Kehilangan Paspor di negeri orang. Mimpi buruk yang bisa saja terjadi

Satu hal yang tidak ingin dialami oleh turis manapun adalah kehilangan paspornya pada saat dia berada diluar negeri.  Dan hal ini terjadi pada saya di saat sedang ada di Jerman pada hari Minggu sedang mengunjungi teman. Saya sendiri tidak tahu hilangnya bagaimana, dimana dan sampai saat ini tidak ada kabar dari paspor saya tersebut.  Satu hal yang saya juga baru ketahui adalah bahwa ternyata paspor Indonesia masih termasuk lumayan mahal bagi para pencuri identitas dan cukup laku.

Jadi langkah apa yang harus dilakukan kalau kita kehilangan paspor? Yang pasti segeralah lapor Polisi terdekat karena kita harus mendapatkan surat keterangan agar dapat mengurus paspor sementara di Konsulat atau Kedutaan Besar RI di negara kita berada. Mudah kan. Hmmm ternyata tidak bagi saya.

Sekembali dari Koblenz saya langsung bertanya kepada pihak hotel dimana kantor Polisi terdekat dan ternyata ada sekitar 2km dari hotel saya sebuah Pos Polisi atau Polizei Revier atau secara harfiah bisa dikatakan Polisi Wilayah yang bertanggung jawab terhadap warga sekitar dan termasuk yang dikenal warga. Jadi saya menuju ke Polizei Revier di Stuttgart dan berbicara dengan petugas piket seorang Polwan. Masalah pertama yang timbul ternyata tidak semua Polisi di Jerman bisa bahasa Inggris. Sangat berbeda dengan di Belanda dimana rata-rata fasih berbahasa Inggris.

Saya masih beruntung masih dibekali dengan bahasa Jerman yang cukup lumayan dan campur dengan bahasa Belanda. Saya jelaskan bahwa saya telah kehilangan paspor dan membutuhkan surat keterangan dari Kepolisian agar dapat saya urus ke Konjen di Frankfurt atau sebagai bukti bahwa saya kehilangan identitas kalau saja ada razia polisi pada saat saya sedang berkendara. Ternyata timbul masalah kedua, menurut petugas mereka tidak bisa mengeluarkan surat keterangan seperti itu karena kehilangan identitas bukanlah hal yang kriminal dan merupakan kecerobohan. Dan mereka hanya bisa mencatat bahwa saya kehilangan paspor dan akan menelpon ke hotel atau HP bila ada yang menemukan. Tentu saya berdiri disana bak petir disiang bolong. Bagaimana mungkin Kepolisian tidak bisa berikan surat keterangan bahwa ada yang kehilangan paspor. Namun petugas tetap bersikukuh untuk tidak memberikan.

Setelah saya memberikan laporan dan kopi paspor (untung ada) maka saya kembali ke hotel dan coba rencanakan untuk jam berapa saya harus berada di Konjen RI di Frankfurt. Waktu buka Konsulat adalah dari jam 9.30-12.30 dan saya berada 208km dari Frankfurt atau butuh perjalanan 2 jam menuju kesana. Saya rencankan berangkat jam 08.00 agar sampai jam 10.00. Ternyata hal ini meleset karena sepanjang jalan banyak sekali perbaikan dan konstruksi, ya sama seperti pembangunan tanpa henti di Pantura namun ini masih terlihat lebih tertib.

Setiba di Konjen RI di Frankfurt saya langsung menuju ke bagian paspor yang Alhamdulillah lagi sepi dan menjelaskan apa yang terjadi. Dan masalah ketiga yang keluar. Konsulat meminta saya untuk tetap menunjukkan surat keterangan Kepolisian bahwa saya kehilangan paspor. Masalah yang lain timbul adalah karena saya masuk via Belanda maka menurut Konjen harusnya saya minta ke Kedutaan Besar RI di Den Haag, Belanda dan sempat saya pikir mungkin lebih mudah seperti itu, tapi mengingat saya masih ada 1 minggu di Jerman saya tidak mau ada risiko diperiksa kemudian dinyatakan sebagai imigran gelap lalu ditahan.

Akhirnya konsulat mengatakan coba minta ke Polisi yang ada di Hauptbahnhoff (Stasiun Utama)di Frankfurt. Saya langsung bergegas menuju ke Hauptbahnhoff karena waktu sudah menunjukkan pukul 11 dan jam 12.30 Konsulat akan tutup. Yang membuat saya semakin was-was adalah tingginya kehadiran Polisi di sekitar Hauptbahnhoff dan takutnya akan ada pemeriksaan atau razia.  Ternyata ada ancaman bom  di sekitar situ sehingga Polisi berada pada tingkat sangat waspada.

Sesampai di Hauptbahnhoff saya mencari kantor Polisi dan menemukan satu dengan nama Bundespolizei. Saya sendiri tidak mengerti apa yang dimaksud tapi saya coba mencari keterangan. Yang membuat kita merasa seperti terhina adalah bahwa kita harus menerangkan keadaan kita dengan berbicara melalui tiang bukan bertemu dengan petugas piket. Dan masalah keempat akhirnya timbul dimana Polisi mengatakan mereka tidak mengeluarkan surat seperti itu dan diharapkan pergi ke Tourist Information untuk meminta surat keterangan hilang……??????? semakin bingung.

Tentu saya semakin bingung dan dengan berat hati saya menuju ke Tourist Information untuk meminta surat keterangan hilang, dan masalah berikut yang timbul adalah petugas Tourist Information kebingungan bahwa kok ada turis minta surat keterangan hilang ke mereka dan dikatakan bahwa saya harus ke Polisi.. ini membuat saya semakin frustasi dan saya katakan saya sudah dari polisi di Stuttgart, di Frankfurt dan semua bilang tidak diberikan. Akhirnya petugas menawarkan bantuan untuk menanyakan kepada Polisi Kota (Stadtpolizei Frankfurt) apakah surat tersebut dikeluarkan dan tebak apa jawaban dari Stadtpolizei…sama…tidak mengeluarkan surat keterangan.

Ini membuat saya semakin putus asa dan terlihat bahwa saya akan luntang lantung di Eropa, walau menggunakan BMW X3 :P, tentu petugas informasi masih coba membantu dengan menanyakan kepada Konjen RI dan menjelaskan hal tsb dan birokrasi Konjen pada awalnya masih kukuh untuk meminta surat keterangan. Akhirnya setelah dijelaskan oleh petugas informasi saya diminta pihak Konjen untuk kembali.

Setelah dipingpong berkali-kali akhirnya saya kembali ke Konjen RI dan menjelaskan bahwa saya sudah berusaha dan tidak ada hasilnya. Memang nasib baik akhirnya Konjen RI mengalah dan memberikan Surat Perjalanan Laksana Paspor (SPLP) atau paspor sementara agar saya bisa aman dalam perjalanan saya namun diharuskan membuat surat keterangan. Saya hanya membayar 5 Euro untuk SPLP tersebut serta meterai.

Ada beberapa hal yang harus kita sediakan atau siapkan kalau kita mau travelling

1. Copy paspor dan copy visa (sebaiknya copy tersebut juga disimpan secara elektronik dan di email ke kita sebagai back-up agar bisa kita print di negara kita berada, terutama bila kita dapat visa sebaiknya dikopi agar pada saat kita keluar tidak dipermasalahkan).

2. Pasfoto ukuran paspor (3,5 x 4,5) sebaiknya kita sedia karena ternyata berguna kalau kita ada sesuatu seperti pembuatan SPLP ini. Daripada harus repot mencari mesin pembuat pasfoto. (tadinya saya tidak mau membawa sisa pasfoto namun adik saya mengatakan siapa tahu perlu dan akhirnya memang diperlukan)

3. Sedia meterai Rp 6000. Siapa tahu kita diminta buat surat pernyataan. Lumayan daripada harus bayar meterai sebesar Euro 2 padahal harga meterai Rp 6000.

4. Tetap tenang dan segera hubungi Konjen RI atau KBRI serta Kepolisian setempat bila ada masalah.

SPLP

Advertisements

2 thoughts on “Kehilangan Paspor di negeri orang. Mimpi buruk yang bisa saja terjadi

  1. halo mas. saya juga kehilangan paspor, ada yg mencuri dompet saya. saya sudah dapat SPLP. kalo mau mengurus visa schengen bagaimana ya ?

    • Wah turut berduka mbak. Kalau visa harus diurus di imigrasi dimana visa didapat namun harus bisa melampirkan fotokopi schengen kita yg hilang. Waktu saya keluar dr Belanda dengan SPLP ditanya dan kebetulan tidak ada jadi sempat mau ditahan namun krn bisa menjelaskan saya tdk sempat bawa dan dia liat kapan saya masuk jadinya jelas. Jangan lupa laporan polisinya sebagai dokumen pendukung. Ada jg yang bilang kita harus menghubungi kedutaan yg menerbitkan visa kita.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s