tinggi. Pengurangan penggunaan kendraan pribadi akan menghasilkan emisi yang rendah, kemacetan berkurang dan peningkatan kualitas hidup di perkotaan.

Ini adalah impian untuk kota Jakarta namun bila tidak ada kemauan politis ataupun pemaksaan maka kita akan berhenti berjalan dalam beberapa tahun mendatang.