Test Drive: Mencoba Porsche Panamera 4S di Negeri Porsche

UntitledSaya coba melanjutkan cerita perjalanan saya walau sedikit lebih lambat karena sibuknya pekerjaan. Kali ini saya coba review Porsche Panamera 4S yang sempat dipinjamkan oleh Porsche AG kepada saya setiba di Stuttgart, Jerman. Dan ini adalah kesempatan langka karena bisa merasakan dengan betul bagaimana rasanya membawa Porsche di negeri kelahirannya sendiri. Courtesy adalah dari Porsche Center Jakarta dan Porsche Asia Pacific yang memberi saya kesempatan untuk mencoba salah satu produk dari Porsche.

Porsche Werke 1

Pengambilan kendaraan ini juga sangat menarik yaitu di Porsche Werke 1 yang merupakan pabrik pertama dari Porsche, sayangnya saya tidak diperkenankan mengambil gambar didalam Werke 1 karena masih merupakan pabrik aktif dan ada beberapa kendaraan yang masih ditutup dengan kamuflase. Namun pihak Porsche sangat rileks dalam memberikan kendaraan cukup menunjukkan paspor dan menandatangani disclaimer saya diberikan kunci ke Porsche Panamera 4S dengan nomer S-GO-3111. Cukup mudah mencarinya dari sekian banyak Porsche yang diparkir di Werke 1 karena untuk setiap media car sudah ada spot sendiri dan ini mempunyai Spot GO-1. Yang membuat saya sedikit geli dan sayangnya saya tidak bisa mengabadikannya adalah menempatkan BMW X3 xDrive20d dengan pelat nomer Belanda persis didepan pintu masuk dari Werke 1. Tentu bisa dikatakan sedikit “meledek” karena ada kendaraan kebanggaan Munchen diantara kebanggaan Stuttgart.

steeringMasuk kedalam kendaraan maka kita disambut dengan tampilan dasbor khas Porsche dengan 3 dial dimana pada bagian tengah terpampang jelas Tachometer yang besar dan ini juga menunjukkan DNA yang kuat dari model Porsche legendaris yaitu Porsche 911. Kebetulan juga tahun ini adalah 50 tahun dari Porsche 911 sehingga menjadi sangat istimewa bisa mencoba salah satu kendaraan di tempat kelahirannya. Pada awal diinformasikan mendapatkan Panamera4S saya agak sedikit kecewa karena berpikir ini adalah kendaraan yang terlalu besar dan mewah dan tidak mempunyai rasa sporty Porsche 911. Namun pada saat kita mulai menyalakan kendaraan ini maka terasa bahwa dibalik kemewahan dan kebesaran kendaraan ini, tersimpan kendaraan sport yang memang sesuai dengan 911. Mesin 4.8 V8 menyalak memberi suatu suara yang mengintimidasi apalagi pada saat kita coba menelusuri console tengah dan menemukan ada tombol dengan gambar dua pipa. Pada saat kita menekan tombol itu maka suara dari V8 tersebut akan semakin menggelegar dan membuat kita semakin bernafsu ingin segera melaju dengan Porsche ini.

center_consoleInterior yang sangat mewah dengan balutan kulit disekeliling semakin membuat kendaraan ini terasa istimewa walau konsol tengah yang besar pada awalnya memang sedikit mengintimidasi karena terlihat seperti mengungkung kita dalam kendaraan. Ditambah dengan lautan tombol yang sangat banyak membuat kita berpikir sejenak dalam menerjemahkan masing-masing tombol gunanya untuk apa. OK, cukup melihat tombol, mari kita lihat kemana tujuan saya karena menurut info dari Porsche saya sudah diberikan route untuk menguji Panamera 4S. Saya coba masuk ke sistem navigasi, yang sayangnya tidak bisa dikatakan terlalu user friendly namun sudah ditemukan jalanan yang disave. Setelah menekan enter saya melaju dengan sang Panamera ini.

Memasuki Autobahn saya sedikit curiga melihat waktu tempuh untuk mencapai tujuan kok sepertinya sangat lama. Setelah melihat End destination ternyata jalur ditujukan ke Praha, Republik Ceko…Hmmmm satu hal yang sepertinya kurang saya ingin lakukan apalagi sudah menyetir selama 7 jam dari Amsterdam ke Stuttgart. Saya tidak mau mencoba perjalanan seperti itu lagi. So saya kemudian melakukan cara tradisional yaitu keluar dari jalur dan mencoba mencari jalan-jalan pedesaan yang menyenangkan dan itu bisa saya dapatkan di sekitar Stuttgart. Dan seperti terlihat dalam foto kebetulan cuaca sangat baik.

Engine_4.2Seperti diinformasikan maka Panamera 4S ini menggunakan mesin 4.8liter V8 yang masih merupakan Panamera versi sebelum facelift yang baru keluar ini. Namun mesin ini cukup memberi kita ketegangan yang berarti karena dengan tenaga sebesar 406hp pada 6500rpm dan torsi maksimum 500NM pada 3500-5000rpm maka dia dapat melaju 0-100km/jam hanya dalam waktu 4,8 detik. Dan itu sangat cepat mengingat besar dan bobot dari Panamera. Ditambah kecepatan puncak dapat mencapai 282km/jam. Satu kecepatan yang belum sempat saya rasakan karena ramainya Autobahn pada saat saya uji, namun saya berhasil mendapatkan kecepatan setidaknya 265km/jam dari arah Stuttgart menuju Heillbronn.

Penggunaan transmisi PDK (Porsche Doppelkupplung) atau Twin Clutch dengan 7 percepatan yang dapat memberikan penggantian gigi yang sangat cepat. Dan bisa saya katakan memang merupakan salah satu yang tercepat dalam penggantian gigi. Terutama pada saat kita berada di jalan pedesaan dan pengunungan yang bisa membuat kita membanting kendaraan ini kekiri dan kekanan. Masih termasuk sangat lincah untuk kendaraan dengan ukuran body yang cukup besar yaitu panjang 4970mm, lebar 1931mm, tinggi 1418mm dan panjang sumbu roda 2900mm. Kalau bisa dibilang ini adalah kendaraan yang sangat besar. Namun karena settingan suspensi dan ditambah Panamera 4S ini dilengkapi dengan Chrono Sport Package maka terasa semakin lincah dikendarai.

chronoDengan Chrono Sport Package maka bantingan akan terasa lebih firm dan juga lebih rendah 25mm yang diatur oleh Porsche Active Suspension Management (PASM) yang mengatur settingan sesuai dengan kondisi jalanan. Yang menarik adalah bahwa dengan PASM maka pada saat kita berkendara normal, Panamera 4S akan berlaku seperti kendaraan mewah lainnya seperti BMW Seri 7 atau Mercedes-Benz S-class dengan kenyamanan yang luar biasa. Namun dengan bodi yang mempunyai DNA seperti Porsche 911 maka selain menjadi pusat perhatian juga memberi rasa sporty yang tinggi. Dan ini terasa pada saat kita mengganti ke posisi Sport atau Sport-Plus. Yang menarik adalah bahwa posisi Sport atau Sport Plus dapat kita lihat pada setir dan bukan didalam indikator atau panel consol.

steering_sportSemakin saya menjalankan kendaraan ini menikmati jalan pedesaan semakin terasa bahwa walau Porsche telah memposisikan Panamera sebagai versi mewah dari Porsche namun dia tidak meninggalkan heritage dari Porsche 911. Tetap dilengkapi dengan kedinamisan yang tinggi serta rasa sporty yang memadai namun dengan tingkat kemewahan yang sesuai dengan segmen yang dituju. Kita bisa melihatnya sebagai kendaraan yang mubazir namun mungkin bagi yang berkeluarga dan sudah sangat mapan (harus sangat mapan) dan masih menginginkan kendaraan Porsche maka Panamera masih bisa dapat dijadikan opsi sebagai kendaraan.

sexy_back

front_interior seats

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s