Analisa Awam: Kira-kira PROTON arahnya kemana

Mungkin pembaca sudah berkali-kali baca postingan saya mengenai PROTON dan mungkin sekarang saatnya saya coba membuat analisa dari sisi awam saja berdasarkan berita-berita yang beredar dan apa yang dilakukan PROTON saat ini. Mungkin ini dapat jadi kenyataan mungkin juga tidak, namanya juga analisa orang awam.

Jadi seperti kita ketahui, PROTON sendiri didirikan tahun 1982 di Malaysia dan mengeluarkan mobil pertama di tahun 1985 berupa PROTON Saga yang merupakan turunan dari Mitsubishi Lancer. PROTON bekerjasama dengan Mitsubishi Motors Company dalam hal pengembangan kendaraan.

Mitsu proton

PROTON mencapai puncaknya di tahun 90-an terutama dengan pengembangan dari plant Shah Alam yang dapat merakit sekitar 230.000 unit kendaraan per tahun serta dilakukan akusisi Lotus Engineering pada tahun 1996 yang melakukan pengembangan dalam hal desain kendaraan, sasis, mesin dan suspensi. Bahkan logo seiring waktu berubah. Dimana pada tahun 2000 mengambil bentuk yang seperti saat ini namun masih menggunakan unsur warna cobalt blue dan gold.

Namun seiring waktu dengan perjalanan PROTON, hubungan antara PROTON dan Mitsubishi semakin kurang harmonis akibat tidak adanya transfer teknologi yang memadai dan kerjasama  antara Mitsubish dengan PROTON diakhiri di bulan Maret 2004, dimana masing-masing 7,93% saham dari Mitsubishi Motors Corporation dan Mitsubshi Corp dilepas. Pada akhirnya sisa 15,86% saham dilepas oleh Mitsubishi Corp yang dibeli oleh Khazanah Nasional yang sebelumnya sudah mempunyai mayoritas saham sebesar 42,7%.

Khazanah PROTON

Mulai saat ini maka kepemilikan saham mayoritas berada dibawah tangan Khazanah Nasional, Berhad yang merupakan Badan Usaha Milik Negara  (BUMN) Malaysia dan memerlukan beberapa partner strategis demi meningkatkan kinerja dari PROTON. Pada bulan Oktober 2004 terjadi  pembicaraan antara Volkswagen AG  dengan Khazanah yang tertarik dengan PROTON dan sempat terjadi pembicaraan perihal kerjasama strategis antara PROTON dengan VW AG.  Dengan kerjasama ini PROTON dapat mengakses semua teknologi dan platform dari VW AG dengan imbal balik dimana VW dapat menggunakan fasilitas Tanjung Malim yang mempunyai kapasitas produksi sebesar 150.000 unit per tahun dengan empat model bersamaan sehingga dapat meningkatkan tingkat kehadiran dari VW di Asia Tenggara dan Asia. Sesuatu hal yang sangat ingin mereka lakukan mengingat besarnya pasaran di Asia Tenggara dan kuatnya tingkat kehadiran dari merek Jepang seperti Toyota, Honda dan Suzuki.

line up 85

Namun pembicaraan antara VW dan PROTON mengalami maju mundur karena kepentingan nasional yang dimiliki oleh pemegang saham utama PROTON karena pada kenyataan VW lebih menginginkan menjadi pemilik dari PROTON dibanding sekedar menjadi partner strategis. Dan pembicaraan ini kemudian berlanjut di 2007 dimana pada 26 Januari 2007 ada kabar bahwa VW AG akan membeli 51% saham PROTON namun pada 20 November 2007 VW membatalkan niat ini sehingga mengakibatkan penurunan saham PROTON sebesar 19% yang merupakan penurunan terbesar bagi perusahaan ini.

Adanya hal seperti ini tentu perusahaan harus membuat langkah-langkah baru agar dapat dipercayai kembali oleh pasar dan tentu dengan mencoba melakukan pengembangan produk serta kerjasama dengan pihak-pihak yang lain. Pada tahun 2008, PROTON mencoba kerjasama dengan Detroit Electric untuk pengembangan mobil listrik, ini tentu seiring dengan perhatian dunia terhadap semakin langkanya minyak dan juga untuk menjaga kelestarian alam. Target dari kerjasama ini adalah dapat memproduksi setidaknya 30.000 kendaraan di tahun 2010 yang menggunakan tenaga listrik, namun hal ini belum terlihat.

Pada tahun 2009, PROTON mengadakan kerjasama dengan perusahaan China Jianhua Youngman Automobile Manufacturing untuk melakukan rebranding kendaraan di pasaran China dengan menggunakan nama Youngman Lotus dan Europestar. Tentu ini dalam upaya menembus pasaran China yang sangat potensial. Dan bersama Youngman ini ada beberapa turunan kendaraan yang mungkin menarik bagi lini PROTON seperti adanya versi sedan mid size dan SUV

YL

Namun walau adanya kerjasama seperti ini masih belum mampu untuk meningkatkan market share dari PROTON karena masih banyak model lama yang digunakan serta sedikitnya kemampuan finansial yang dimiliki oleh perusahaan. Pada tahun 2009 memang ada model MPV pertama yang dikeluarkan oleh PROTON yaitu PROTON Exora dengan mencoba memasuki pasar yang terbesar untuk MPV yaitu Indonesia namun pasaran Ekspor sangat berbeda dibanding dengan pasar domestik di Malaysia yang akan lebih mengutamakan kualitas, desain serta after sales yang kuat. Dan untuk melakukan hal tersebut tentu diperlukan sokongan finansial yang kuat.

Sehingga pada akhirnya Khazanah memutuskan untuk melepas sahamnya di PROTON kepada penawar tertinggi tentu yang mempunyai pengalaman yang kuat di bidang otomotif. Keluar sebagai pemenang adalah DRB-HICOM yang mengambil alih manajemen PROTON di bulan Januari 2012 dengan nilai pembelian sebesar USD 413, 1 juta dan menguasai sekitar 42,74% saham Khazanah.

Dengan kepemilikan baru tentu akan timbul corporate culture yang baru serta manajemen yang baru dan DRB-HICOM sebagai perusahaan swasta murni tentu harus merubah keseluruhan cara kerja BUMN menjadi cara kerja swasta yang lebih memperhatiakn efisiensi biaya serta kinerja dari semua divisi. Salah satu perubahan signifikan adalah logo dan corporate identity dari PROTON yang menggunakan unsur DRB-HICOM.

Proton buyDan adanya slogan “Committed to be Better” tentu merupakan salah satu strategi dari DRB-HICOM untuk merubah perusahaan ini menjadi yang lebih baik, tentu seperti pemilik baru yang lain akan melakukan assesmen terhadap semua aset perusahaan. Dengan masuknya DRB-HICOM ada beberapa hal menarik yaitu bahwa didalam portofolio DRB ternyata ada beberapa muka lama yang cukup dikenal oleh PROTON.

DRBTernyata dilihat dengan seksama DRB-HICOM merupakan partner strategis dari Honda Malaysia dan VW di Malaysia tentu hal ini menimbulkan spekulasi kembali bahwa tujuan dari DRB-HICOM adalah untuk memuluskan langkah dari VW untuk mengambil alih PROTON melalui DRB. Dan ini juga semakin terlihat dengan salah satu target utama dari VW adalah menancapkan kuku yang lebih dalam di Asia terutama mengingat bahwa PROTON mempunyai fasilitas Tanjung Malim yang belum terpakai secara optimal sehingga menjadi sangat menggiurkan bagi produsen mobil untuk dapat menggunakan fasilitas tersebut.

Dan memang terlontar beberapa isu mengenai pembicaraan kembali antara VW dengan PROTON melalui DRB serta pencarian PROTON mendapatkan partner strategis yang baru. Hal ini berlangsung terus beberapa bulan sampai terdengar kabar yang paling mengejutkan adalah pada 29 Oktober 2o12 dimana PROTON Holdings Berhad menandatangani kerjasama dengan Honda Motors Co untuk mengeksplorasi kerjasama pengembangan teknologi, platform kendaraan, lini produk baru dan tentu penggunaan fasilitas.

line up new

Tentu kalau dilihat dengan seksama ada beberapa hal yang memang dapat saling menguntungkan kedua belah pihak. Baik dari PROTON bisa memanfaatkan fasilitas teknologi mesin VTEC serta rangkaian platform yang begitu banyak dari Honda terutama untuk SUV  (sudah diperlukan satu SUV untuk pasar di Indonesia dan Australia) dan City Car (Savvy sudah saatnya diganti)  yang direncanakan akan dirilis di 2013/2014. (ingat desain Youngman Lotus T5 yang SUV) serta diperlukan satu sedan besar pengganti PROTON Perdana yang sudah uzur. Untuk Honda tentu ada hal yang menguntungkan yaitu kesempatan menggunakan fasilitas Tanjung Malim untuk meningkatkan kapasitas produksi dan tentu sebagai cadangan karena mengalami kerugian yang sangat besar memusatkan semua fasilitas produksi di Thailand. Honda sendiri sangat agresif dalam berinvestasi mengingat di Indonesia sendiri mereka menambah investasi dalam perakitan di Karawang. Satu lagi yang dapat menguntungkan bagi Honda adalah kesempatan mengakses teknologi pengembangan sasis dan suspensi milik Lotus.

PRoton honda

Ini adalah gambaran yang mungkin terjadi dengan kerjasama antara Honda dan PROTON, namun ternyata baru-baru ini ada kabar baru bahwa PROTON telah membeli seluruh teknologi mesin dan paten dari PETRONAS. Dimana pengembangan mesin ini telah dilakukan bersama antara PROTON dan Petronas sejak tahun 1996 dan yang menarik adalah bahwa mesin yang digunakan mempunyai performa yang cukup tinggi dengan bobot yang ringan bahkan ada versi dengan 2.0 liter dan 2.2 liter yang naturally aspirated serta turbocharged.

Tentu teknologi mesin ini tidak hanya dapat mendongkrak PROTON tapi juga HONDA karena teknologi mesin Petronas sendiri menggunakan Variable Valve Timing yang sangat mirip dengan VTEC dan bila digabungkan dengan teknologi CPS yang mirip dengan Variocam / Valvetronic pada Porsche / BMW bisa menghasilkan mesin yang sangat berbeda.

Jadi dengan menyatunya semua bagian-bagian ini bisa saja kita akan melihat dalam waktu dekat beberapa produk baru PROTON dengan mesin yang lebih baik atau Honda dengan handling yang lebih terasa seperti Continental Car. e.g PROTON Exora dengan mesin i-VTEC or PROTON CRV or Honda Exora, or Honda PREVE…ya whatever lah.

Ini tentu adalah analisa orang awam, mungkin benar mungkin tidak. Kita wait and see saja pada bulan Maret 2013 apakah hal ini akan terwujud.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s