Amsterdam – Stuttgart, leg pertama dalam Euro Road Trip 2013

BMW_X3Mengawali perjalanan ke Munchen pada hari Sabtu 25 Mei 2013 adalah leg pertama yaitu perjalanan dari Amsterdam menuju Stuttgart, alasan pertama adalah karena masih ada jeda waktu 2 hari untuk berada di Munchen dan kebetulan ada kesempatan juga untuk melihat salah satu event utama dari produsen kendaraan sport terkenal Jerman lainnya yaitu Porsche, sehubungan dengan 50 tahun ulang tahun dari Porsche 911.

Namun perjalanan awal dari Belanda bisa dikatakan adalah perjalanan yang sedikit membosankan karena begitu banyaknya batas kecepatan di Belanda dan sangat banyak kamera video yang menghitung seberapa cepat kita berjalan. Dan bagi orang asing bila kita terkena denda maka harus membayar secara tunai di tempat. Satu hal yang sangat tidak saya inginkan karena pernah ada yang kena denda Euro 800 karena melewati batas kecepatan sebanyak 40 km/jam.

Snelweg NLNamun satu hal yang masih menyenangkan dari berjalan di jalan bebas hambatan di Belanda dan Eropa adalah betapa tingginya disiplin jalur yang diambil oleh para pengemudi dimana kita tidak boleh berada terlalu lama pada jalur kiri atau jalur cepat dan harus segera kembali kekanan ke jalur lambat. Sangat berbeda dengan di Indonesia dimana kita harus cenderung zigzag karena pengemudi berjalan pelan di jalur cepat dan juga tidak peduli walau sudah kita kasih lampu agar menepi.

Setelah menempuh perjalanan selama 1 jam 19 menit dari A1 dan A12 (jalan bebas hambatan ditandai dengan awalan A dari Autosnelweg dan diikuti angka, hal yang sama berlaku di Jerman dengan perbedaan angka ganjil adalah Utara ke Selatan dan angka genap adalah Barat ke Timur)  saya sudah tiba di perbatasan Jerman.

BRDSejak diberlakukan sistem perbatasan terbuka maka tidak ada lagi checkpoint imigrasi yang harus kita lewati untuk berpindah dari satu negara ke negara lain didalam Uni Eropa. Memang ada satu tempat peristirahatan tol bernama Elten yang ada di perbatasan Jerman yang masih mempunyai checkpoint imigrasi namun itu sudah terbengkalai beberapa tahun dan tidak terawat sehingga berkesan berada di salah satu film horor dengan tampilan gedung yang dibiarkan apa adanya.

eltenSaya hanya berhenti sebentar di Elten hanya untuk membeli sarapan dan juga membeli sedikit cemilan di perjalanan karena walau dari Amsterdam saya berdua dengan teman dari Malaysia, namun dia hanya akan ikut sampai ke Dusseldorf dan selebihnya saya akan bepetualang sendiri.

Satu hal yang diperhatikan oleh teman saya dari Malaysia adalah pada saat kita melewati perbatasan Jerman dan sudah memasuki Autobahn yang terkenal dengan tidak adanya batas kecepatan, namun dia merasa heran kenapa sepertinya tidak ada yang istimewa dari kesan mistis sang Autobahn.

Yang dia harapkan mungkin ada satu gerbang khusus dengan lampu dan warna-warni yang menyatakan kita telah memasuki Autobahn di Jerman. Namun ternyata tidak ada sama sekali tanda yang menyatakan demikian sehingga bagi dia terasa sedikit mengecewakan. Namun menurut saya ada satu tanda yang menentukan bahwa anda telah memasuki Autobahn yaitu tanda lalu lintas berwarna putih dengan empat strip hitam diagonal.

autobahn eltenBila kita menemukan tanda ini di Jerman, maka bersiap untuk merasakan adrenaline rush yang tinggi yaitu tiba-tiba semua kendaraan melaju dengan sangat cepat. Dan BMW X3 xDrive20d ini cukup dapat memberi dorongan adrenalin. Terutama dengan torsi sebesar 380Nm maka dia dapat berakselerasi dengan lumayan cepat. Kecepatan 180 km/jam tidak terasa dan kita tentu sangat menghargai keahlian rekayasa insinyur Jerman dalam mendesain dan membuat satu kendaraan yang aman,stabli dan tentu nyaman untuk dikendarai.

Ada satu hal juga yang harus diingat adalah bahwa di Autobahn tidak semuanya bebas melarikan kendaraan berapa saja, tetap kita harus waspada dengan perubahan batas kecepatan karena adanya pembangunan atau kita memasuki wilayah pemukiman dimana biasanya kecepatan dibatasi menjadi 100 km/jam. Hal ini karena masalah pengurangan polusi suara.

Setelah merasakan adrenalin berlari 200 km/jam dengan BMW X3 xDrive20d tentu saya mencoba berjalan santai lagi karena masih ada 4 jam dan 19 menit untuk mencapai Stuttgart dan tentu saya tidak akan gila-gilaan membawa kendaraan ini selama 4 jam dengan kecepatan 200 km/jam. Karena tentu akan menghabiskan tenaga kita untuk berkonsentrasi, dan salah satu trik dari berkendara jarak jauh terutama kalau kita sendiri adalah dengan menjaga stamina dan tidak terlalu memaksa kita harus selalu didepan.

Setelah menurunkan teman saya di Dusseldorf dan beberapa kali berhenti untuk sekedar istirahat, buang air dan nikmatin udara segar. Maka saya tiba di Stuttgart dan lebih tepatnya di Zuffenhausen yang merupakan wilayah kota bagian dari Stuttgart dimana Porsche AG bermarkas.

porsche museumDan salah satu bangunan menarik pada saat kita memasuki Zuffenhausen menuju Porschestrasse adalah Porsche Museum yang menampung koleksi dari Porsche serta juga merupakan tempat berkumpulnya para penggemar Porsche. Selain dari mengunjungi museum ini (yang akan saya bahas di artikel terpisah) maka saya juga diberikan kesempatan untuk mencoba salah satu produk Porsche dengan DNA 911 yaitu Porsche Panamera 4S berkat kerjasama antara Porsche Center Jakarta dan Porsche Asia Pacific.

Mari kita tunggu cerita menarik selanjutnya mengenai Stuttgart dan Zuffenhausen serta tentu bagaimana rasanya membawa Porsche Panamera 4S di negeri Porsche.

 

 

 

Advertisements

Peluncuran PROTON Preve di Indonesia

Preve_frontPT PROTON Edar Indonesia (PEI) akhirnya meluncurkan model global terbaru mereka di Jakarta yaitu PROTON Preve. Yang dipasarkan di Indonesia sementara ini adalah versi Preve Premium yang menggunakan mesin 1.6 Campro CFE (Charge Fuel Efficiency) dengan turbo yang dapat menghasilkan tenaga 138ps serta torsi maksimum 205Nm dan dilengkapi dengan transmisi 7speed Protronic dengan Paddle Shift.

Preve sendiri mempunyai kelas setara dengan Corolla Altis dan Civic kalau melihat dari segi dimensi kendaraan yaitu panjang kendaraan 4543mm, lebar 1786mm dan tinggi 1524mm namun mempunyai harga yang sangat bersaing dengan sedan 1500 cc yaitu dibawah Rp 285 juta on the road.

back_preveMungkin kalau sekedar melihat harga akan terlihat sangat mahal bagi sebuah PROTON tapi kalau dilihat dari segi fitur kendaraan bisa dikatakan sangat value for money yang tinggi. Selain dimensi yang lega, segi desain cukup sportif namun elegan dengan kecenderungan selera Eropa yang mempunyai garis-garis yang bersih. Penggunaan empat airbag, ABS-EBD, Electronic Stability Control (ESC) menambah keamanan kendaraan ini terutama dengan diraihnya ANCAP (Australian New Car Assessment Program) 5 bintang. Lucunya kalau dilihat dengan seksama pada pilar pintu sepertinya Preve Indonesia sama dengan versi Australia yang dilengkapi dengan enam airbag dan bukan empat seperti versi Malaysia.

interior_preveDari segi interior penggunaan bahan juga sangat berbeda dengan dasbor yang soft touch dan cukup berkualitas, head unit 2 DIN yang menggunakan navigasi, USB dan Bluetooth connection semakin menambah kenikmatan berkendara. Penggunaan tombol start stop dan keyless entry semakin menambah tingginya fitur yang ada pada Preve.

Yang pasti akan sangat menarik sejauh mana model ini dapat diterima masyarakat Indonesia. Kalau dari segi model, harga dan pengendaraan seharusnya dapat diterima dengan baik.

side_preve

 

 

 

Ralat: BMW X3 xDrive20d bukan BMW X3 2.0D X-Drive…apa arti sebuah nama

X3_wheelsTernyata saya mendapat sedikit teguran dari pihak BMW Indonesia sehubungan dengan artikel yang saya tulis sebelumnya dengan penamaan produk yang tidak sesuai dengan penamaan yang semestinya. Pada artikel sebelumnya saya tulis BMW X3 2.0D X-Drive dan seharusnya adalah BMW X3 xDrive20d. Kalau dipikir-pikir apa sih arti sebuah nama. Kan sama saja menunjukkan bahwa ini adalah kendaraan BMW dengan tipe X3 yang memakai mesin 2 liter diesel dengan penggerak empat roda (xDrive).

Well sebenarnya ada betul dan tidaknya. Betul bahwa mesin yang digunakan adalah mesin 2 liter diesel namun ada juga yang salah karena sekarang ini penamaan tipe kendaraan BMW tidak lagi menunjukkan kapasitas mesin. Namun justru menunjukkan performa mesin. Contoh kalau saya tulis BMW X3 2.0d maka yang akan dipikirkan adalah ini adalah BMW dengan mesin X3 dengan mesin 2 liter diesel namun dengan penamaan BMW X3 xDrive20d maka  menurut BMW menunjukkan bahwa X3 ini menggunakan mesin yang mempunyai tenaga setara dengan mesin 2 liter. Bahwa kebetulan dia memakai mesin 2 liter adalah hal yang lain.

emblem 328iContoh yang mungkin lebih terlihat adalah tipe BMW 328i, kalau kita mengingat penamaan versi lama maka yang akan teringat ini adalah BMW Seri 3 dengan mesin 2800cc.dan enam silinder segaris Namun pada kenyataannya mesin yang digunakan adalah mesin BMW TwinPower Turbo 2 liter empat silinder segaris, namun dengan tenaga yang mampu melebih mesin enam silinder BMW yang 2500cc yaitu tenaga sebesar 245hp. Mesin yang sama juga terpasang pada BMW 320i – ini penamaan yang sesuai – namun tenaga yang dihasilkan juga menyamai tenaga mesin 2 liter yaitu 184 hp.

M135i emblemHal yang sama berlaku pada BMW M135i dimana mesin yang digunakan adalah mesin 3 liter enam silinder segaris namun mempunyai tenaga menyamai mesin 3500cc dengan tenaga 320hp dan torsi 450Nm. Pada BMW 335i tenaga ini diturunkan menjadi 306 hp dan torsi 400Nm. Harap diingat karena ada tambahan indikasi M pada M135i yang menunjukkan kendaraan ini telah mengalami “tuning” pada mesin oleh ahli-ahli BMW M GmbH.

c250Namun penamaan yang tidak sama dengan cc tidak hanya berlaku bagi BMW namun juga kendaraan premium lain seperti Mercedes Benz. Contohnya MB C180 dulu memang bermesin 1800 cc atau C200 bermesin 2000cc. Kini penamaan ini berbeda. C180 menggunakan mesin 1800 cc dan menghasilkan tenaga yang sama dengan mesin 1800cc yaitu 135 kw dan torsi 250Nm. Namun bagi MB C250 maka dia tetap menggunakan mesin 1800cc namun dengan tenaga setara mesin 2500cc yaitu tenaga 150kw dengan torsi 310Nm.

So sebaiknya kita perlu lebih teliti melihat emblem penamaan dan saya juga berhati-hati dalam menampilkan berita 🙂

BMW X3 xDrive 20d…sang penjelajah Amsterdam-Munchen-Amsterdam

BMW_X3Sekarang saya coba menceritakan sedikit mengenai senjata penjelajahan saya yaitu BMW X3 xDrive 20d yang disediakan oleh BMW Nederland menemani saya menuju markas utama BMW di Munchen. Kebetulan kalau masih ingat artikel test review saya yang sebelumnya yaitu pengetesan BMW X3 xDrive 20d dengan Business Package di Indonesia. Maka untuk saat ini saya diberikan yang versi High Executive. Perbedaan utama adalah dari segi fitur seperti penggunaan Bi-Xenon Lights dengan Rain dan Light Sensors, BMW Navigation Professional dengan BMW Connected Drive, Oyster Nevada Leather dengan Sports Seats, Velg 19″ dengan Tire Pressure Monitor (kalau tidak salah dilengkapi dengan Run Flat Tyre), warna Tiefseeblau metallic yang tidak dijual di Indonesia namun ternyata indah dipandang. Saya kurang tahu apakah cuaca Eropa mempengaruhi warna biru atau tidak namun tentu saya pengen juga melihat warna ini di Indonesia.

BMW_X3_backSeperti saya katakan tampilan warna ini membuat X3 terlihat lebih mewah terutama dengan velg 19″ yang menambah sporty. Pengunaan mesin 2 liter diesel empat silinder TwinPowerTurbo yang dapat menghasilkan tenaga sebesar 185hp pada 4000rpm dan torsi maksimal sebesar 380Nm pada 1750-2750 rpm membuatnya menjadi lincah dalam berkendara. Mesin ini sama persis dengan yang dijual di Indonesia namun masalah kualitas BBM lebih baik tentu membuat performa dari X3 jauh lebih sempurna. Akselerasi untuk kendaraan diesel cukup cepat yaitu 8,5 detik untuk mencapai 100km/jam dari diam serta kecepatan puncak setinggi 210 km/jam. Hal ini dapat dicapai dengan mudah di Autobahn dan pasti akan kesulitan untuk dicoba di keramaian Jagorawi atau tol Cikampek.

Sangat beruntung masih diberikan versi transmisi otomatis delapan percepatan untuk X3 ini, karena biasanya di Eropa transmisi ini adalah opsional dan di Indonesia merupakan hal yang standar menggunakan transmisi otomatis pada kendaraan premium. Tapi seharusnya bisa menjadi hal yang menarik mencoba X3 versi transmisi manual yang notabene tidak dijual di Indonesia.

Interior_X3Dari tampilan dasbor penggunaan setir sport pada X3 ini memberikan rasa genggaman yang sangat baik dan kita merasa bahwa kita sangat bisa mengendalikan Sports Activity Vehicle ini. Penggunaan layar 8,8 inci serta adanya fasilitas Internet connection pada BMW ini semakin memudahkan dalam mengakses berbagai macam data. Hal ini terutama terasa pada saat kita mencoba melihat beberapa Points Of Interest yang tidak tersedia dalam navigasi namun dapat dicari dengan Google Search.

Selain fasilitas Google Search ada juga fasilitas menarik dari konektivitas ini yaitu dapat melihat ramalan cuaca di wilayah sekitar kita ataupun tujuan akhir kita. Mungkin hal ini kita akan anggap lalu di Indonesia namun untuk Eropa mengetahui ramalan cuaca tentu dapat membuat kita mempersiapkan diri dengan lebih baik daripada menebak tidak hujan atau dingin dan ternyata malah hujan dan dingin.

Fasilitas Traffic Information yang terintegrasi dengan BMW Navigation semakin mempermudah kita mengetahui keadaan perjalanan kita dan bahkan navigasi akan melakukan kalkulasi penyesuaian waktu perjalanan kita. Benar-benar sangat menyenangkan.

Front seatsPerjalananan jauh tentu harus didukung dengan kenyamanan kendaraan yang mumpuni dan itu terasa dari penggunaan Sports Seats pada BMW X3 ini yang membuat kita duduk dengan nyaman pada perjalanan jauh. Terutama penggunaan Nevada Leather dengan warna Oyster semakin menambah kemewahan dari versi X3 ini. Sedikit disayangkan penyetelan masih harus dilakukan secara manual.  Posisi belakang juga cukup leluasa untuk perjalanan jauh dan penambahan gorden pada jendela tengah semakin menambah ekslusivitas dari BMW X3 ini sebagai kendaraan touring jarak jauh.

Pencatatan penggunaan BBM selama perjalanan sepanjang hampir 2000km mencapai 1:14 liter bahan bakar Diesel. Dan kalau dipikir termasuk irit karena ada beberap kali saya memacunya sampai kecepatan puncak yaitu 210 km/jam yang tentu menuntut penggunaan bahan bakar yang lebih banyak.

back_seatTentu semua opsi ini tidak murah dan bedanya dengan di Indonesia, kita bisa memesan kendaraan sesuai dengan keinginan kita asal kita mau bersabar menunggunya. Harga dasar dari BMW X3 xDrive20d adalah sebesar Euro 57,430 namun versi yang saya uji sudah dilengkapi dengan paket High Executive  serta berbagai macam opsi dijual dengan harga kira Euro 72,000 atau Rp 942,263,000 yang berarti jauh lebih mahal dibanding yang dijual di Indonesia yaitu Rp 818.000.000 off the road. Jadi kendaraan BMW yang dijual di Indonesia tidaklah lebih mahal dari yang dijual di Eropa dengan spesifikasi yang mungkin menyamai bahkan bisa melebihi.   Namun tentu dengan fleksibilitas opsi yang diberikan sebuah perusahaan mobil kepada pelanggan, maka kita sendiri dapat menentukan apa saja yang kita inginkan didalam kendaraan kita sesuai budget yang ada.

X3_wheels

Tunggu cerita-cerita menarik berikutnya dari saya.

Mengawali perjalanan Amsterdam-Stuttgart, menjemput X3 di BMW Amsterdam.

AmstedamAkhirnya saya berkesempatan untuk menulis perjalanan saya selama di Eropa selama 2,5 minggu. Baik suka dan dukanya. Walaupun banyak merasa saya sangat beruntung bisa jalan-jalan dan mencoba kendaraan terbaru di Jerman dan Belanda namun masih ada beberapa suka dan dukanya. Setelah menempuh perjalanan melelahkan dari Jakarta menuju Amsterdam dengan pesawat KLM. Maka saya tiba pada pagi hari jam 06.00 di Amsterdam. Cuaca juga masih sangat dingin yaitu 8 derajat celcius dan berkabut. Seperti yang terlihat di gambar yang diatas. Agak suram, dingin dsb. Dan bahkan dikatakan ini adalah bulan Mei terdingin di Belanda selama 120 tahun.

Minggu pertama ini adalah untuk memenuhi undangan konferensi serta rapat untuk pekerjaan saya. Setelah pekerjaan selesai baru hal-hal yang menyenangkan yang akan dilakukan. Saya tentu sudah tidak sabar menunggu hari Jumat dimana saya bisa menjemput kendaraan yang akan membawa saya dalam perjalanan panjang dari Amsterdam menuju Munchen. Singkat cerita, karena masalah konferensi akan membosankan, tibalah kita pada hari Jumat 24 Mei 2013 dimana saya diminta oleh BMW AG menjemput kendaraan di dealer BMW Amsterdam yang terletak di Pieter Braaijweg 2, Amsterdam Amstel Business Park.

BMW Dealer Amsterdam_2Kebetulan Jum’at itu cuaca sedikit cerah dan saya bisa melihat dengan jelas seperti apa standar dealer BMW yang ada di Eropa. Kalau dilihat sangat berbeda dengan di Indonesia dimana BMW Amsterdam menggunakan konsep full glass seperti sebuah gallery atau hanggar dimana kita bisa melihat hampir semua tipe BMW yang dijual dan ini mungkin pertama kali saya lihat sebuah dealer dengan begitu banyak pilihan BMW.

BMW Dealer AmsterdamBMW Amsterdam juga bergabung dengan dealer MINI Amsterdam sehingga terlihat ini adalah dealer yang cukup besar. Selain BMW dan MINI baru. Dealer ini merupakan salah satu dealer bagi BMW M serta juga melayani BMW Premium Selection yang merupakan kendaraan bekas BMW yang diperiksa secara seksama dengan 72 kriteria.  Kalau kita lihat didalam gambar maka bagian yang terparkir kendaraan dinamakan “Het Dek” atau bisa disebut Anjungan dalam bahasa Indonesia. Dimana semua kendaraan BMW dalam hal serah terima servis ataupun penyerahan kendaraan baru dilakukan diatas “Dek” tersebut. Tujuannya agar pelanggan serta sales consultant atau service advisor dapat memberikan keterangan yang jelas perihal kendaraannya. Tentu dek ini juga sangat leluasa untuk kita bergerak.

Memasuki dealer BMW Amsterdam saya disambut oleh resepsionis yang ramah yang langsung mencoba membantu mencarikan PIC dimana saya harus menerima kendaraan. Tentu diminta menunggu dengan hidangan Capuccino yang sangat nikmat. Sambil menunggu saya coba mengamati seperti apa dealer BMW Amsterdam ini dan apa yang membedakannya dengan dealer-dealer di Indonesia.

Coffee time BMWSatu hal yang sangat menyenangkan adalah adanya lounge yang cukup luas dan terang (karena penggunaan kaca yang banyak) sehingga membuat betah pelanggan berlama-lama didalam dealer, satu hal yang mungkin agak masih menjadi impian di Indonesia.  Satu hal yang sangat menarik adalah ditempatkan salah satu heritage BMW yaitu BMW Isetta yang merupakan salah satu kendaraan paling kompak yang dikeluarkan BMW pada tahun 1955.

Isetta_BMW_AMSNamun tidak melupakan menempatkan kendaraan terbaru mereka dekat dengan lounge yaitu BMW 320i Touring, sehingga bagi yang sedang duduk-duduk menunggu kendaraan sedang diservis dapat melihat kendaraan baru dengan leluasa. Memang disediakan seksi khusus bagi kendaraan-kendaraan yang dijual. Namun ini bisa dikatakan merupakan salah satu trik psikologis dimana biasanya seorang pelanggan yang sedang melakukan servis kendaraan tidak serta merta ingin membeli kendaraan baru. Namun perlu dibangkitkan sedikit rasa ingin tahunya dia dengan semacam teaser seperti ini.

BMW_AMS_3_TouringSetelah menghabiskan Capuccino-nya. Saya disambut oleh Dave da Costa, PIC yang menyerahkan BMW X3 xDrive20d kepada saya. Dan diminta untuk mengikutinya ke “Dek” untuk mendapatkan penjelasan lebih lanjut. Walau saya sudah terbiasa dengan BMW namun tentu menjadi hal menarik untuk mengetahui bagaimana Standar Prosedur dari pengenalan produk di Belanda. Dan bisa saya katakan standar yang digunakan sangat tinggi dan mengikuti dengan seksama “Six Step Vehicle Walk Around” yaitu memberi penjelasan secara mendetail mengenai produk yang kita gunakan serta apa menjadi keunggulan serta kenapa didesain sedemikan rupa tentu dengan tata cara pengoperasian kendaraan.

Salah satu pertanyaan yang timbul kemudian adalah bagaimana caranya menggunakan BMW Routes yang ada di BMW Connected Drive. Ternyata untuk hal tersebut ada petugas khusus lagi yang dinamakan BMW Product Genius.

BMW GeniusDan BMW Product Genius adalah salah satu konsep terbaru dari BMW dalam melayani pelanggan. BMW Product Genius sendiri bekerja berdampingan dengan Sales Executive atau Business Manager dalam membantu menjelaskan berbagai macam aspek yang ada didalam kendaraan BMW. Karena konsep “satu orang mengetahui semuanya” sudah tidak dapat diterapkan lagi mengingat begitu tingginya fitur yang ada didalam kendaraan saat ini terutama adanya fitur-fitur yang tersembunyi di BMW.

BMW Product Genius adalah orang-orang muda yang sangat paham dengan teknologi dan dapat berkomunikasi dengan sangat baik kepada pelanggan mengenai teknologi atau fitur yang ada pada kendaraan seperti masalah EfficientDynamics, BMW Connected Drive, Head Up Display dan sebagainya. Kita bisa mengenali mereka dari Polo Shirt atau Jaket yang bertuliskan BMW Genius. Tentu dengan adanya BMW Genius sedikit dapat membantu mengurangi “tekanan penjualan” yang biasanya dihadapi seorang pelanggan pada saat berhadapan dengan sales executive.

Setelah mendapatkan penjelasan yang mendetail mengenai BMW Connected Drive tentu saya sudah sangat siap untuk melakukan petualangan pertama saya yaitu perjalanan dari Amsterdam menuju Stuttgart. Tentu akan saya ceritakan dalam artikel yang terpisah 🙂

BMW_X3

Segera Update

Para pembaca yang terhormat, saya sudah kembali ke Jakarta dan akan segera melengkapi cerita perjalanan selama di Eropa, mohon maaf atas keterlambatan karena ternyata selama disana banyak hal yang terjadi sehingga menunda penulisan selama disana

Berikut sedikit oleh2 dari Eropa IMG_3935 IMG_3969 IMG_4057 IMG_4087 IMG_4219 IMG_4269 IMG_4288