DRB-HICOM menolak tawaran £1 untuk Lotus Group

Telah diketahui bahwa DRB-HICOM, pemilik Lotus melalui kepemilikannya di PROTON, mendapatkan tawaran dari sebuah perusahaan asing untuk membeli sang pembuat kendaraan sport yang tengah rugi senilai £1. Menurut laporan di StarBiz tawaran ini ditolak dan DRB-HICOM akan tetap menjadi pemilik Lotus dan berusaha untuk menyehatkan perusahaan itu kembali .

Menurut Group Managing Director DRB-HICOM Datuk Seri Mohd Khamil Jamil di London, “Langkah paling mudah adalah menerima tawaran itu. Sebagai seorang pengusaha itu yang dapat saya lakukan untuk mengurangi kerugian dan tetap move on,”

“Namun kalau dilihat dari nilai  Lotus, pengetahuannya, merek yang bersejaraha dengan positioning yang mendunia beserta digabung dengan sumber daya manusia yang bertalenta dan berpengalaman yang dapat berguna didalam PROTON”

“Kami yakin kami mempunyai rencana bisnis yang dapat bekerja untuk Lotus. Jika saya menjualnya tanpa mencoba, maka pada akhirnya saya akan mengecewakan pemegang saham saya” seperti yang ditambahkan oleh Mohd Khamil yang juga merupakan Executive Chairman dari PROTON. .

” Kegagalan bukan merupakan opsi. Pinjaman yang diberikan kepada Lotus dijamin oleh PROTON. Jika Lotus bermasalah maka debitur akan pergi ke PROTON. Melihat keadaan PROTON mereka tidak berada dalam posisi untuk menyerap jumlah itu. Lalu mereka akan pergi ke kakeknya, yaitu holding company utama yaitu DRB-HICOM. Kami mempunyai 53.000 pekerja dan kita tidak dapat membiarkan Lotus menarik kita ke bawah,” dia tambahkan.

drb-md-khamil-jamil

Pinjamanm yang disebut adalah pinjaman sindikasi senilai £270 juta yang diberikan oleh  Maybank, CIMB, Oversea-Chinese Banking Corp Ltd, ExportImport Bank of Malaysia Bhd, Affin Bank Bhd dan EON Bank Bhd pada akhir  2010. Lotus telah menarik sekitar  £207 juta sebelum bank membekukan sisa pinjaman pada akhir bulan Juli tahun lalu. Namun hal ini telah diselesaikan.

“Kami berjumpa dengan enam bankir akhir bulan lalu. Dan saya membuat presentasi secara pribadi mengenai perubahan rencana yang saya kembangkan bagi Lotus. Para bankir telah menerimanya dengan tangan terbuka dan mereka memutuskan untuk melupakan kondisi tersebut dan memaafkan Lotus dan PROTON. Kami berusaha untuk mendapatkan suatu rencana anggaran dengan para bankir agar dapat mencairkan sisa pinjaman. Dengan begitu kami dapat membiayai beberapa persyaratan finansial dari Lotus.’ seperti yang dikatakan Mohd Khamil kepada  Bernama.

DRB-HICOM juga telah menempatkan orang mereka sendiri di Lotus.  Aslam Farikullah ditunjuk sebagai  Chief Operating Officer bagi Lotus pada bulan Juni setelah CEO Dany Bahar dipecat. Aslam, 51 tahun, bekerja sebagai insinyur di Inggris selama 18 tahun sebelum bergabung dengan DRB di tahun 2007. Posisi terakhir dia adalah Division Head of Manufacturing and Engineering DRB-HICOM

Jadi Lotus telah lolos dari nasib yang diterima MV Agusta, pembuat motor asal Italia yang dijual oleh PROTON senilai satu Euro. Namun untuk saat ini memandu Lotus agar kembali kedalam angka yang hitam, mencoba berdiri atas kedua kakinya sendiri and mendapatkan keuntungan dari itu bukan hal yang mudah. Bila DRB-HICOM dapat melakukannya maka mereka mencapai sesuatu yang banyak orang coba namun gagal.

sumber: Paultan.org

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s