Honda memberi penghargaan kepada Ayrton Senna dengan cara yang terbaik.

Honda berencana untuk kembali mengikuti Formula 1 di 2015 bersama dengan McLaren, dan jika konstruktor dan pembuat mesin ini bersatu maka ada satu nama yang senantiasa mengikuti yaitu Ayrton Senna.

Honda Japan memproduksi iklan dengan judul Sound of Honda yang merayakan Senna didalam balapan yang paling dikenang selama karir Senna. Di 1989 Grand Prix di Suzuka dia memenangkan balapan itu namun dicabut status juara dunia. .

Iklan ini sangat sederhana, tidak ada bantuan grafis komputer, tidak ada dokumentasi dari Senna, tidak ada yang berkata namun hanya suara yang tampil. Silahkan dinikmati dibawah ini.

 

Advertisements

15 menit dapat menyebabkan kematian. Jangan tinggalkan anak sendiri didalam kendaraan terkunci !

Screen Shot 2013-07-24 at 2.07.41 AMWaktu merupakan hal yang berharga dan didunia saat ini kita semakin disibukkan dengan beberapa rutinitas sehingga kadang kita melupakan hal yang sangat penting yaitu anak kita. Dengan jadwal yang padat serta kebiasaan menempatkan anak di kursi belakang (karena disitu kita tempatkan kursi anak) kadang membuat kita lupa akan salah satu benda berharga didalam kendaraan. Kita bisa saja meninggalkan anak kita terkunci didalam kendaraan karena menjalankan rutinitas seperti biasa. 

Menurut NBC News dan menyadur dari para ahli anak maka badan seorang anak dapat mencapai titik panas lebih cepat dari orang dewasa. Dan pada saat suhu badan anak mencapai 40 derajat celcius maka organ internal akan berhenti bekerja dan pada 41,6 derajat maka anak akan meninggal. 

Tidak ada jaminan sengatan panas dapat dihindarkan dengan hanya membuka jendela atau membiarkan A/C menyala di kendaraan yang diam. Anak-anak tidak boleh ditinggalkan dalam kendaraan walau hanya untuk semenit. Karena panas dapat menyebabkan keringat, dehidrasi, kejang, kerusakan pada otak dan organ dan pada akhirnya meninggal. 

Silahkan lihat video dibawah ini dan perhatikan apa yang terjadi bila seorang ibu yang sibuk meninggalkan putranya didalam kendaraan. Video tersebut merupakan rekonstruksi dan anak tersebut tidak terluka namun hal tersebut dapat terjadi. 

Sang ibu terlihat sangat normal dan rutinitas kerjanya dapat mencerminkan kita semua. Iya ini dapat terjadi pada kita semua. Menurut statistik di AS, 10% dari kematian anak akibat sengatan panas adalah akibat ketidaklalaian atau terpengaruh narkoba oleh orang tua atau yang menjaganya. 

Kita harus mencari cara agar kita tidak melupakan anak kita yang sedang tidur dan bisa dengan cara meletakkan barang yang harus kita bawa berdekatan dengan sang anak. Ini bisa saja tas kita sebagai contoh dan ditempatkan dilantai agar aman jika terpaksa harus kembali ke kendaraan. 

Bagi orang-orang yang melewati kendaraan dan melihat anak ditinggal sendirian maka sebaiknya hubungi Polisi atau petugas keamanan. Karena bila anda melihat video ini maka sang anak diselamatkan oleh orang-orang yang kebetulan lewat. 

Sebarkan kabar ini melalu media sosial Anda, mungkin Anda dapat menyelamatkan satu nyawa. 

(sumber paultan.org)

Frankfurt menuju Munchen dan menjemput BMW M135i

Setelah menerima SPLP dari Konsulat Jendral RI di Frankfurt menuju ke BMW Press Service Center di Garching bei Munchen yang merupakan kota diluar Munchen.

Maps FRA-MUNPerjalanan membutuhkan setidaknya 3 jam, 29 menit dan melalui E41 dan A9. Setidaknya  saya sudah merasa tenang dengan adanya SPLP dan saya berusaha menikmati perjalanan berikutnya. Perjalanan sejauh 400km tentu akan membuat perjalanan sedikit membosankan sehingga saya memutuskan untuk setidaknya berusaha melihat beberapa objek wisata yang mungkin menarik untuk dilihat.

Kebetulan hal pertama yang menjadi ketertarikan saya ada satu papan besar di pinggir Autobahn yang bertuliskan Schloss Johannisburg. Dan ini membangkitkan rasa keingintahuan saya mengenai kota Aschaffenburg serta kastil tersebut. Navigasi pada BMW Connected Drive saya coba tempatkan kepada Point of Interest di Area yang saya berada dan ada informasi yang cukup jelas mengenai Johannisburg. Ditambah adanya Google Search semakin membantu dalam menuju tempat tersebut.

Aschaffenburg adalah kota yang sangat tua dan bahkan muncul didalam catatan Kaisar Otto II di 974 SM, ada beberapa gedung bersejarah di Aschaffenburg yaitu Stiftsbasilika yang telah tercatat di abad ke-10 serta Pompejanum yang dibangun oleh Kaisar Ludwig I di abad ke-19 yang didasarkan atas sebuah villa “Castor dan Pollux” di Pompei.

Yang paling mengesankan di Aschaffenburg adalah kastil Johannisburg yang dibangun pada tahun 1605-1614 oleh Georg Ridinger dan menjadi rumah resmi kedua bagi para Uskup dan Prinz-Elector dari Mainz hingga 1803, dari 1814 maka Johannisburg menjadi kediaman dari keluarga kerajaan Bayern dan ini bertahan hingga 1908 yang merupakan akhir dari kerajaan Bayern. Bangunan Johannisburg sendiri terbuat dari batu pasir merah (red sand stone) yang merupakan khas untuk daerah ini.

johannisburgBangunannya sendiri terdiri dari empat sisi dengan empat menara pada setiap sudut. Satu hal yang istimewa adalah keasrian alam yang dipertahankan di kota ini serta iklim yang menyenangkan sehingga wajar menjadi kota yang paling disenangi oleh Kaisar Ludwig I.

Aschaffenburg__johannisburg_sideSatu hal yang menarik dari kastil Johannisburg ini adalah koleksi maket dari bangunan-bangunan bersejarah zaman romawi yang terbuat dari gabus. Dan semuanya ada didalam museum nasional yang ada di kastil ini. Satu hal yang menarik juga adalah kenyataan bahwa kastil ini sempat terbakar habis dan rusak berat pada saat Perang Dunia Kedua oleh bom-bom Sekutu serta perperangan dalam kota. Namun pemerintah Jerman memutuskan diperlukan pengembalian keindahan kastil ini dan dibangun kembali serta dibuka untuk umum pada tahun 1964.

Aschaffenburg__johannisburg_parkSelain Johannisburg yang menjadi hal yang menarik mengenai Aschaffenburg adalah bahwa dia merupakan Kota pusat kebudayaan bagi Jerman dan mempunyai arsitektur kota lama yang sangat menarik dan terpelihara dengan baik. Jalan-jalan kecil yang memberi pemandangan yang sangat berbeda bagaikan melewati kapsul waktu. Aschaffenburg__city_CenterBangunan-bangunan lama memberikan suasana yang sangat berbeda bagi kota kebudayaan ini, satu hal disayangkan di Indonesia dimana bangunan lama justru dirontokkan demi keuntungan komersial seperti Mall.

Bangunan dengan arsitektur khas Jerman memberikan suasana yang bagaikan memasuki buku cerita Grimm dan membuat kita semakin penasaran berusaha menelusuri seluk beluk kota lama. Satu hal yang menjadi surga bagi para fotografer atau penjelajah yang ingin mengetahui lebih banyak mengenai sejarah suatu kota.

Aschaffenburg__city_Center_2Sebagai kota budaya maka banyak sekali event yang dilakukan di Aschaffenburg dan ada juga teater kota Aschaffenburg yang berarsitektur modern namun dapat dikombinasikan dengan arsitektur kota lama.

Aschaffenburg_TheatreSebagai tempat tinggal bagi para Uskup dan Prinz-Elector dari Mainz maka tidak mengherankan bahwa lambang dari kota Aschaffenburg adalah kastil Johannisburg dengan Uskup. Dan pentingnya kota ini bagi para uskup terlihat juga dari banyaknya bangunan gereja di Ashaffenburg. Salah satunya Stiftsbergbasilika yang didirikan pada abad ke-10 dan merupakan pusat dari biara St.Peter dan Alexander. Hingga 1803 dia menjadi lambang kekuatan spiritual dari para Uskup dan Prinz Elector dari Mainz.

Aschaffenburg__Old_ChurchBasilika ini sudah berdiri selama 1000 tahun sehingga merupakan hal yang sangat luar biasa bisa melihat gedung yang sangat bersejarah.

Aschaffenburg__statueSelain menjadi kota yang sangat penting bagi para Uskup serta menjadi kota kebudayaan, Aschaffenburg juga mempunyai karakter yang sangat bersahabat bagi pengunjung ditambah dengan jumlah pub, cafe, wine bar dsb tertinggi di Bayern. Ditambah dengan karakter kota tua semakin memberi suasana hangat dan romantis serta bisa menjadi hal yang tidak terlupakan bila kita sedang mengunjungi dengan pasangan kita.

Aschaffenburg__Old_Ally_2 Aschaffenburg__Old_AllyYang pasti bila ada waktu yang lebih panjang tentu saya ingin mencoba eksplorasi kota ini lebih mendalam untuk beberapa hari.

Aschaffenburg_X3Warna Deep Sea Blue di BMW X3 xDrive20d ternyata masih cocok dengan suasana kota Aschaffenburg dan mungkin karena dikaruniai oleh cuaca yang bersahabat semakin membuat saya bersemangat dalam melaksanakan road trip ini.

Perjalanan dari Aschaffenburg menuju ke Garching berjalan biasa saja, tidak ada hal yang menarik yang membuat saya berhenti dan mencoba melihat Google Search tidak ditemukan hal-hal yang menarik mata atau minat untuk berhenti. Jadi perjalanan dilanjutkan ke BMW Press Service Center untuk menjemput BMW M135i yang menjadi kendaraan pengganti selama di Munchen.

BMW_press_centerBMW_M_135_I

Kehilangan Paspor di negeri orang. Mimpi buruk yang bisa saja terjadi

Satu hal yang tidak ingin dialami oleh turis manapun adalah kehilangan paspornya pada saat dia berada diluar negeri.  Dan hal ini terjadi pada saya di saat sedang ada di Jerman pada hari Minggu sedang mengunjungi teman. Saya sendiri tidak tahu hilangnya bagaimana, dimana dan sampai saat ini tidak ada kabar dari paspor saya tersebut.  Satu hal yang saya juga baru ketahui adalah bahwa ternyata paspor Indonesia masih termasuk lumayan mahal bagi para pencuri identitas dan cukup laku.

Jadi langkah apa yang harus dilakukan kalau kita kehilangan paspor? Yang pasti segeralah lapor Polisi terdekat karena kita harus mendapatkan surat keterangan agar dapat mengurus paspor sementara di Konsulat atau Kedutaan Besar RI di negara kita berada. Mudah kan. Hmmm ternyata tidak bagi saya.

Sekembali dari Koblenz saya langsung bertanya kepada pihak hotel dimana kantor Polisi terdekat dan ternyata ada sekitar 2km dari hotel saya sebuah Pos Polisi atau Polizei Revier atau secara harfiah bisa dikatakan Polisi Wilayah yang bertanggung jawab terhadap warga sekitar dan termasuk yang dikenal warga. Jadi saya menuju ke Polizei Revier di Stuttgart dan berbicara dengan petugas piket seorang Polwan. Masalah pertama yang timbul ternyata tidak semua Polisi di Jerman bisa bahasa Inggris. Sangat berbeda dengan di Belanda dimana rata-rata fasih berbahasa Inggris.

Saya masih beruntung masih dibekali dengan bahasa Jerman yang cukup lumayan dan campur dengan bahasa Belanda. Saya jelaskan bahwa saya telah kehilangan paspor dan membutuhkan surat keterangan dari Kepolisian agar dapat saya urus ke Konjen di Frankfurt atau sebagai bukti bahwa saya kehilangan identitas kalau saja ada razia polisi pada saat saya sedang berkendara. Ternyata timbul masalah kedua, menurut petugas mereka tidak bisa mengeluarkan surat keterangan seperti itu karena kehilangan identitas bukanlah hal yang kriminal dan merupakan kecerobohan. Dan mereka hanya bisa mencatat bahwa saya kehilangan paspor dan akan menelpon ke hotel atau HP bila ada yang menemukan. Tentu saya berdiri disana bak petir disiang bolong. Bagaimana mungkin Kepolisian tidak bisa berikan surat keterangan bahwa ada yang kehilangan paspor. Namun petugas tetap bersikukuh untuk tidak memberikan.

Setelah saya memberikan laporan dan kopi paspor (untung ada) maka saya kembali ke hotel dan coba rencanakan untuk jam berapa saya harus berada di Konjen RI di Frankfurt. Waktu buka Konsulat adalah dari jam 9.30-12.30 dan saya berada 208km dari Frankfurt atau butuh perjalanan 2 jam menuju kesana. Saya rencankan berangkat jam 08.00 agar sampai jam 10.00. Ternyata hal ini meleset karena sepanjang jalan banyak sekali perbaikan dan konstruksi, ya sama seperti pembangunan tanpa henti di Pantura namun ini masih terlihat lebih tertib.

Setiba di Konjen RI di Frankfurt saya langsung menuju ke bagian paspor yang Alhamdulillah lagi sepi dan menjelaskan apa yang terjadi. Dan masalah ketiga yang keluar. Konsulat meminta saya untuk tetap menunjukkan surat keterangan Kepolisian bahwa saya kehilangan paspor. Masalah yang lain timbul adalah karena saya masuk via Belanda maka menurut Konjen harusnya saya minta ke Kedutaan Besar RI di Den Haag, Belanda dan sempat saya pikir mungkin lebih mudah seperti itu, tapi mengingat saya masih ada 1 minggu di Jerman saya tidak mau ada risiko diperiksa kemudian dinyatakan sebagai imigran gelap lalu ditahan.

Akhirnya konsulat mengatakan coba minta ke Polisi yang ada di Hauptbahnhoff (Stasiun Utama)di Frankfurt. Saya langsung bergegas menuju ke Hauptbahnhoff karena waktu sudah menunjukkan pukul 11 dan jam 12.30 Konsulat akan tutup. Yang membuat saya semakin was-was adalah tingginya kehadiran Polisi di sekitar Hauptbahnhoff dan takutnya akan ada pemeriksaan atau razia.  Ternyata ada ancaman bom  di sekitar situ sehingga Polisi berada pada tingkat sangat waspada.

Sesampai di Hauptbahnhoff saya mencari kantor Polisi dan menemukan satu dengan nama Bundespolizei. Saya sendiri tidak mengerti apa yang dimaksud tapi saya coba mencari keterangan. Yang membuat kita merasa seperti terhina adalah bahwa kita harus menerangkan keadaan kita dengan berbicara melalui tiang bukan bertemu dengan petugas piket. Dan masalah keempat akhirnya timbul dimana Polisi mengatakan mereka tidak mengeluarkan surat seperti itu dan diharapkan pergi ke Tourist Information untuk meminta surat keterangan hilang……??????? semakin bingung.

Tentu saya semakin bingung dan dengan berat hati saya menuju ke Tourist Information untuk meminta surat keterangan hilang, dan masalah berikut yang timbul adalah petugas Tourist Information kebingungan bahwa kok ada turis minta surat keterangan hilang ke mereka dan dikatakan bahwa saya harus ke Polisi.. ini membuat saya semakin frustasi dan saya katakan saya sudah dari polisi di Stuttgart, di Frankfurt dan semua bilang tidak diberikan. Akhirnya petugas menawarkan bantuan untuk menanyakan kepada Polisi Kota (Stadtpolizei Frankfurt) apakah surat tersebut dikeluarkan dan tebak apa jawaban dari Stadtpolizei…sama…tidak mengeluarkan surat keterangan.

Ini membuat saya semakin putus asa dan terlihat bahwa saya akan luntang lantung di Eropa, walau menggunakan BMW X3 :P, tentu petugas informasi masih coba membantu dengan menanyakan kepada Konjen RI dan menjelaskan hal tsb dan birokrasi Konjen pada awalnya masih kukuh untuk meminta surat keterangan. Akhirnya setelah dijelaskan oleh petugas informasi saya diminta pihak Konjen untuk kembali.

Setelah dipingpong berkali-kali akhirnya saya kembali ke Konjen RI dan menjelaskan bahwa saya sudah berusaha dan tidak ada hasilnya. Memang nasib baik akhirnya Konjen RI mengalah dan memberikan Surat Perjalanan Laksana Paspor (SPLP) atau paspor sementara agar saya bisa aman dalam perjalanan saya namun diharuskan membuat surat keterangan. Saya hanya membayar 5 Euro untuk SPLP tersebut serta meterai.

Ada beberapa hal yang harus kita sediakan atau siapkan kalau kita mau travelling

1. Copy paspor dan copy visa (sebaiknya copy tersebut juga disimpan secara elektronik dan di email ke kita sebagai back-up agar bisa kita print di negara kita berada, terutama bila kita dapat visa sebaiknya dikopi agar pada saat kita keluar tidak dipermasalahkan).

2. Pasfoto ukuran paspor (3,5 x 4,5) sebaiknya kita sedia karena ternyata berguna kalau kita ada sesuatu seperti pembuatan SPLP ini. Daripada harus repot mencari mesin pembuat pasfoto. (tadinya saya tidak mau membawa sisa pasfoto namun adik saya mengatakan siapa tahu perlu dan akhirnya memang diperlukan)

3. Sedia meterai Rp 6000. Siapa tahu kita diminta buat surat pernyataan. Lumayan daripada harus bayar meterai sebesar Euro 2 padahal harga meterai Rp 6000.

4. Tetap tenang dan segera hubungi Konjen RI atau KBRI serta Kepolisian setempat bila ada masalah.

SPLP

Koblenz…kota nan Indah dengan banyak sejarah dan awal dari trip yang tidak terlupakan

Perjalanan saya di Jerman bermula dari Stuttgart dan dalam rencana saya harus berada di Munchen pada hari Senin untuk mengikuti serangkaian kegiatan yang sudah diatur oleh BMW Indonesia. Karena ini adalah hari Minggu dan saya sudah melakukan tur keliling Porsche Museum serta masih ada waktu untuk menguji Porsche Panamera 4S yang dipinjamkan Porsche AG selama di Stuttgart, maka saya coba menghubungi teman adik saya yang kebetulan tinggal di Koblenz, Jerman.

Koblenz sendiri adalah kota yang cukup tua dan sudah ada sejak zaman Romawi kuno bahkan Julius Caesar mencapai sungai Rhine dan membangun jembatan diantara Koblenz dengan Andernach yang diberi nama ‘Casstelum apud Confluentes”. Nama Koblenz sendiri berasal dari kata latin Confluentes yang berarti pada bergabungnya dua sungai yaitu Sungai Rhine dan Sungai Mosel.

map_koblenzPerjalanan dari Stuttgart ke Koblenz membutuhkan waktu kira-kira 2 jam 49 menit dengan jarak 246 km. Tentu saya berpikir dengan menggunakan Panamera pasti akan lebih cepat dan bisa merasakan penjelajahan jarak jauh. Sayangnya saya tidak menemukan cuaca bagus pada saat saya berangkat. Mulai dari Stuttgart keadaan hujan dan bisa dikatakan hujannya bahkan seperti di Indonesia dengan hujan sangat deras. Memasuki Autobahn juga tidak berbeda karena kecepatan dibatasi sampai 130 karena takut licin dan sudah diatur oleh Polisi di Jerman. Tapi dengan hujan yang deras ternyata memungkinkan untuk tes salah satu fitur pada Panamera 4S yaitu Active Cruise Control dimana pada bagian depan terdapat suatu RADAR yang mendeteksi berapa jarak ke kendaraan di depan. Dan ini sangat berguna pada saat memasuki Autobahn dengan keadaan hujan deras, kecepatan tinggi dan mempunyai jarak pandang terbatas. Sistem ini langsung memberi peringatan dengan menunjukkan adanya kendaraan di depan dan akan melakukan pengereman secara otomatis kalau didepan terlalu dekat. Di Indonesia mungkin akan mubazir karena terlalu banyak kendaraan didepan kita.

Setiba di Koblenz saya menuju ke kota Vallendar yang berada di seberang Koblenz dan merupakan district yang cukup menarik karena terletak diatas bukit, disini saya harusnya menjumpai teman adik saya Cicih untuk Lunch bersama keluarganya, namun seperti kebiasaan orang Indonesia terlambat maka mereka sudah meninggalkan saya. Ternyata makan siangnya di kota Koblenz di Poseidon Restaurant yang merupakan resto Yunani. Saya langsung menuju ke Koblenz dan setelah mencari akhirnya saya menemukan tempatnya dan bertemu dengan keluarga Morowietz untuk makan siang bersama. Selesai makan siang disinilah hal yang tidak terlupakan yang terjadi. Pada saat kembali ke kendaraan dan memindahkan satu amplop yang berisi dokumen perjalanan saya. Saya tersadar kok sepertinya ada yang hilang. Dan ternyata yang hilang adalah dokumen terpenting kalau kita melakukan perjalanan yaitu Paspor.

Tentu saya panik bukan main karena masih lama agenda saya di Eropa dan tanpa paspor saya tidak bisa pulang dan mungkin seperti dikatakan saudara saya bisa saja memang diharuskan tinggal di Eropa untuk selamanya. Namun beruntung masih ditenangkan oleh Cicih dia bilang Nasi sudah jadi Bubur kenapa tidak coba nikmatin saja liburan ini dan besok bisa diuruskan ke konsulat atau KBRI.  Dan saya rasa itu adalah hal terbaik karena percuma juga kita cari kalau hilangnya entah dikota mana.

So kita coba berjalan menikmati kota Koblenz yang tua dan berawal dari Festung Ehrenbreitstein yang berada di seberang Koblenz dengan menggunakan Gondola (Cable Car) yang merupakan penghubung antar kedua bagian. Festung Ehrenbreitstein dapat ditelusuri hingga tahun 1000SM jadi sebenarnya termasuk kastil yang sangat tua.

Deutsche EckBerhubung cuaca hujan maka ini adalah gambar terbaik yang dapat diberikan. Yang menarik adalah bahwa Koblenz terletak di antara dua sungai yaitu Sungai Rhine dan Sungai Mosel. Dan pada ujung pertemuan kedua sungai ada salah satu sudut yang menarik yang disebut Deutsches Eck atau sudut Jerman. Pada tahun 1897, sembilan tahun setelah meninggalnya Kaisar Jerman Wilhelm I, maka dia diberi penghargaan dengan didirikan patung raksasa dengan saduran puisi Jerman yaitu “Nimmer wird das Reich zerstöret, wenn ihr einig seid und treu” (Kekaisaran tidak akan runtuh, selama kalian bersatu dan loyal). Tulisan lain dapat ditemukan dimana patung ini didedikasikan kepada “Wilhelm der Große” (William the Great).

Koblenz_8Setelah terbentuknya Republik Federasi Jerman dan Republik Demokratik Jerman di tahun 1949, maka negara tersebut dibagi dua menjadi kapitalis Barat dan komunis Timur. Dengan harapan menjadi simbol persatuan maka Presiden Theodor Heuss merubah Sudut Jerman menjadi monumen untuk penyatuan Jerman. Sebagai hasilnya maka lambang semua negara bagian Jerman termasuk wilayah bekas Jerman yaitu Silesia, Prusia Timmur dan Pomerania.  Pada saat itu patung Kaisar Wilhelm rusak oleh pengeboman sekutu dan diganti dengan bendera Jerman.

Setelah tembok Berlin runtuh di November 1989 maka tiga bagian dinding ditempatkan disamping monumen dan lambang dari negara bagian yang baru ditambahkan pada bulan October 1990. Pada tahun 1993, patung Kaisar Wilhelm dipasang kembali setelah dilakukan proses replikasi produksi pada tahun 1992.

Dari Deutsches Eck kita berjalan kembali ke kota tua dan kita lihat banyak peninggalan dari kebesaran Koblenz dan juga keindahan Arsitektur memang disayangkan keadaan hujan. KoblenzAda satu alun-alun bernama Jesuit Square dimana masih ada gereja Jesuit yang kini menjadi balai kota dari Koblenz. Kita bisa melihat bahwa Koblenz merupakan salah satu kota yang juga sangat religius pada waktu itu.

Koblenz_5Kalau kita tahu di Brussel ada Manneken Pis (Anak lelaki yang kencing) maka di Koblenz mereka juga mempunyai hal yang mirip namun dalam rupa anak lelaki yang akan menyemperot pengunjung dengan air.

Koblenz_4Untung saya tidak kena semprot apalagi suhu pada saat itu berkisar 8 derajat celcius dan perjalanan saya masih jauh kembali ke Stuttgart.

me_koblenz

 

Koblenz_7

Di salah satu sudut ditemukan Perpustakaan Kota yang lama dan ternyata dulu rusak setelah dibom oleh sekutu namun sudah direnovasi sehingga terlihat seperti baru.

Koblenz_6

Salah satu sudut kota yang cukup indah dan bisa dikatakan pantas untuk dieksplorasi lebih mendalam, apalagi kalau kita melakukan perjalanan bulan madu hehehehee…..
Koblenz_2

Salah satu sudut taman yang indah. Koblenz_3

Dan kita lihat sayangnya karena hujan maka tidak banyak yang bisa dinikmati atau ditanyakan kepada masyarakat perihal kota Koblenz.

Yang pasti saya sangat senang bisa mampir ke Koblenz dan Vallendar dan juga terima kasih banyak kepada Cicih dan Keluarga yang membantu dalam mencari paspor yang hilang serta juga hospitality yang sangat tinggi serta jalan-jalan yang menarik walau dalam keadaan hujan dan dingin. Moga-moga bisa kembali lagi dan eksplor lebih mendalam mengenai kota indah ini.

 

 

 

 

 

Test Drive: Mencoba Porsche Panamera 4S di Negeri Porsche

UntitledSaya coba melanjutkan cerita perjalanan saya walau sedikit lebih lambat karena sibuknya pekerjaan. Kali ini saya coba review Porsche Panamera 4S yang sempat dipinjamkan oleh Porsche AG kepada saya setiba di Stuttgart, Jerman. Dan ini adalah kesempatan langka karena bisa merasakan dengan betul bagaimana rasanya membawa Porsche di negeri kelahirannya sendiri. Courtesy adalah dari Porsche Center Jakarta dan Porsche Asia Pacific yang memberi saya kesempatan untuk mencoba salah satu produk dari Porsche.

Porsche Werke 1

Pengambilan kendaraan ini juga sangat menarik yaitu di Porsche Werke 1 yang merupakan pabrik pertama dari Porsche, sayangnya saya tidak diperkenankan mengambil gambar didalam Werke 1 karena masih merupakan pabrik aktif dan ada beberapa kendaraan yang masih ditutup dengan kamuflase. Namun pihak Porsche sangat rileks dalam memberikan kendaraan cukup menunjukkan paspor dan menandatangani disclaimer saya diberikan kunci ke Porsche Panamera 4S dengan nomer S-GO-3111. Cukup mudah mencarinya dari sekian banyak Porsche yang diparkir di Werke 1 karena untuk setiap media car sudah ada spot sendiri dan ini mempunyai Spot GO-1. Yang membuat saya sedikit geli dan sayangnya saya tidak bisa mengabadikannya adalah menempatkan BMW X3 xDrive20d dengan pelat nomer Belanda persis didepan pintu masuk dari Werke 1. Tentu bisa dikatakan sedikit “meledek” karena ada kendaraan kebanggaan Munchen diantara kebanggaan Stuttgart.

steeringMasuk kedalam kendaraan maka kita disambut dengan tampilan dasbor khas Porsche dengan 3 dial dimana pada bagian tengah terpampang jelas Tachometer yang besar dan ini juga menunjukkan DNA yang kuat dari model Porsche legendaris yaitu Porsche 911. Kebetulan juga tahun ini adalah 50 tahun dari Porsche 911 sehingga menjadi sangat istimewa bisa mencoba salah satu kendaraan di tempat kelahirannya. Pada awal diinformasikan mendapatkan Panamera4S saya agak sedikit kecewa karena berpikir ini adalah kendaraan yang terlalu besar dan mewah dan tidak mempunyai rasa sporty Porsche 911. Namun pada saat kita mulai menyalakan kendaraan ini maka terasa bahwa dibalik kemewahan dan kebesaran kendaraan ini, tersimpan kendaraan sport yang memang sesuai dengan 911. Mesin 4.8 V8 menyalak memberi suatu suara yang mengintimidasi apalagi pada saat kita coba menelusuri console tengah dan menemukan ada tombol dengan gambar dua pipa. Pada saat kita menekan tombol itu maka suara dari V8 tersebut akan semakin menggelegar dan membuat kita semakin bernafsu ingin segera melaju dengan Porsche ini.

center_consoleInterior yang sangat mewah dengan balutan kulit disekeliling semakin membuat kendaraan ini terasa istimewa walau konsol tengah yang besar pada awalnya memang sedikit mengintimidasi karena terlihat seperti mengungkung kita dalam kendaraan. Ditambah dengan lautan tombol yang sangat banyak membuat kita berpikir sejenak dalam menerjemahkan masing-masing tombol gunanya untuk apa. OK, cukup melihat tombol, mari kita lihat kemana tujuan saya karena menurut info dari Porsche saya sudah diberikan route untuk menguji Panamera 4S. Saya coba masuk ke sistem navigasi, yang sayangnya tidak bisa dikatakan terlalu user friendly namun sudah ditemukan jalanan yang disave. Setelah menekan enter saya melaju dengan sang Panamera ini.

Memasuki Autobahn saya sedikit curiga melihat waktu tempuh untuk mencapai tujuan kok sepertinya sangat lama. Setelah melihat End destination ternyata jalur ditujukan ke Praha, Republik Ceko…Hmmmm satu hal yang sepertinya kurang saya ingin lakukan apalagi sudah menyetir selama 7 jam dari Amsterdam ke Stuttgart. Saya tidak mau mencoba perjalanan seperti itu lagi. So saya kemudian melakukan cara tradisional yaitu keluar dari jalur dan mencoba mencari jalan-jalan pedesaan yang menyenangkan dan itu bisa saya dapatkan di sekitar Stuttgart. Dan seperti terlihat dalam foto kebetulan cuaca sangat baik.

Engine_4.2Seperti diinformasikan maka Panamera 4S ini menggunakan mesin 4.8liter V8 yang masih merupakan Panamera versi sebelum facelift yang baru keluar ini. Namun mesin ini cukup memberi kita ketegangan yang berarti karena dengan tenaga sebesar 406hp pada 6500rpm dan torsi maksimum 500NM pada 3500-5000rpm maka dia dapat melaju 0-100km/jam hanya dalam waktu 4,8 detik. Dan itu sangat cepat mengingat besar dan bobot dari Panamera. Ditambah kecepatan puncak dapat mencapai 282km/jam. Satu kecepatan yang belum sempat saya rasakan karena ramainya Autobahn pada saat saya uji, namun saya berhasil mendapatkan kecepatan setidaknya 265km/jam dari arah Stuttgart menuju Heillbronn.

Penggunaan transmisi PDK (Porsche Doppelkupplung) atau Twin Clutch dengan 7 percepatan yang dapat memberikan penggantian gigi yang sangat cepat. Dan bisa saya katakan memang merupakan salah satu yang tercepat dalam penggantian gigi. Terutama pada saat kita berada di jalan pedesaan dan pengunungan yang bisa membuat kita membanting kendaraan ini kekiri dan kekanan. Masih termasuk sangat lincah untuk kendaraan dengan ukuran body yang cukup besar yaitu panjang 4970mm, lebar 1931mm, tinggi 1418mm dan panjang sumbu roda 2900mm. Kalau bisa dibilang ini adalah kendaraan yang sangat besar. Namun karena settingan suspensi dan ditambah Panamera 4S ini dilengkapi dengan Chrono Sport Package maka terasa semakin lincah dikendarai.

chronoDengan Chrono Sport Package maka bantingan akan terasa lebih firm dan juga lebih rendah 25mm yang diatur oleh Porsche Active Suspension Management (PASM) yang mengatur settingan sesuai dengan kondisi jalanan. Yang menarik adalah bahwa dengan PASM maka pada saat kita berkendara normal, Panamera 4S akan berlaku seperti kendaraan mewah lainnya seperti BMW Seri 7 atau Mercedes-Benz S-class dengan kenyamanan yang luar biasa. Namun dengan bodi yang mempunyai DNA seperti Porsche 911 maka selain menjadi pusat perhatian juga memberi rasa sporty yang tinggi. Dan ini terasa pada saat kita mengganti ke posisi Sport atau Sport-Plus. Yang menarik adalah bahwa posisi Sport atau Sport Plus dapat kita lihat pada setir dan bukan didalam indikator atau panel consol.

steering_sportSemakin saya menjalankan kendaraan ini menikmati jalan pedesaan semakin terasa bahwa walau Porsche telah memposisikan Panamera sebagai versi mewah dari Porsche namun dia tidak meninggalkan heritage dari Porsche 911. Tetap dilengkapi dengan kedinamisan yang tinggi serta rasa sporty yang memadai namun dengan tingkat kemewahan yang sesuai dengan segmen yang dituju. Kita bisa melihatnya sebagai kendaraan yang mubazir namun mungkin bagi yang berkeluarga dan sudah sangat mapan (harus sangat mapan) dan masih menginginkan kendaraan Porsche maka Panamera masih bisa dapat dijadikan opsi sebagai kendaraan.

sexy_back

front_interior seats

Uji Nissan March facelift oleh Team BHP.com

Nissan March (Micra) dalam waktu dekat akan mengalami facelift dan versi facelift sudah sempat terlihat di Bangkok Motor Show pada bulan Maret lalu. Ternyata versi facelift ini sudah dijual di tanah India dan sudah ada review oleh Team-BHP.com. Disini saya coba bantu memberikan gambaran yang dibuat oleh team-BHP dan melihat sejauh mana perubahan dari new Nissan March.

Yang pasti tampilan depan terlihat tidak sefeminin pendahulunya dan ada kecenderungan lebih gagah, kalau saya bilang malah terlihat seperti bagian depan dari Toyota Aygo. Grill mirip dengan new Nissan Grand Livina yang juga baru diperkenalkan ke masyarakat Indonesia. Facelift yang dilakukan memang sebatas kosmetik hanya ditampilan depan serta bagian belakang yang kini menggunakan lampu LED serta bentuk velg yang juga berbeda. Dari samping masih ada tampilan yang sama dengan March terdahulu.

Dari segi interior juga ada sedikit perubahan pada fascia tengah dengan lubang AC kini berbentuk kotak bukan lagi bundar dan bentuk dasbor serta penggunaan setir yang sedikit berbeda.

Mesin masih mengusung 3 silinder 1.2 liter namun untuk versi di India dilengkapi dengan transmisi CVT yang halus yang berasal dari kendaraan diatasnya yaitu Nissan Sunny.

Menurut Team-Bhp tidak ada perubahan yang terlalu signifikan seperti pada Nissan March sebelumnya. Memang transmisi CVT yang ini jauh lebih halus dan tidak terasa adanya hentakan-hentakan berarti pada saat berkendara. Bantingan suspensi bisa dikatakan tidak berbeda dengan versi sebelumnya, jadi jangan harapkan kita bisa mendapatkan pengendalian bak kendaraan yang sporty dengan tingkat grip yang tinggi. Ini adalah kendaraan kecil yang konservatif dan digunakan buat didalam kota.

Mari kita tunggu keluarnya versi facelift di Indonesia dan mengetahui bagaimana dia berkutat dengan jalanan ibukota,