Ford, GM dan BMW dihubungkan dengan illegal logging dan kerja paksa di Brazil

Pig iron in Brazil : Amazon and Cerrado deforestation and Illegal charcoal kilns in Pará state

Menurut aktivis Greenpeace, Ford, GM dan BMW mengambil bahan baku dari Brazil yang digerakkan oleh illegal loging serta kerja paksa.

Brazil adalah pengekspor utama dari  pig iron, yang merupakan bahan baku utama dari baja dan cast iron, dan diproduksi dengan menggunakan arang dengan kuantitas yang besar.

Laporan dari pemerintah Brazil, International Labour Organization (ILO) dan US Department of Labour beberapa dekade ini mengindikasikan bahwa arang yang digunakan oleh supplier pig iron di negara bagian Amazon, Para, menggunakan kerja paksa serta illegal logging di hutan lestari serta tanah adat.

Sebuah laporan baru dari Greenpeace yang menggunakan data bea cukai menghubungkan delapan perusahaan internasional dan dua eksportir utama pig iron dari Brazil,  Viena Siderurgica do Maranhão (Viena) dan  Siderúrgica do Pará (Sidepar), dengan supply chain dari supplier arang yang mempunyai histori membeli dari kem illegal dan menutupi perilaku menyimpang.

Ford, General Motors, BMW, Mercedes, Nissan dihubungkan dengan kilang baja Severstal di Columbus, Mississippi, yang membeli bahan baku dari Viena dan Severstal, sementara John Deere dan ThyssonKrupp dihubungkan dengan beberapa pelebur baja yang disupply oleh National Material Trading yang berkedudukan di Illinois, sebuah broker baja yang mengambil sumber dari Viena. Dua broker baja yang lain, Environmental Materials Corporation di Pennsylvania dan sebuah  divisi dari Cargill di Minnesota juga dikatakan oleh Greenpeace dari Viena.

“Dengan membeli baja ini, maka merek-merek terkenal ini membantu dalam merusak Amazon,” seperti yang dikatakan oleh direktur kampanye  Greenpeace Brazil Amazon Paulo Adario. “President Dilma [Rousseff] harus melindungi amazon dan masyarakat yang tergantung padanya dengan menghentikan penebangan hutan, kerja paksa serta invasi dari tanah adat.”

Greenpeace berharap ini dapat meningkatkan awareness terhadap  deforestation serta kerja paksa di Amazon dimana para pemimpin dunia akan berada di Brazil di bulan yang akan datang untuk menghadiri  Rio+20 Earth summit.

Bloomberg mengawalinya dengan berita besar di tahun 2006 terhadap supply chain produsen kendaraaan US yang dihubungkan dengan kem arang kerja paksa, namun Greenpeace mengklaim bahwa walau banyak janji yang diberikan oleh perusahaan besar Amerika dan Eropa, namun mereka tetap membeli secara langsung atau tidak langsung dari perusahaan-perusahaan ini.

Ford, GM dan Nissan semua disebutkan dalam berita Bloomberg .

Sebagai respon terhadap laporan ini, GM mengatakan bahwa mereka mempunyai  “zero tolerance” policy terhadap penyiksaan karyawan dan praktek bisnis yang korup.  Jurubicara BMW mengatakan bahwa perseroan menjamin supplier harus  “memenuhi standar lingkungan dan sosial yang kami tetapkan untuk diri kita agar dapat menjadi mitra bisnis kami” namun untuk menjamin bahwa sub-supplier melakukan hal yang sama merupakan tantangan.

Ford menjadi yang paling transparan dan mengindikasikan bahwa merkea bekerjasama dengan ILO serta pemerintah Brazil dan melatih supplier terhadap standar buruh (labour codes) sejak 2006 dan kepada sub-tier suppliers sejak 2011.

Todd Nissen, dari Ford Corporate Communications, mengatakan: “Kami sangat familiar dengan situasi pig iron di Brazil. Dan kami adalah yang pertama yang menyadari di 2006 bahwa arang yang diproduksi mereka karena penggunaan kerja paksa (budak) didalam supply chain kam. Kami langsung menghentikan sourcing dari site yang diidentifikasi setelah melakukan investigasi di tahun 2006 dan mengambil langkah-langkah kongkrit untuk bekerjasama dengan supply chain kami demi menjaga hak azasi manusia diseluruh operasi kami. Tahun lalu,  kami memperbaharui pembelian kami dengan beberapa supplier pig iron Brazil yang potensial dan melakukan evaluasi terhadap progres supplier kami demi menjamin pembelian yang bertanggung jawab (responsible procurement) dari material.”

Industri arang Brazil mempunyai sejarah yang didokumentasikan dengan baik perihal praktek perusakan lingkungan serta pelanggaran hak azasi manusia.

Sebuah laporan ILO mengatakan bahwa di tahun 2008, ada setidaknya 40,000 pekerja paksa (budak) di  Brazil. Sekitar 1,200 bekerja di industri arang , dan  5,600 bekerja di industri yang berhubungan dengan industri yang melakukan deforestation dan forestry. Pemerintah Brazil telah berusaha untuk memberantas praktek kerja paksa di industri arang dengan mendirikan Citizen’s Charcoal Institute (ICC) di tahun 2004 untuk memonitor industri tersebut. Namun Greenpeace mengklaim bahwa tidak ada konsekwensi bagi ketidakpatuhan, dan menunjukkan kelemahan dari ICC, walau organisasi tersebut telah merehabilitasi setidaknya 161 mantan budak.

Sumber: http://www.guardian.co.uk/environment/2012/may/17/ford-gm-bmw-logging-brazil

Disini dapat kita lihat pentingnya perusahaan untuk melakukan pemeriksaan/audit terhadap supply chain mereka dan mempersiapkan Sustainability Management & Communication yang baik untuk mengurangi risiko yang dapat ditimbulkan akibat adanya pelanggaran terhadap performa lingkungan dan sosial. Sustainability Management & Communication bukan hanya bermaksud untuk memasarkan green products tapi merupakan rangkaian yang terintegrasi dalam manajemen untuk memahami risiko yang dapat ditimbulkan oleh adanya isu negatif yang timbul di para pemangku kepentingan dan yang dapat mengakibatkan gangguan terhadap kinerja ekonomi perusahaan. 

Seperti dapat dilihat bahwa salah satu contoh terbaik dari Sustainability Management & Communication adalah perubahan perilaku perusahaan dengan menjadi lebih transparan serta lebih reaktif terhadap dampak yang ditimbulkan perseroan tersebut terhadap wilayah operasinya dan bukan sekedar menjadi uji coba PR pada saat terjadi krisis namun harus menjadi uji coba untuk memikirkan risiko yang dapat ditimbulkan dan bagaimana mengurangi risiko tersebut. 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s