Proton Prevé dan Exora Prime diluncurkan di Thai Motor Expo

DSC_0242b

Pada saat Preve diluncurkan April lalu, dia diarahkan sebagai kendaraan global PROTON dan ini semakin ditunjukkan dengan peluncuran dari negara-negara yang berbeda. Bulan lalu sedan segmen C ini memasuki pasaran Australia di Sydney dan sekarang saatnya menjadi debut kedua untuk pasar Thailand. Seperti di Malaysia,  Prevé tidak menggantikan Persona namun akan dijual berdampingan dengan sedan lama tersebut sebagai opsi yang lebih mewah.

Di Thailand, Prevé dijual dalam tiga varian yaitu Standard, Executive dan Premium. Dua versi yang pertama ditenagai oleh mesin 109 hp/150 Nm 1.6 litre Campro IAFM+, sedang varian Premium dipasang mesin 1.6 liter turbo Campro CFE engine dengan tenaga 138 hp dan torsi 205 Nm yang keluar diantara 2,000 sampai dengan  4,000 rpm.

Opsi transmisi lima percepatan manual tersedia pada  Campro IAFM+ dengan varian (Std dan Exec), namun mesin Turbo hanya dipasang CVT. Namun ketiga varian tersebut dipasangkan transmisi CVT termasuk versi baseline yaitu Standard.

Transmisi VT2 CVT dari Punch  untuk  Campro IAFM+ mempunyai enam rasio virtual sedang mesin CFE dipasang dengan “seven-speed ProTronic” VT3 yang mempunyai batas torsi lebih tinggi. Hanya versi Premium yang terpasang paddle shift pada setir.

Tidak ada perbedaan mekanis maupun penampilan dari Prevé yang dijual di  Malaysia, Australia dan Thailand, namun ada sedikit perbedaan variasi berhubungan dengan permintaan pasar.

DSC_0258b

Di Thailand, ABS, EBD, Brake Assist serta dual front airbags adalah standar, sedang dengan Executive maka ada tambahan side airbag .Premium mempunyai paket lengkap yaitu  front/side/curtain airbags dan ESC. Di Australia, setiap Prevé dilengkapi dengan enam airbag dan ESC sedang di Malaysia, varian Premium hanya mendapatkan front/side airbags dan ESC.

Deputy CEO PROTON,  Datuk Lukman Ibrahim mengatakan bahwa akan ada “harmonisasi dari standar” secara spesifikasi,sehingga membawa standar global ke pasar Malaysia. Ini tentu akan menguntungkan konsumen lokal karena PROTON mendorong kendaraannya untuk dikembangkan di pasar seperti Australia dan UK. “Keamanan harus sama untuk semua orang. Senantiasa maju adalah tujuannya”. dia mengatakan.

Lepas dari safety, maka PROTON yang dikirim ke Thailand dapat meminum BBM E20, disini juha dilihat bahwa ada Blaupunkt 2-DIN touch-screen head unit yang baru, yang mempunyai layar lebih besar dibanding dengan versi Malaysia.

Dijual di Thailand oleh distributor tunggal Phranakorn Auto Sales, yang juga menjual beberapa mereka lainnya seperti Chevrolet sampai Fiat,  Prevé dihargai mulai 625,000 baht (Rp 194,621,000,-) untuk versi Standard M/T serta 759,000 baht (Rp 236,347,000,-) untuk versi Premium. Harga adalah on-the road dengan asuransi.

DSC_0252b

Sementara itu PROTON juga memperkenalkan varian Exora Prime untuk pasaran Thailand. Dihargai 899,000 baht ( Rp 279,942,000,-) maka Prime akan menjadi versi paling  mewah dari Exora MPV. (Kalau dilihat Indonesia masih lebih murah harganya) . Dan Exora Prime sendiri baru diluncurkan di Indonesia pada 8 November lalu.

DSC_0223b

Kedua model terbaru kini dijual di 31 dealer yang tersebar di Thailand dan rencana akan ada pengembangan dealer lagi sehingga menjadi 35 dealer.

Semoga hal seperti ini juga dapat dicapai oleh PT PROTON Edar Indonesia dengan membuka lebih banyak jaringan

Source: Paultan.org

DSC_0230b

DSC_0265b

DSC_0257b

DSC_0237b

DSC_0245b

Spypictures: Interior Mercedes-Benz S-class

Di blog otomotif Paultan.org sudah mulai beredar spyshots interior dari new S-class yang merupakan flagship dari Mercedes-Benz.

mercsclass.int4

Disini kita lihat dengan detail interior dari MB S-Class dimana terpasang LCD Screen untuk instrumen sama COMMAND Screen yang -besar untuk mengatur semua fungsi dari S-Class. Saluran udara juga didesain sangat klasik dengan model melingkar.

mercsclass.int3

Controller COMMAND adalah evolusi dari tombol controller saat ini dan ditambah dengan beberapa shortcut untuk memudahkan akses. Melingkari tombol controller ini dikatakan adalah settingan transmisi dimana diperkirakan menggunakan transmisi otomatis dengan 9 percepatan.

 

Breaking News: Cuplikan Mercedes New E-Class

Semalam mendapat bocoran gambar dari New E-class, salah satunya adalah gambar lampu depan quad style MB E-Class yang mungkin kalau dilihat dengan seksama sedikit mengikuti pesaingnya yaitu 5 series dari BMW.

Lampu depan dari E-Klasse baru telah banyak dirubah.  Penampilan khas Empat Mata dipertajam. Untuk facelift ini maka ada lampu depan Full-LED yang statis atau dapat dipasang dengan versi Full LED yang dilengkapi Intelligent Light Function dengan Adaptive Light Assistant Plus.

Daytime Running Lights diintergasi dalam lampu depan utama dengan model “Doppel Fackel / Dual Torch”. Lampu belakang sekarang dibuat menggunakan teknik LED dan mengambil desain dari S-Klasse yang akan datang. Penggunaan Collision Prevention Assist adalah standar. Secara tampilan ada grill depan yang berbeda serta pada interior tidak lagi digunakan jam analog pada dasbor, desain instrumen mengikuti daripada CLS serta ada warna Ambient Light pada interior.

Dari segi mesin maka E350 akan ada dalam varian penggerak roda belakang atau 4MATIC, serta E500 hanya akan ada dalam varian 4MATIC SPORT. Untuk E63AMG akan ada 4MATIC serta E250 hanya akan hadir dalam bentuk BlueTec dengan gerak roda belakang atau dalam 4MATIC. Selain itu juga akan hadir E220 BlueTEC serta E400 Hybrid Sport.

Dari segi warna akan ada warna Red yang baru serta warna Blue, selain itu akan ada Black, Polar White, Obsidian Black, Steel Grey, Iridium Silver, Palladium Silver, Diamond White, Pearl Beige, Lunar Blue, Diamond Silver

Test Drive: Chevrolet Orlando LT, a new way of fun.

Identitas khas Chevrolet pada bagian muka.

“Fun is for Everyone” adalah salah satu tagline dari Chevrolet Orlando LT, dan mungkin dapat kita lihat belakangan ini iklan serta promosi dari Chevrolet sendiri menonjolkan sisi fun serta dinamis dari produk-produk Chevrolet terbaru seperti New Aveo, Orlando, Captiva serta Colorado. Ada perubahan desain yang signifikan dari Chevrolet dimana lebih menangkap selera global dibanding selera Amerika yang biasanya berpenampilan mengotak dan kadang kurang pas desainnya.

Chevrolet Orlando LT ini sendiri adalah MPV yang didesain oleh Chevrolet dengan tujuan memberikan sesuatu yang berbeda dari segmen MPV yang notabene adalah People Mover yang membutuhkan fungsionalitas yang tinggi yang biasanya mengorbankan sisi desain. Biasanya MPV akan berpenampilan mengotak atau cenderung membulat namun tidak pernah membuat hati bergetar bila melihat MPV. Orlando sendiri didesain dengan penampilan yang macho khas Amerika dengan sedikit mengotak dan ada kecenderungan berpenampilan seperti SUV. Tampilan bagian depan khas Chevrolet dengan double bow tie khas Chevrolet serta grill yang sudah menjadi trademark dari sebuah Chevy dan ini kelihatan di produk-produk mereka yang lain.

Dari samping kita lihat ada kecenderungan berpenampilan seperti sebuah SUV / Cross-Over dengan garis bahu tinggi yang memberi gambaran kokoh. Ditambah bidang kaca yang kecil memberi kesan ini adalah kendaraan yang tahan dibanting. Bagian belakang bisa dikatakan antara suka dan tidak dengan desain yang sangat mengotak dan lampu dengan posisi horizontal dimana sangat terlihat seperti sebuah SUV.

Tampilan belakang yang memberi kesan seperti sebuah SUV

Lampu mundur yang terletak dibagian tengah memberi penampilan yang sedikit berbeda serta adanya protector bawah pada bemper depan dan belakang menambah kesan sebagai sebuah kendaraan multi guna yang dapat digunakan di medan yang berat. Ingat “kesannya” seperti itu, jangan harap membawa Orlando ke Off Road beneran.

Dari segi ukuran Chevrolet Orlando termasuk sedang dengan panjang bodi sekitar 4652mm,  lebar sekitar 1836mm, tinggi 1633mm serta jarak sumbu roda 2760mm membuat Orlando kelihatan lebih besar dibanding MPV yang beredar seperti Toyota Kijang Innova, Proton Exora, Honda Freed. Namun salah satu kehebatan dari Orlando adalah walau besar namun tidak terasa seperti membawa kendaraan yang sangat besar. Memang dari interior agak sedikit lebih kecil daripada yang dibayangkan.

Desain dasbor yang berbeda dibanding MPV sejenis dengan center console yang panjang serta banyak tombol

Bila kita masuk ke interior dari Chevrolet Orlando yang kita perhatikan utama adalah bentuk dasbor yang berbeda dibanding MPV sejenis. Untuk kendaraan Amerika dapat dikatakan desain dasbor mengikuti selera Eropa yang dititikberatkan pada ergonomi dan fungsionalitas.

Center console yang panjang menyimpan climate control serta CD player serta Head-Unit yang diletakkan pada bagian atas central console dasbor yang terintegrasi dengan LCD screen yang menampilkan berbagai macam informasi seperti suhu kabin, radio, CD dsb, Satu hal yang menarik adalah banyaknya tempat penyimpanan didalam Chevrolet Orlando dan salah satunya adalah kompartemen rahasia di balik Head Unit yang sangat cocok untuk menyimpan telepon genggam atau barang berharga lainnya.

Kompartemen Rahasia dibalik Head Unit…contoh buat meletakkan dompet

Jok depan dan belakang dari Orlando dapat dikatakan cukup baik. Agak sedikit keras pada perjalanan panjang khususnya di bagian tengah namun mungkin ini adalah ciri dari kendaraan Eropa yang memang cenderung mempunyai jok yang lebih keras karena utk ergonomi badan. Pada saat kita berbelok memang sedikit terasa kita kurang begitu dipegang oleh jok depan Orlando namun masih dapat dikatakan berkecukupan. Yang diingat MPV bukanlah sedan sport.

Jok depan yang cukup nyaman dan tebal namun mungkin harus ditambah sedikit lagi bantalan pada sisi agar terasa mendekap

Yang sedikit disayangkan jok tidak dilapis dengan kulit dimana akan terasa kemewahan dari Orlando, mengingat dari segi harga juga cukup tinggi yaitu Rp 330,000,000,0 on the road. Fleksibilitas dari interior Orlando juga cukup baik dimana jok ketiga dapat dilipat dengan rata sehingga mendapatkan luas area bagasi yang lebih besar, dan ini sangat berguna kalau kita lagi mau pindahan atau yang lain hal.

Satu hal yang juga sedikit disayangkan adalah tidak adanya saluran AC bagi jok baris ketiga sehingga takutnya ada terasa panas dan sumpek pada saat kita berkendara di tengah siang hari bolong.

 

Pelipatan jok yang rata

Tentu MPV seperti ini kita ingin tahu seperti apa rasanya berkendara dan bagaimana performanya. Mesin yang diusung Orlando adalah mesin 1.8 liter DOHC, 16 valve dengan DCVCP, MPI yang dapat menghasilkan tenaga sebesar 141 PS pada 6200rpm serta torsi maksimum sebesar 176Nm pada 3800rpm. Dikombinasikan dengan transmisi otomatis 6 speed dengan GM Tiptronic. Maka tenaga yang dikeluarkan oleh Orlando dapat dikatakan memadai, tidak begitu menggetarkan namun halus pada saat kita berkendara di tol.

Mesin ECOTEC 1.8 Liter DOHC 16 valve menghasilkan 141PS/6200rpm dan 176Nm/3800rpm

Penggunaan velg 17 inci yang dikombinasikan dengan ban 225/50 R17 memberi grip yang baik serta handling yang memadai namun bantingan suspensi dapat dikatakan ada pada sisi yang sedikit terlalu keras. Mungkin kalau bisa mendapatkan settingan suspensi yang sedikit lembut akan terasa sangat nyaman.

 

Dari segi keamanan, Orlando dilengkapi dengan rem cakram pada keempat rodanya ditambah dengan Anti-Lock Braking System (ABS), Electronic Brakeforce Distribution (EBD) dan Brake Assist (BA), ditambah Electronic Stability Progran dengan Traction Control untuk memberi kestabilan pada saat manuver mendadak, Dual front SRS Airbag serta desain kap mesin yang sudah Pedestrian Safe.

Jadi kesimpulan untuk Orlando, ini adalah MPV yang mempunyai tampilan berbeda serta pengendalian yang cukup baik namun kalau bisa ada dari performa ditingkatkan agar driving pleasure lebih terasa. Dari segi harga mungkin agak tinggi dibanding MPV sejenis namun mungkin Orlando memang ditempatkan ke segmen market yang berbeda.

 

 

Test Drive: Baby Grand Cherokee alias Jeep Compass.

Apakah anda berencana membeli kendaraan Sports Utility Vehicle (SUV) namun sudah bosan dengan tampilan yang terlalu manis atau feminin? Coba anda lihat kendaraan yang diproduksi oleh produsen asal Amerika Serikat yaitu Jeep Compass.  Jeep Compass sendiri merupakan Compact Cross-Over dari Jeep dan mempunyai banyak kemiripan dengan kakaknya yaitu Jeep Grand Cherokee. Bahkan boleh dibilang ini adalah Baby Grand Cherokee. Tampilan luar yang sangat macho dengan gril tujuh bilah khas Jeep yang memberikan penampilan yang gagah serta desain bahu yang mengotak memberi kesan yang kokoh. Kalau kita melihat ukuran dari Compass bisa dikatakan tidak berbeda jauh dengan SUV yang telah dijual selama ini yaitu dengan panjang 4448mm, lebar 1811mm, tinggi 1651mm dan wheelbase sepanjang 2634mm masih bisa dianggap cukup sesuai untuk dijalankan di Jakarta yang padat, ditambah dengan ground clearance setinggi 206mm sangat ideal menghadapi jalan yang kurang bersahabat. Dilengkapi dengan velg ultra-Brite dengan ukuran 18 inci memberikan tampilan dinamis namun kalau dilihat seksama berkesan kecil didalam spatbor yang besar.

Ada sedikit keunikan pada desain kendaraan terutama pada bagian belakang kendaraan dimana pada pilar C ditempatkan handel pintu. Hal ini serupa dengan Alfa Romeo yang ada di Italia dan mungkin ini adalah turunan dari desain FIAT yang tercatat sebagai pemilik group Chrysler yang memayungi merek Jeep. Handel ini memang unik namun kadang sedikit membingungkan bagi yang mau masuk kedalam karena terletak pada tempat yang tidak biasa.

Tentu ada alasan mengapa desain seperti ini ditampilkan, bisa saja untuk memudahkan membuka pintu bila menggunakan sarung tangan yang besar pada saat musim dingin (sayangnya di Indonesia tidak ada musim dingin hanya musim hujan dan kemarau).

Masuk kedalam Jeep Compass ada sedikit perasaan yang membingungkan karena dari segi eksterior cukup bagus dan meyakinkan namun desain dasbor sedikit kaku dengan bahan material yang sayangnya masih menggunakan plastik keras bukan soft touch. Setir 3 spoke dengan steering wheel control sangat mudah digunakan namun perlu sedikit terbiasa karena untuk pengaturan audio ada dibalik palang setir.

Audio yang digunakan oleh Jeep Compass adalah head unit 2DIN yang dilengkapi fitur U-Connect yang merupakan teknologi yang menjembatani media, ponsel, radio, pemutar CD dan MP3 serta gadget lainnya. Selain itu juga terdapat Voice Command yang memudahkan untuk memilih radio, panggilan telepon dsb.  Untuk kenyamanan kabin maka semua jok dilapis dengan kulit McKinley Leather Trim serta setir yang dibungkus dengan kulit. Sayangnya posisi duduk pengemudi sedikit nggak biasa karena desain hidung kendaraan yang memanjang sehingga feel yang didapat kurang begitu baik. Walau begitu penggunaan electric adjustable seat memberi kenyamanan bagi pengemudi. Ditambah adanya electric sunroof

Namun bagaimana pengendalian dari Jeep Compass itu sendiri? Ditenagai dengan mesin 2.4 Liter DOHC Dual VVT yang dapat membangkitkan tenaga sebesar 172hp pada 6000rpm dan torsi 165Lb.ft pada 4000rpm bisa dikatakan sedikit kurang begitu galak dan cenderung halus ditambah dengan transmisi CVT electronic couple dan 6 speed manual mode. Sedikit kurang gereget dan bisa dibilang agak pelan. Akselerasi yang didapat pada malam hari adalah 0-100km/jam dalam waktu 13.48 detik serta akselerasi 0-400m selama 19,5 detik dengan kecepatan 126.75 km/jam. Jadi sangat rata-rata performa mesin tersebut.

Pengendalian dari Jeep Compass yang menggunakan suspensi Mac Pherson Strut dengan Coil Spring dan Stabilizer pada bagian depan dan Multi Link Independent pada bagian belakang dapat dikatakan memadai untuk jalan biasa namun pada kecepatan tinggi terasa limbung padahal sudah menggunakan velg 18 inci namun masih ada terasa sedikit kegelisahan didalam berkendara. Tentu diharapkan ini dapat diperbaiki di masa yang akan datang.

Berapakah Baby Cherokee ini? Harga OTR adalah Rp 555.000.000 yang terasa mahal kalau dibanding dengan Honda CRV atau Nissan X-Trail yang mempunyai kualitas dan pengendalian yang lebih baik namun tidak mempunyai aura macho seperti Jeep ini.

 

Test Drive : Volkswagen Touran TSI, Mesin kecil dengan kemampuan besar kini lebih luas

Volkswagen Touran TSI

Setelah mencoba VW Golf TSI dengan mesin TSI yang fenomenal, kini giliran dari Compact MPV yang dikeluarkan Volkswagen yaitu VW Touran TSI. Dasar kendaraan tetap sama yaitu platform dari VW Golf Mk 6 yang sudah cukup dikenal keandalannya serta penggunaan mesin 1.4 TSI dengan kombinasi transmisi DSG yang juga terdapat pada VW Golf TSI. Kalau boleh dikatakan VW Touran TSI adalah kendaraan bagi Anda yang sebenarnya sangat menyukai VW Golf namun terbentur dengan anggota keluarga yang lebih banyak dibanding kapasitas dari VW Golf itu sendiri. Dan VW memang menargetkan VW Touran sebagai salah satu kendaraan penumpang dengan kapasitas besar.

Kapasitas tempat duduk adalah untuk 7 orang dan tentu dengan platform dari VW Golf harus dilakukan penyesuaian dan ini terlihat dari desain eksterior yang cenderung lebih mengotak dibanding dengan VW Golf. Bagian depan sudah mengambil ciri dari Volkswagen yang baru sehingga sepintas terlihat seperti VW Golf atau Polo. Sangat berbeda dibanding dengan versi terdahulu VW Touran. Bagian belakang juga berbeda dimana lebih bersih dengan lampu belakang kini horizontal. Serta desain bumper yang berbeda

Ukuran dari VW Touran sendiri memang kompak yaitu panjang 4407mm, lebar 1794mm, tinggi 1635mm dan jarak sumbu roda sepanjang 2678mm sehingga masih sangat mudah untuk dikemudikan didalam kemacetan Jakarta. Tentu yang membuat penasaran apakah kekompakan ini juga terpengaruh dengan bagian dalam dari VW Touran?

Seperti VW pada umumnya desain interior Touran sangat ergonomis dan menggunakan bahan bermaterial tinggi seperti soft touch plastics etc. Desain dasbor sendiri sangat mirip dengan desain VW Golf dan memudahkan utk mengoperasikan tombol-tombol kalau sudah terbiasa dengan VW Golf. Namun memang ada sedikit perbedaan pada konsol tengah dimana  terlihat lebih tegak.

dan adanya kompartemen penyimpanan yang dilapis vilt pada bagian atas dasbor Touran. Kalau diperhatikan dengan seksama bahkan Touran mempunyai banyak sekali tempat penyimpanan baik pada sisi pintu, konsol tengah, pintu belakang dan yang menarik pada bagian plafon ada dua kompartemen yang cukup menarik untuk meletakkan beberapa barang didalam kendaraan. Dan tentu hal ini mempermudah dalam penyimpanan serta semakin meningkatkan kemampuan Touran sebagai Compact MPV.

Tentu selain penyimpanan yang begitu akomodasi interior dari VW Touran juga harus diperhatikan dan yang menarik adalah penggunaan bucket seat pada jok depan yang dapat cukup sporty bagi kendaraan MPV dan yang pasti tidak berbeda dengan jok VW Golf yang terasa sangat mengenggam badan kita pada saat kita duduk di jok bagian depan. Untuk jok baris kedua dibagi dalam 3 bagian dimana dapat dilipat serta dapat dikeluarkan untuk storage yang lebih besar. Serta ada meja dibalik jok depan sehingga menambah nyaman penumpang pada saat dia lagi makan sesuatu atau ingin meletakkan laptop. Jok baris ke-3 dapat dilipat rata kedalam lantai dan tetap dapat mengakomodir penumpang dengan leluasa.

 

Jika jok baris ketiga dilipat maka akan didapat besar bagasi dari 121 liters menjadi 695 liters. Dan jika baris kedua dikeluarkan maka akan terdapat besar bagasi sebesar 1.913 liters.

Tentu dengan kapasitas sepert ini dan desain Compact MPV menjadikan pertanyaan sejauh mana rasa berkendara dari Touran ini. Yang pasti tidak terlalu jauh dengan Golf karena memang dasarnya berasal dari Golf namun memang posisi duduk sedikit lebih tinggi daripada Golf. Mungkin tidak semua orang akan merasa nyaman namun dengan adanya fasilitas teleskopik dan tilt steering mempermudah mendapatkan posisi duduk yang ideal.

Dari segi keselamatan VW Touran juga sangat lengkap dengan enam airbag, termasuk curtain airbag, Electronic Stability Program (ESP), Anti Lock Braking System (ABS) with Traction Control Stability (TCS), Brake Assist (BA) dan IDL serta adanya ISOFIX pada jok baris kedua dan ketiga untuk keselamatan penumpang bayi dan balita.

 

 

Update Video: “Summer Paradise” , acara ulang tahun Proton Club Indonesia ke-5, Mutiara Carita

PROTON Club Indonesia merayakan ulang tahun ke-5 pada hari Sabtu-Minggu 3/4 November dengan melaksanakan touring dari Jakarta ke Carita, Banten.   Ini adalah salah satu acara terbesar PCI terutama dengan dilaksanakan konvoi yang cukp panjang yaitu sebanyak 77 kendaraan PROTON dengan panjang konvoi sekitar 1,5 km. Namun tentu PCI berusaha tidak menganggu jalannya lalu lintas maka konvoi dipecah dalam beberapa grup.

Start / Flag Off dilaksanakan di Parkir Timur Senayan, mengingat luasnya area untuk menampung begitu banyak kendaraan. Sayang cuaca hujan pada saat itu namun semangat para peserta tetap tinggi mengikuti acara pelepasan. Flag Off dilaksanakan oleh Presiden Direktur PT PROTON Edar Indonesia, Gunther Scherz dan didampingi oleh Direktur After Sales, Taufik Wahyu Hidayat. Pelepasan ini adalah wujud perhatian PROTON terhadap para pelanggannya terutama yang tergabung didalam PCI.

Konvoi diikuti oleh sekitar 77 kendaraan PROTON dari berbagai jenis dengan mayoritas Exora dan melewati rute Jakarta – Tangerang – Serang Timur – Pandeglang – Carita yang berjarak kira-kira 135 km arah Barat Jakarta dan menempuh waktu kurang lebih 5 jam. Kendaraan sebanyak ini tentu tidak dapat dikirim dalam satu kali jalan sehingga dibagi dalam beberapa grup agar iringan-iringan dapat berjalan dengan tertib dan aman sampai tujuan.  Bersama dengan rombongan turut hadir beberapa anggota club Malaysia yaitu dari Waja Performance Club Malaysia, Savvy Owners Club of Malaysia, Exora Owners Club Malaysia serta The Persona Club Malaysia dengan total jumlah dari Malaysia sebanyak 38 orang.  Mereka pun diberikan kesempatan untuk merasakan touring ini yang pasti akan terasa sangat berbeda dibanding dengan di Malaysia.

Sayangnya perjalanan dimulai dengan cuaca kurang bersahabat namun peserta yang ikut dalam rombongan Summer Paradise tetap semangat dan gembira mengikuti perjalanan yang cukup melelahkan ini. Didalam konvoi dapat dirasakan bahwa sangat penting adanya sarana komunikasi berupa Handy Talkie ataupun Rig agar dapat berkomunikasi dengan sesama kendaraan rombongan terutama pada saat terpisah.

Setiba di Mutiara Carita maka diadakan pembagian kamar terlebih dahulu serta makan siang yang tentu akan terasa sangat nikmat bagi peserta yang sudah menempuh perjalanan sekitar 5 jam lamanya. Selepas makan siang maka diadakan beberapa acara untuk memulai acara ini yaitu dengan pelepasan balon sebagai simbol dimulainya acara Summer Paradise serta games untuk mempererat hubungan kekeluargaan antar peserta PCI.

Setelah lelah melaksanakan games maka peserta kembali ke kamar masing2 untuk mengikuti puncak acara yaitu Gala Dinner dan pemberian bakti sosial kepada Yayasan Al Ta’aruf Wal Manaqid yang mempunyai anak yatim piatu di wilayah Carita dan sangat memerlukan bantuan sosial tersebut.

Kalau melihat animo peserta dan acara yang dibuat maka hampir 90% peserta merasa senang dan puas dengan acara yang dibuat oleh panitia HUT PCI namun tentu masih ada kekurangan-kekurangan yang perlu diperbaiki dan demi acara yang lebih baik di masa yang akan datang. Yang pasti adanya hubungan yang erat antara Indonesia Malaysia yang diwakili oleh club dapat memberi suatu makna penting atas artinya kerukunan bertetangga serta persamaan kebudayaan dan bahasa antara kedua bangsa tersebut.