Test Drive: Ford Focus 2.0L Titanium (sedan), biarkan kendaraan menuntun Anda.

17_1_2013 004Walau sudah lama saya lakukan review terhadap mobil ini namun baru sekarang saya sempat untuk menulisnya di blog saya.  Anda mungkin pernah melihat iklan Ford Focus bisa berhenti tanpa menginjak rem serta memarkir sendiri dan itu juga telah menjadi target saya untuk mengenal Ford Focus ini dengan lebih mendalam.

Ford Focus yang sekarang masuk ke dalam generasi ketiga dari Ford Focus dan kita lihat dia mengalami pembesaran ukuran dari versi sebelumnya. Yang menarik adalah bahwa dengan Ford Focus yang ketiga maka versi Focus Eropa dan Focus Amerika Serikat sudah tidak ada. Dimana sebelumnya memang ada dua versi dari Ford Focus yang beredar.

Kiri: Focus generasi ke-2 European versionKanan: Focus generasi ke-2 US version

Kiri: Focus generasi ke-2 European version
Kanan: Focus generasi ke-2 US version

Kita lihat sangat berbeda aspek desain dari US  dan European version dimana selera Eropa biasanya berupa kendaraan yang kompak, sporty dengan handling yang luar biasa sementara US lebih kearah elegan atau mewah dan kecenderungan tidak memikirkan ride and handling yang memadai.  Masalah ride and handling memang menjadi hal yang jadi main selling point dari Ford Focus terutama versi pertama dan kedua di Eropa namun dengan versi ketiga yang harus kompromi dengan dua benua yang berbeda maka Ford Focus yang sekarang bisa dikatakan sedikit lebih empuk suspensinya, masih ada rasa grip yang luar biasa kuat namun bantingan dari Focus gen-3 ini jauh lebih nyaman dan hal ini dibuktikan pada saat dikendarai di fly over Antasari yang memang merupakan jalan yang bumpy dan benar-benar bisa menguji kenyamanan suspensi suatu kendaraan.

Dari sisi eksterior generasi ke-3 ini memang terlihat besar yaitu panjang keseluruhan 4534mm, lebar 1831mm, tinggi 1483mm dengan jarak sumbu roda 2648mm membuat dia lebih pendek 6mm dari Corolla Altis dan Civic namun lebih lebar +70mm dari keduanya dengan jarak sumbu roda yang lebih panjang 48mm sehingga lebih lega dari segi legroom dan kenyamanan berkendara.

IMG_143617_1_2013 023

Ruang bagasi dari Ford Focus Sedan cukup fleksibel dan lega dan mampu membawa peralatan / bagasi kita pada saat mudik. Penggunaan material interior dari Focus Sedan juga sangat baik terutama dalam spek Titanium ini yang menggunakan bahan kulit untuk keseluruhan joknya serta dilengkapi sunroof dan electric adjusted seating. Yang mungkin sedikit disayangkan tidak adanya pilihan warna interior selain beige. Memang warna beige membuat interior terasa lebih lega namun juga menjadi cepat kotor. Saya pribadi lebih senang dengan interior yang hitam dengan eksterior yang terang agar memberi rasa kontras yang baik. Desain jok depan sangat ergonomis dan nyaman dan tidak terasa letih pada saat perjalanan jarak jauh, namun memang pengemudi pasti mempunyai selera berkendara yang berbeda-beda dan menurut saya sendiri jok depan kurang dapat diturunkan sejauh mungkin agar ada rasa seperti dibekap didalam kendaraan.

17_1_2013 006

 

Material dasbor yang digunakan merupakan soft touch sehingga tidak ada kesan murahan dari dasbor Ford Focus Titanium namun mungkin desainnya sendiri membutuhkan sedikit waktu agar kita menyenanginya. Bagi gadget freaks mungkin sangat senang karena desain yang sangat berbeda bahkan tombol di console tengah membuatnya seperti sebuah gadget yang besar namun bagi calon pemilik yang konservatif akan kesulitan menggunakan / mengoperasikan beberapa fungsi tombol pada Ford Focus ini.

17_1_2013 008 17_1_2013 012Selain monitor ditengah yang dapat menampilkan berbagai informasi kendaraan serta tampilan SYNC, pada Focus ini juga diberikan Multi Information Display pada cluster instrument yang sangat informatif dan lengkap, bahkan tampilan detail sangat menarik. Di MID tersebut kita dapat mengubah berbagai macam setting atau menentukan informasi apa saja yang ingin kita tampilkan hanya dengan toggling pada tombol setir dan tombol setir juga dibuat sedemikian rupa sehingga dapat dinavigasi dengan berbagai macam arah. Bisa dikatakan mirip dengan i-Drive pada BMW namun bendanya diletakkan pada setir dan consol tengah di Head Unit.

Ada satu tampilan yang menarik pada MID di Focus yaitu masalah konsumsi bensin. Hal ini sangat penting karena kita selalu dijebak kemacetan dan kita tentu ingin tahu seberapa boroskah kendaraan kita. Salah satu yang menarik adalah tampilan konsumsi bensin per jam. Ini terlihat pada saat saya bermacet ria di tol JORR dan kemudian indikator menunjukkan berapa konsumsi saya per jam karena diam di jalan. Bayangkan bahwa 1,2 liter bensin bisa habis dalam waktu 1 jam apa jadinya kalau kita berhenti sampai 6 jam karena macet dan hanya membuang bensin dengan percuma.

17_1_2013 030

Tapi selain penampilan informasi seperti ini hal yang menarik dari Ford Focus tentu adalah penggunaan Active Park Assist dimana kendaraan akan mencari parkiran paralel yang kira-kira cukup lega untuk Focus dan akan memarkirkan secara otomatis. Caranya adalah pada saat kita mau memarkir secara paralel kita tekan tombol P pada dasbor dimana nanti kendaraan akan melakukan scanning ke semua ruang yang ada pada sisi jalan untuk bisa parkir paralel. Bila kendaraan menemukan space yang sesuai maka pada dasbor tengah akan tampil informasi bahwa ruang parkir ditemukan dan diminta memindahkan posisi transmisi dari D ke R (dalam hal ini versi otomatis) dan kemudia perlahan melepas rem. Kita cukup membiarkan magic berjalan dan kendaraan akan memposisikan diri kedalam ruang parkir. Saya sendiri sempat agak takut juga takutnya si Focus menabrak kendaraan dibelakang karena mundurnya cukup cepat.

Namun disini kita dituntut untuk tetap waspada dengan meletakkan kaki kita secara standby di rem. Setelah kendaraan memposisikan diri maka tinggal memindahkan dari R ke D agar kendaraan dapat merapihkan parkirnya.

Selain dari Active Park Assist, Focus juga dilengkapi dengan Active City Stop dimana kendaraan akan melakukan pengereman secara otomatis pada saat dia mendeteksi ada kendaraan melambat atau berhenti didepan kita dan kita diindikasikan tidak melakukan pengereman. Tadinya saya berpikir tidak bisa merasakan Active City Stop di Jakarta namun ternyata ada momen dimana sensor ini ternyata dapat aktif. Hal ini terjadi karena ada motor tiba-tiba melaju didepan saya dan kemudian rem mendadak. Sehingga Focus otomatis melakukan pengereman. Jadi kesimpulannya adalah bahwa sensor ini cukup berguna di Jakarta.

Selain keamanan aktif, Focus juga dilengkapi berbagai macam perlengkapan keamanan seperti 6 airbags,  Electronic Stability Control, ABS-EBD dan BA, Hill Assist, Blind Spot Information System (BLIS) etc. Mesin sendiri menggunakan dua versi yaitu 1.6 liter dan 2.0 liter. Dalam hal ini Focus dilengkapi dengan mesin 2.0 liter, DOHC Ti-VCT GDI empat silinder yang dapat menghasilkan tenaga sebesar 170 PS pada 6600 rpm dengan torsi puncak 202 Nm pada 4450 rpm.  Harga yang diminta untuk Ford Focus Titanium adalah sebesar Rp 370 juta on the road, masih lebih murah dibanding pesaing Jepang.

17_1_2013 027 17_1_2013 025 17_1_2013 019 17_1_2013 016 17_1_2013 014 IMG_1452
IMG_1422 IMG_1423 IMG_1427

IMG_1426 IMG_1429 IMG_1430 17_1_2013 007

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s