Koblenz…kota nan Indah dengan banyak sejarah dan awal dari trip yang tidak terlupakan

Perjalanan saya di Jerman bermula dari Stuttgart dan dalam rencana saya harus berada di Munchen pada hari Senin untuk mengikuti serangkaian kegiatan yang sudah diatur oleh BMW Indonesia. Karena ini adalah hari Minggu dan saya sudah melakukan tur keliling Porsche Museum serta masih ada waktu untuk menguji Porsche Panamera 4S yang dipinjamkan Porsche AG selama di Stuttgart, maka saya coba menghubungi teman adik saya yang kebetulan tinggal di Koblenz, Jerman.

Koblenz sendiri adalah kota yang cukup tua dan sudah ada sejak zaman Romawi kuno bahkan Julius Caesar mencapai sungai Rhine dan membangun jembatan diantara Koblenz dengan Andernach yang diberi nama ‘Casstelum apud Confluentes”. Nama Koblenz sendiri berasal dari kata latin Confluentes yang berarti pada bergabungnya dua sungai yaitu Sungai Rhine dan Sungai Mosel.

map_koblenzPerjalanan dari Stuttgart ke Koblenz membutuhkan waktu kira-kira 2 jam 49 menit dengan jarak 246 km. Tentu saya berpikir dengan menggunakan Panamera pasti akan lebih cepat dan bisa merasakan penjelajahan jarak jauh. Sayangnya saya tidak menemukan cuaca bagus pada saat saya berangkat. Mulai dari Stuttgart keadaan hujan dan bisa dikatakan hujannya bahkan seperti di Indonesia dengan hujan sangat deras. Memasuki Autobahn juga tidak berbeda karena kecepatan dibatasi sampai 130 karena takut licin dan sudah diatur oleh Polisi di Jerman. Tapi dengan hujan yang deras ternyata memungkinkan untuk tes salah satu fitur pada Panamera 4S yaitu Active Cruise Control dimana pada bagian depan terdapat suatu RADAR yang mendeteksi berapa jarak ke kendaraan di depan. Dan ini sangat berguna pada saat memasuki Autobahn dengan keadaan hujan deras, kecepatan tinggi dan mempunyai jarak pandang terbatas. Sistem ini langsung memberi peringatan dengan menunjukkan adanya kendaraan di depan dan akan melakukan pengereman secara otomatis kalau didepan terlalu dekat. Di Indonesia mungkin akan mubazir karena terlalu banyak kendaraan didepan kita.

Setiba di Koblenz saya menuju ke kota Vallendar yang berada di seberang Koblenz dan merupakan district yang cukup menarik karena terletak diatas bukit, disini saya harusnya menjumpai teman adik saya Cicih untuk Lunch bersama keluarganya, namun seperti kebiasaan orang Indonesia terlambat maka mereka sudah meninggalkan saya. Ternyata makan siangnya di kota Koblenz di Poseidon Restaurant yang merupakan resto Yunani. Saya langsung menuju ke Koblenz dan setelah mencari akhirnya saya menemukan tempatnya dan bertemu dengan keluarga Morowietz untuk makan siang bersama. Selesai makan siang disinilah hal yang tidak terlupakan yang terjadi. Pada saat kembali ke kendaraan dan memindahkan satu amplop yang berisi dokumen perjalanan saya. Saya tersadar kok sepertinya ada yang hilang. Dan ternyata yang hilang adalah dokumen terpenting kalau kita melakukan perjalanan yaitu Paspor.

Tentu saya panik bukan main karena masih lama agenda saya di Eropa dan tanpa paspor saya tidak bisa pulang dan mungkin seperti dikatakan saudara saya bisa saja memang diharuskan tinggal di Eropa untuk selamanya. Namun beruntung masih ditenangkan oleh Cicih dia bilang Nasi sudah jadi Bubur kenapa tidak coba nikmatin saja liburan ini dan besok bisa diuruskan ke konsulat atau KBRI.  Dan saya rasa itu adalah hal terbaik karena percuma juga kita cari kalau hilangnya entah dikota mana.

So kita coba berjalan menikmati kota Koblenz yang tua dan berawal dari Festung Ehrenbreitstein yang berada di seberang Koblenz dengan menggunakan Gondola (Cable Car) yang merupakan penghubung antar kedua bagian. Festung Ehrenbreitstein dapat ditelusuri hingga tahun 1000SM jadi sebenarnya termasuk kastil yang sangat tua.

Deutsche EckBerhubung cuaca hujan maka ini adalah gambar terbaik yang dapat diberikan. Yang menarik adalah bahwa Koblenz terletak di antara dua sungai yaitu Sungai Rhine dan Sungai Mosel. Dan pada ujung pertemuan kedua sungai ada salah satu sudut yang menarik yang disebut Deutsches Eck atau sudut Jerman. Pada tahun 1897, sembilan tahun setelah meninggalnya Kaisar Jerman Wilhelm I, maka dia diberi penghargaan dengan didirikan patung raksasa dengan saduran puisi Jerman yaitu “Nimmer wird das Reich zerstöret, wenn ihr einig seid und treu” (Kekaisaran tidak akan runtuh, selama kalian bersatu dan loyal). Tulisan lain dapat ditemukan dimana patung ini didedikasikan kepada “Wilhelm der Große” (William the Great).

Koblenz_8Setelah terbentuknya Republik Federasi Jerman dan Republik Demokratik Jerman di tahun 1949, maka negara tersebut dibagi dua menjadi kapitalis Barat dan komunis Timur. Dengan harapan menjadi simbol persatuan maka Presiden Theodor Heuss merubah Sudut Jerman menjadi monumen untuk penyatuan Jerman. Sebagai hasilnya maka lambang semua negara bagian Jerman termasuk wilayah bekas Jerman yaitu Silesia, Prusia Timmur dan Pomerania.  Pada saat itu patung Kaisar Wilhelm rusak oleh pengeboman sekutu dan diganti dengan bendera Jerman.

Setelah tembok Berlin runtuh di November 1989 maka tiga bagian dinding ditempatkan disamping monumen dan lambang dari negara bagian yang baru ditambahkan pada bulan October 1990. Pada tahun 1993, patung Kaisar Wilhelm dipasang kembali setelah dilakukan proses replikasi produksi pada tahun 1992.

Dari Deutsches Eck kita berjalan kembali ke kota tua dan kita lihat banyak peninggalan dari kebesaran Koblenz dan juga keindahan Arsitektur memang disayangkan keadaan hujan. KoblenzAda satu alun-alun bernama Jesuit Square dimana masih ada gereja Jesuit yang kini menjadi balai kota dari Koblenz. Kita bisa melihat bahwa Koblenz merupakan salah satu kota yang juga sangat religius pada waktu itu.

Koblenz_5Kalau kita tahu di Brussel ada Manneken Pis (Anak lelaki yang kencing) maka di Koblenz mereka juga mempunyai hal yang mirip namun dalam rupa anak lelaki yang akan menyemperot pengunjung dengan air.

Koblenz_4Untung saya tidak kena semprot apalagi suhu pada saat itu berkisar 8 derajat celcius dan perjalanan saya masih jauh kembali ke Stuttgart.

me_koblenz

 

Koblenz_7

Di salah satu sudut ditemukan Perpustakaan Kota yang lama dan ternyata dulu rusak setelah dibom oleh sekutu namun sudah direnovasi sehingga terlihat seperti baru.

Koblenz_6

Salah satu sudut kota yang cukup indah dan bisa dikatakan pantas untuk dieksplorasi lebih mendalam, apalagi kalau kita melakukan perjalanan bulan madu hehehehee…..
Koblenz_2

Salah satu sudut taman yang indah. Koblenz_3

Dan kita lihat sayangnya karena hujan maka tidak banyak yang bisa dinikmati atau ditanyakan kepada masyarakat perihal kota Koblenz.

Yang pasti saya sangat senang bisa mampir ke Koblenz dan Vallendar dan juga terima kasih banyak kepada Cicih dan Keluarga yang membantu dalam mencari paspor yang hilang serta juga hospitality yang sangat tinggi serta jalan-jalan yang menarik walau dalam keadaan hujan dan dingin. Moga-moga bisa kembali lagi dan eksplor lebih mendalam mengenai kota indah ini.

 

 

 

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s