Lamborghini Reventon seharga 7500 Euro (Rp 90.000.000)

major

Dengan produksi hanya sebanyak 20 unit maka Lamborghin Reventon merupakan salah satu kendaraan yang sangat susah dimiliki bahkan bagi yang superkaya. Dengan sedikit cari mungkin Anda bisa mendapatkan unit yang dijual tapi harga pasti melewati Rp 10 Milyar. Namun tentu ada cara yang lain yaitu dengan membuat sendiri dengan cable tie, pelat baja dan sampah. Sebuah replika.

Tuan Lambo berusia 28 tahun ini yang berasal dari China Timur membuat sebuah ciptaan dengan menggunakan dasar Volkswagen Santana. Kalau melihat sudut-sudutnya dan detail yang kasar mirip dengan Reventon. Bahkan bentuk unik pada bagian belakang dan knalpot serta penangkap angin samping.

Untuk membuat ciptaannya dia menggunakan pelat baja, pelat baja karatan, pelat baja yang sangat berkarat, pipa lama dan sesuatu yang mirip meja komputer dan apa saja yang dia dapat dari besi bekas.  Semakin kreatif semakin pintar untuk membuat dia mirip dengan supercar yang benar. Dan sepertinya dia menggunakan untuk membawa pupuk.

major

major

major

 

Advertisements

Road Tripping: Phuket 3 days (Part 1)

Well sudah lama saya tidak menulis perihal travelling dan sekarang saya coba saja menulis mengenai pengalaman Road Tripping selama saya berada di Phuket, Thailand. Ini adalah pertama kali saya pergi ke Phuket yaitu tanggal 27 Mei s/d 30 Mei 2012. Saya road tripping sendiri karena ada beberapa teman yang tidak jadi ikut namun the show must still go on. Tickets have been paid, hotel have been booked.

Dengan menggunakan pesawat Air Asia berangkat dari Terminal 3, Soekarno-Hatta dibutuhkan setidaknya 3 jam penerbangan ke Phuket, Thailand. Karena ini merupakan pertama kalinya saya kesana jadi sedikit ada rasa deg-degan dan juga pemikiran apa yang mau dilihat namun saya sudah melakukan desktop research lebih awal (halah udah kayak kerjaan aja). Setidaknya sudah dilakukan pencarian hotel melalui Agoda. (Cari yang termurah dengan fasilitas memadai dan dekat dengan tempat hiburan) dan yang pasti melihat bagaimana transport disana.

Kebiasaan saya yang suka menyetir sendiri karena merasa lebih bisa explor suatu daerah. Dan ini sudah saya lakukan sewaktu Road Tripping di Eropa dan akhirnya saya memutuskan untuk melakukan Road Tripping di Phuket dan melihat apa yang kira-kira menarik yang bisa dilihat. Setelah melakukan pencarian yang seksama untuk perusahaan rental saya mendapatkan SIXT sebagai salah satu rental dengan harga yang memadai.

Sixt sendiri merupakan perusahaan rental dari Jerman dan bisa diakses dengan sangat mudah melalui Sixt.com, salah satu kelebihan dari Sixt adalah fleet kendaraan yang mereka yang sangat muda dan bahkan baru. Kalau di Eropa anda bisa menyetir BMW dan Mercedes terbaru dengan harga yang memadai. Di Thailan sendiri karena saya hanya seorang akhirnya memutuskan mengambil Honda Brio 1.2 CVT di Sixt (lihat test drive saya https://ariefinm.wordpress.com/2012/06/08/test-drive-honda-brio-1-2-i-vtec-cvt-sang-raja-kecil/)

Biaya sewa selama 3 hari adalah sebesar Rp 1,2 juta dan saya kira masih memadai mengingat luas Phuket sendiri kira-kira 543km per segi atau lebih kecil daripada kota DKI Jakarta yang mempunyai luas 661 km per segi ataupun Singapura.  Dan saya yakin ada banyak hal yang bisa dilihat di Phuket.

Booking kendaraan sudah OK melalui website (ditambah saya mempunyai loyalty card jadi semakin mudah melakukan booking), hotel sudah dibook, peta jalan sudah di print (setidaknya dari googlemaps ambil peta dari airport ke hotel) just in case GPS saya tidak bekerja dengan baik (dan itu pun terjadi) dan hanya tinggal menunggu jalan ke Phuket.

Setelah terbang selama 3 jam dan dengan sedikit delay juga pada saat berangkat, maka saya tiba kira-kira pukul 19.3o di Phuket. Di counter imigrasi masih diharuskan mengisi embarkation card dan itu pun tidak diberikan didalam pesawat dimana akhirnya harus kasak kusuk nanya dimana ada embarkation card. Setelah terisi dan melewati imigrasi, saya menuju ke counter Sixt di Phuket Airport. Harap diingat bahwa keadaan di Phuket Airport tidak berbeda jauh dengan Soekarno Hatta dengan banyaknya tawaran taksi ataupun sewa kendaraan. Namun saya dengan yakin tetap menuju counter Sixt, setibanya disana tentu saya menanyakan reservasi saya dengan menunjukkan print reservasi. Namun masalah mulai datang dimana penjaga counter ternyata tidak bisa berbahasa Inggris dan hanya bisa bahasa Thailand. Akhirnya dengan sedikit bahasa Tarzan semua terselesaikan dengan baik dan saya ditunjuk ke Honda Brio berwarna putih yang relatif baru.

Hal yang pertama yang dilakukan adalah melakukan pemeriksaan kendaraan dengan seksama, jangan sampai ada lecet-lecet atau penyok yang diklaim tiba-tiba oleh perusahaan rental dan ditagihkan kepada kartu kredit kita (hal ini suka dilakukan di beberapa rental nakal). Setelah semua diperiksa dengan baik langsung saya coba pasang GPS yang sudah saya miliki lama yaitu Mio C230 dan mencoba memasukkan alamat hotel yaitu The Gallery Hotel di 10 Rat U Third 2oo – Pee Soi 1, Patong, Phuket. Cukup panjang alamatnya dan apesnya si GPS juga bodoh hanya bisa diinput dengan bahasa Thailand. Entah darimana pemikiran Mio kita memasukkan alamat dalam bahasa Thailand kalau kita ada di Thailand.

Beruntung sempat dibuat cetakan dalam googlemaps dan akhirnya melakukan cara lama dengan melihat papan jalan menuju Patong. Patong sendiri berjarak kira-kira 30 km dari bandara dan perlu setidaknya 45 menit untuk jalan kesana. Semakin apesnya karena tiba malam ditambah dengan hujan sehingga makin bingung dalam menentukan arah. GPS saya pakai hanya sebagai patokan jalan saja.

Karena malam tentu tidak banyak yang bisa diceritakan namun yang pasti pengemudi di Thailand cenderung berjalan cepat namun santai. Jadi kalau ada kendaraan didepan mereka yang pelan mereka tidak serta merta menyalip dari kiri atau klakson kita. Perjalanan yang seharusnya 45 menit akhirnya memakan waktu 1 jam 30 menit karena sempat menyasar ke tempat yang lain dan juga salah mengambil jalan.  Perjalanan dari bandara ke Patong pada awalnya membosankan karena hanya jalan-jalan lurus dan juga hujan. Namun setiba kita mau memasuki Patong City ada beberapa jalan menanjak ekstrem dengan tikungan yang juga ekstrem yang merupakan tantangan bagi Petrol Head sejati. Very cool road entering the City. Ditambah ada papan Patong City yang berbentuk menyerupai Gotham City.

Memasuki Patong City seperti memasuki daerah Kuta di Bali, sangat ramai dengan turis dan segala macam jualan dsb. Yang paling menonjol sangat banyak ditawarkan massage Thai. Dan itu pun buka sampai malam.

Tantangan berikutnya adalah mencari hotel saya, dan itu pun ditambah dengan tulisan Thai yang gak jelas semakin mempersulit mencari gang tersebut. Setelah melakukan orientasi beberapa kali maka akhirnya ketemulah dengan The Gallery Hotel. Dan bersyukur ada sedikit tempat parkir dimana saya bisa meletakkan kendaraan. Hotel tersebut lumayan strategis dan bersih karena berada di pusat keramaian di Patong (akan diceritakan di part yang lain :P)

Cek in bisa dikatakan lancar walau sedikit aneh karena dimintakan deposit kunci oleh sang resepsionis namun lumayan bisa dianggap sebagai tabungan akhir di Phuket :).

Masuk hotel tentu yang dilakukan adalah mandi terlebih dahulu dan istirahat setelah penerbangan melelahkan selama 3 jam ditambah berjalan melalui darat dengan menyasar dan keadaan hujan yang semakin membuat males keluar. So hopefully besok akan menjadi hari yang lebih indah.

Cerita berikutnya di Part 2

TomTom: integrasi dengan BMW serta tersedia di Android di bulan Oktober

Sang petani navigasi Belanda sekarang selangkah lebih maju. Mereka mencapai kesepakatan dengan BMW bagi para pengemudi BMW yang belum mempunyai fasilitas navigasi dengan suatu TomtomHD yang semi terintegrasi. Apakah Anda lebih senang dengan navigasi di Android? Itu bisa pada bulan Oktober.

Bagi BMW 1 Series, 3 Series, X1- dan X3 di Eropa akan ditawarkan suatu dock yang dirakit khusus dimana sang pembantu navigasi 5 inci dapat terpasang. Keuntungannya? Bersama ini Tomtom tersebut bekerja dengan nirkabel bersama dengan  BMW Car Entertainment System. Jadi akan ada pemutusan audio pada saat  menunjuk arah dan sebagainya. Dalam fasilitasnya juga ada  TomTom HD Traffic  (tentu akan ada biaya langganan) demi menertawakan kemacetan. Ini merupakan opsi yang sangat baik bagi fanatik BMW yang lupa memesan navigasi pada saat pembelian dan tidak menginginkan ada pelekat pada kaca depan.

Tapi kita tahu bahwa navigasi terpisah akan menjadi hal yang semakin berkurang. Dan TomTom menyadari itu sehingga menyasar ke jasa yang lain seperti menjual kartunya kepada Apple bagi iOS gadgets dan dengan kerjasama bersama pengarah lalu lintas. Pada awal minggu ini mereka juga mengumumkan akan ada aplikasi bag Android. Rencananya musim panas ini namun akhirnya menjadi Oktober. Semua kartu akan tersedia offline di app tersebut. Namun dengan koneksi internet akan ada live traffic. Mungkin seperti TomTom HD Traffic dan TomTom Speed Cameras.

Yang jadi pertanyaan kenapa TomTom baru sekarang keluar dengan solusi Android, padahal Apple sudah menggunakan sejak 2009.

Video: Gaya pengemudi Malaysia….

ford-focus-pretty-girl

Ada satu video yang menarik dari JinnyboyTV. Tujuan dari video in sangat sederhana yaitu menceritakan ciri khas dari pengemudi Malaysia. Dia berusaha untuk memberi gambaran yang umum – gaya aunty (tante-tante keturunan Tionghoa), tukang modifikasi dan pengemudi pelajar (P-Driver). Dalam hal ini semua dibuat demi humor jadi jangan merasa tersinggung.

Mungkin jadi ide untuk ada yang bikin video dari gaya pengemudi Indonesia, pasti harus ditambah dengan gaya pengemudi angkot, Metro Mini, Bus Kota, Ojek dst.

Enjoy

Sumber: Paultan.org, Jinnyboy TV

 

 

Chevrolet Trax akan debut di Paris Motor Show.

 

Wajar jika dikatakan bahwa Chevrolet tahu sedikit tentang kendaraan Sports Utility Vehicle (SUV), setelah menemukan kelas kendaraan tersebut lebih dari 75 tahun yang lalu dengan peluncuran Suburban Carryall, pada tahun 1935. Dalam hanya beberapa minggu lagi, all-new Chevrolet Trax akan mengawali debut resminya pada Paris Motor Show, 27 September 2012, mewakili masuknya Chevrolet ke dalam segmen SUV kecil yang sedang tumbuh pesat untuk pertama kali. Trax akan melengkapi portofolio kendaraan SUV Chevrolet bersama Captiva.

“Selama beberapa dekade terakhir, Chevrolet telah dikenal sebagai kendaraan SUV yang handal dan tangguh. Trax akan memberikan seluruh nilai tradisional Chevrolet dan nilai lainnya. Kendaraan ini adalah SUV kecil yang modern, serbaguna namun hemat bahan bakar, serta menawarkan pengendaraan yang nyaman dan all-wheel drive(AWD),” ujar Susan Docherty, President and Managing Director  Chevrolet Europe. “Trax adalah ekspresi modern dari salah satu kompetensi inti Chevrolet, yaitu membangun dan menjual SUV yang tangguh,” kata Docherty.

Dengan panjang 4.248 mm dan wheelbase 2.555 mm, SUV kecil Chevrolet baru ini menampilkan body lines kokoh yang memberi kesan lincah dan siap bergerak. Dengan ciri khas bowtie emas yang memisahkan gril bagian atas dan bawah di bagian depan, dengan cepat Trax dapat diidentifikasi sebagai anggota keluarga Chevrolet.

Tiga mesin hemat bahan bakar dan sistem AWD on-demand

Trax memiliki ruang kabin yang luas untuk menampung lima penumpang dalam posisi duduk tinggi yang nyaman. Hal tersebut akan memberikan dinamika berkendara yang selaras dengan dua gaya hidup, baik ala keluarga atau ala individu – sementara juga dimungkinkan kemampuan off-road bila diperlukan.

Pilihan mesin mencakup mesin bensin turbocharged 1.4L dan 1.6L serta mesin turbo-diesel 1.7L. Mesin bensin 1.4L turbo dilengkapi dengan transmisi manual enam percepatan yang dapat menghasilkan tenaga sebesar 140 hp (103 kW) dan torsi maksimum 200 Nm.  Sistem AWD tersedia pada varian yang menggunakan mesin bensin 1.4L turbo atau mesin diesel 1.7L.

Mesin diesel 1.7L dapat menghasilkan tenaga sebesar 130 hp (96 kW). Semua dapurpacu yang menggunakan transmisi manual akan menggunakan fungsionalitas Start/Stop. Kedua mesin diesel 1.7L dan mesin bensin 1.4L* turbo juga akan ditawarkan dengan pilihan transmisi enam percepatan otomatis.


Ruang kabin menawarkan fleksibilitas penyimpanan dan konektivitas yang unik

Di dalam, Trax memberikan kesan canggih bersih yang dilengkapi dengan fitur penuh manfaat yang nyaman seperti sebuah klaster pembacaan kombinasi digital dengan display analog.

Fasilitas penyimpanan di Trax yang baru terbilang banyak. Selain bagasi dengan kapasitas sebesar 358 liter, kendaraan ini juga mempunyai tempat penyimpanan barang di atas dan di kedua sisi center stack, serta tempat penyimpanan di bawah tempat duduk. Tempat penyimpanan lainnya juga tersedia di bawah lantai kargo.

Selain kursi belakang yang dapat dilipat 60/40, Trax juga memiliki kursi penumpang depan yang dapat dilipat rata, menawarkan fleksibilitas tambahan dalam segmen ini. Sebanyak delapan kombinasi konfigurasi tempat duduk dapat dipilih.

Untuk trim yang lebih atas akan dilengkapi dengan sistem Chevrolet MyLink sebagai fitur standar. Chevrolet MyLink adalah sistem infotainment yang menyatukan konten dari smartphone ke layar tujuh inci, resolusi tinggi, dengan layar sentuh warna. Pada musim dingin ini, MyLink akan menampilkan sebuah aplikasi navigasi yang dapat diunduh ke smartphone yang kompatibel. Selanjutnya aplikasi tersebut akan memproyeksikan rute yang telah dikalkulasi oleh smartphone ke sistem layar sentuh tersebut.

Standar keselamatan yang kokoh

Berbagai standar sistem keselamatan yang pasif dan aktif memastikan para pengemudi dilindungi jika terjadi kecelakaan. Trax akan dilengkapi dengan enam airbag, Electronic Stability Control (ESC) termasuk Hill Start Assist (HSA), Traction Control (TC), Anti-lock Braking System (ABS) dengan Electronic Brake Distribution (EBD), Trailer Stability Assist (TSA) dan Hill Descent Control (HDC) yang merupakan fitur standar untuk varian LT.

 

* akan diluncurkan pada akhir tahun 2013

 

Chevrolet Trailblazer launching secara resmi di Indonesia

Pada hari Kamis, 30 Agustus 2012, PT General Motors (GM) Indonesia meluncurkan produk terbaru mereka Chevrolet Trailblazer yang merupakan kendaraan Large Sports Utility Vehicle (SUV) tujuh penumpang yang dipersiapkan untuk menghadapi pasar SUV Indonesia yang sedang bertumbuh dengan pesat.

Kendaraan ini akan menjadi salah satu ujung tombak bagi Chevrolet dalam memasuki pasar SUV yang sedang tumbuh di Asia Tenggara. Menurut Presiden Direktur PT GM Indonesia, Marcos Purty, kehadiran dari All New Chevrolet Trailblazer adalah komitmen yang kuat dari Chevrolet untuk mengisi pasar SUV yang semakin tumbuh di Indonesia. Seperti diungkap didalam liputan test drive sebelumnya. Chevrolet Trailblazer dikembangkan untuk sejumlah pasar didunia termasuk Asia Tenggara. Pengembangan dari Trailblazer selain dilakukan di Brazil juga dilakukan di Thailand demin menyesuaikan performa dengan kondisi setempat.

Chevrolet sendiri menghargai All New Chevrolet Trailblazer sebesar Rp 360,800,000,- on the road untuk versi 2.5 Liter LT dengan transmisi manual serta Rp 580,000,000,- on the road untuk 2.8 liter LTZ 4×4 automatic. Kedua versi ini tidak ada perbedaan spesifikasi yang signifikan dengan versi yang dijual di Thailand. Sehingga dapat dikatakan kendaraan yang saya kendarai selama Media Test Drive di Thailand tidak berbeda jauh dengan versi Indonesia.

Yang jadi pertimbangan adalah sejauh mana konsumen Indonesia dapat menerima suatu Large SUV dari Chevrolet terutama melihat persaingan yang ketat antara Toyota Fortuner, Mitsubishi Pajero Sport dan Ford Everest (yang ini besar kemungkinan akan mengalami facelift dalam waktu dekat).

 

 

BYD F3 Sui Rui dengan fasilitas Remote Control

201208220154323558

Seperti kita ketahui Cina sangat gencar meningkatkan industri otomotif mereka dan banyak hal yang kita lihat mulai dari versi jiplakan dari merek-merek terkenal atau penggunaan teknologi yang semakin aneh didalam kendaraan.  Salah satunya adalah produsen Cina BYD yang meluncurkan sedan terbaru nerreka BYD F3 Sui Rui yang dihargai sebesar RMB 65,900 (Rp 98,693,000) bagi versi paling dasar dengan mesin 1.5 liter.

Namun yang paling menarik adalah versi yang paling mahal dengan mesin 1.5 liter turbo seharga RMB100,000 (Rp 149,000,000) yang mempunyai fitur remote kontrol tanpa perlu berada dalam mobil dengan maksimal 10 meter sehingga dapat membantu bila parkir di tempat sempit atau mengarahkan mobil ke depan pintu pada saat hujan. Namun jangan berpikiran aneh-aneh dengan fitur ini karena kecepatan dibatasi hanya sampai 2km/jam

Disini juga diberikan six speed dual clutch gearbox dengan mesin 1.5 liter turbo yang dapat mengeluarkan tenaga 154 hp, dasbor digital dengan trip computer sistem infotainment terintegrasi dengan layar LCD 4,3 inch yang mempunyai GPS dan terkoneksi internet, tyre pressure monitoring system, ABS, traction control dsb.

Ukuran dari F3 adalah panjang 4680 mm, lebar 1765mm dan jarak sumbu roda 2660mm. Garansi yang diberikan 4 tahun atau 100.000km mana yang tercapai terlebih dahulu.

Dibawah video dari penggunaan remote di kehidupan sebenarnya.

Canggih juga nih mobil Cina