Test Drive: VW Polo 1.4 A/T

Mohon maaf atas tidak adanya foto khusus dari VW Polo pada saat review berhubung saat itu Jakarta dilanda hujan deras dan pada saat peminjaman tidak memungkinkan dilakukan sesi foto. Namun saya coba bahas sedikit mengenai VW Polo yang mulai menjadi sedikit populer di Jakarta dan dipasarkan oleh VW sebagai My First German Car atau mobil Jerman saya yang pertama. Saya sendiri mengingat VW Polo sewaktu masih tinggal di Belanda yaitu VW Polo Mk1 dan VW Polo Mk2. Kebetulan ayah saya memiliki versi Coupe yaitu VW Derby

Polo mk fam

Kiri atas: VW Polo Mk1 Coupe, Kanan atas : VW Polo Mk2 Wagon                                                                                             Kiri bawah VW Derby , Kanan bawah: VW Polo Mk2 CoupVW Polo Mk 1

VW Polo Mk1 dan VW Derby dikeluarkan pada tahun 1975 sampai dengan 1979 dan VW Polo Mk2 diproduksi dari 1981 sampai dengan 1990. Polo sendiri mengalami beberapa kali perubahan hingga yang saat ini generasi ke 5 dengan kode Typ 6R.

VW Polo sendiri merupakan kendaraan segmen B atau small hatchback dan di Eropa berhadapan secara langsung dengan Ford Fiesta, Opel Corsa, Renault Clio dan Peugeot 207.  Seiring perkembangan maka kendaraan juga semakin besar dan ini jelas terlihat pada VW Polo yang sekarang yang mempunyai ukuran yang cukup mumpuni yaitu panjang keseluruhan 3970mm, lebar 1901mm dan tinggi 1682 mm digabung dengan jarak sumbu roda 2470mm bisa dikatakan cukup lega buat kendaraan kompak.

Di Indonesia tentu kendaraan ini akan berhadapan langsung dengan Honda Jazz atau Toyota Yaris serta Swift dan kalau lihat kapasitas mesinnya yang 1.4 liter empat silinder direct injection yang dapat menghasilkan tenaga 85 hp pada 5000 rpm dan torsi maksimum 132Nm pada 3800rpm tentu bisa dianggap kalah dibanding kompetitor Jepang, namun mesin ini dilengkapi dengan transmisi 7-speed DSG yang merupakan salah satu transmisi semi otomatik terbaik didunia dengan sistem Dual Clutch Gearbox. Perpindahan gigi termasuk akurat dan cepat dan tenaga yang dihasilkan VW Polo ini cukup mumpuni walau pada saat kita diam ingin bergerak ada terasa seperti turbo lag atau pelan. Namun setelah kita bisa mencapai torsi maksimum kendaraan ini dapat melaju dengan sangat baik. Kecepatan maksimal bisa mencapai 177 km/jam dengan akselerasi 11,9 detik dari 0-100km/jam cukup mengesankan. Memang disayangkan bukan versi 1.2 TSI yang dipasarkan di Indonesia dan hanya versi 1.4 MPI. Namun seperti kendaraan Jerman pada umumnya membawa kendaraan kompak ini pada kecepatan tinggi cukup aman dan tetap stabil.

Yang paling mengesankan dari VW adalah tingkat kualitas pembuatan kendaraan yang masih belum tersaingi perusahaan lain dan hal ini juga berlaku bagi VW. Desain dasbor yang sederhana namun dengan penggunaan material yang berkualitas tinggi seperti penggunaan soft touch dashboard dan penambahan damper pada glovebox membuat kendaraan kompak ini seperti kendaraan premium. Penggunaan jok yang sangat ergonomis menambah kenikmatan berkendara serta adanya pengaturan reach and rake pada setir menambah mudah mendapatkan posisi duduk yang terbaik. Duduk di kursi belakang bisa dikatakan cukup bila membawa 2 orang dewasa atau sekedar membawa dua anak kalau masih merupakan keluarga kecil.

Yang tidak bisa dipungkiri adalah fitur keamanan yang tersedia di VW Polo mulai dari dual airbag, ABS, EBD, serta adanya ESP sebagai fitur standar. Velg 15 inci yang tersemat pada Polo membuatnya terlihat sporty namun tetap elegan. Grip dari ban ini cukup baik dan terasa cukup menyenangkan bila dibawa dijalanan berkelok, ada sedikit understeer dan torsi yang kecil memang memaksa kita untuk harus “tega membejek” mesin 1.4 liternya namun untuk penggunaan sehari-hari saya kira VW Polo termasuk cukup baik.

Dari segi harga, hmmmm memang agak mahal dengan harga OTR sebesar Rp 235 juta, namun yang harus diingat ini adalah kendaraan Jerman dengan kualitas buatan yang tinggi serta fitur keamanan yang cukup mumpuni. Yang tidak didapat dari kendaraan Jepang adalah “the brand” yang terlihat bergengsi dibanding merek sejuta umat. Namun itu adalah selera dari masing-masing pembeli.

Bila anda ingin menikmati kendaraan dan tidak memikirkan untuk langsung menjual silahkan ambil VW Polo, bila pertimbangan Anda sebelum membeli kendaraan adalah menjualnya kembali nah lebih baik ambillah kendaraan Jepang.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s