Test Drive: BMW 528i M-Sport Edition, a real gentlemen’s car

Tanggal 24-27 April lalu saya lagi ada tugas kantor dan terlontar pikiran untuk melakukan review kendaraan disana mengingat jalanan yang jauh lebih leluasa dan lalu lintas yang tertib dan juga mencoba tipe kendaraan yang mungkin memang dijual di Indonesia namun belum ada reviewnya.

Kesempatan ini diberikan oleh BMW Malaysia, melalui usaha keras dari BMW Indonesia untuk melakukan review terhadap BMW 528i. Kebetulan ini adalah generasi terbaru dari 5 series dengan sasis F10 dengan mesin N20 terbaru yaitu mesin 2.0 Liter 4 silinder dengan TwinPower Turbo.

Kebetulan disini yang dicoba adalah BMW 528i M-Sport, di Indonesia yang dijual adalah versi BMW 528i yang “normal” sedangkan di Malaysia diberikan versi M-Sport package. Pada saat pertama dilihat ada kesan seperti BMW M5 yang juga diluncurkan di Jakarta baru-baru ini dan yang pasti memberi tampilan yang lebih tampan dibanding seri-5 biasa.

Penggunaan aksesori M-Sport seperti setir yang lebih tebal memberi kesan yang sangat sporty dan sangat nyaman digenggam terutama dalam perjalanan jauh. Harapan saya adalah adanya opsi M-Sport package bagi pembeli di Indonesia 🙂 . Velg M-Sport 18 inch juga memberi estetika tampilan sporty yang signifikan.

Pengambilan kendaraan sendiri dilakukan di Headquarters BMW Malaysia yang bertempat di Jalan Teknokrat 5, Cyberjaya yang berjarak 34Km dari KL dan mempunyai waktu tempuh kira-kira 30 menit melalui Lebuh Raya (Jalan Tol) MEX. Kesempatan yang baik untuk merasakan performa dari 528i dengan mesin baru N-20.

Pada awalnya saya sedikit meragukan tenaga dari mesin 2.0 liter dengan twin power turbo pada seri-5. Namun hanya perkenalan singkat dengan 520i di Jakarta meyakinkan saya bahwa mesin baru ini mempunyai potensi yang sangat baik. Apalagi dalam bentuk 528i yang dapat menghasilkan tenaga 245 Hp dan mampu berakslerasi 0-100km/h hanya dalam 6,3 detik dengan kecepatan puncak 250 km/h.  Serta mempunyai konsumsi bensin sebesar 6.8 liter / 100km.

Dan ini terasa pada saat memasuki tol MEX yang merupakan penghubung Cyberjaya / Putrajaya dengan Kuala Lumpur dan terdiri dari jalanan lurus panjang berbukit dengan beberapa tikungan.

Walau panjang dan kosong namun berbeda dengan di Indonesia batas kecepatan diperiksa dengan speedgun sehingga saya hanya bisa mengendarai 528i M-Sport pada limit legal kecepatan di tol yaitu 110km/h. Memang warga Malaysia sendiri berlari lebih cepat dari itu dan saya sendiri sempat menyentuh 140km/h dan itu juga dengan kondisi tidak terasa seri-5 berlari secepat itu. Ini semua berkat mesin N20 yang halus yang dikombinasikan dengan transmisi 8 speed steptronic.

Selama di Malaysia saya beruntung bahwa 528i M-Sport ini dilengkapi dengan BMW Navi sehingga memudahkan saya dalam mencari Point of Interest ataupun perjalanan kembali ke hotel. Penggunaan BMW Navi bisa dikatakan antara mudah dan tidak. Mudah karena cukup menggunakan tombol I-drive namun kalau bisa ada fitur voice control untuk alamat atau bisa touch screen navigation. Selebihnya dia cukup terpadu dan update mengenai jalanan, walau ada kadang salah menunjukkan posisi atau mengatur kearah yang berbeda.

Yang menarik dari BMW Navi ini adalah pada saat bird’s eye view dapat ditampilkan gedung-gedung dalam 3 Dimensi sehingga kita dapat mengetahui landmark yang ada pada peta dengan kenyataan yang ada. Yang juga menarik adalah fitur junction view yang dapat membantu bila kita mengarah kesuatu simpang atau offramp di tol sehingga kita tidak salah jalan.

Selain itu 528i M-Sport juga dilengkapi dengan fasilitas Head Up Display yang dapat membantu pengemudi untuk senantiasa melihat jalanan didepan dan ini juga berguna pada saat menggunakan fasilitas Navigasi karena ditampilkan pada kaca depan dan kita tidak perlu melihat ke dasbor terus menerus.

Besar harapan HUD ini dapat diterapkan pada kendaraan yang lain di masa depan. Yang pasti ini sangat membantu dalam menentukan kecepatan dan jalan.

Selama di Malaysia, saya dapat merasakan betapa comfortable 528i M-Sport ini padahal sudah diupgrade dengan sport package seperti velg 18inch dan bodykit. Ditambah dengan Dynamic Driving Experience dimana 528i M-Sport dilengkapi dengan fasilitas Eco Pro, Comfort, Comfort+, Sport dan Sport+.

Saya mencoba Eco Pro pada hari pertama pengambilan kendaraan  dimana Kuala Lumpur sehabis hujan bisa sama macetnya dengan Jakarta. Dan sama-sama cenderung tidak bergerak. Ini adalah kesempatan baik mencoba Eco Pro.

Pada saat kita menyalakan Eco Pro terasa bahwa ada beberapa bagian yang coba dihemat oleh 528i. salah satunya adalah penggunaan A/C yang lebih efisien yang terasa dengan sedikit menghangatnya udara A/C. Padahal di 528i A/C adalah quadzone atau bisa diatur pada empat zona dan bukan lagi dual zone.  Penghematan juga terlihat pada indikator dasbor dimana pada saat kita ngerem maka Brake Energy Generator akan membangkitkan tenaga listrik untuk disalurkan kembali ke aki, dan itu kelihatan pada indikator Efficient Dynamics.

Pada saat kita memindahkan posisi ke mode Comfort, Comfort + maka terasa bantingan suspensi dari 528i lebih melembut dan pada saat dipasang pada posis Sport maka terasa suspensi sedikit mengeras dan akslerasi juga lebih meningkat karena adanya perubahan mapping pengapian dan pengaturan gas.

Namun walau berada pada posisi Sport. 528i M-Sport ini masih merupakan kendaraan yang sangat nyaman dan masih mampu mengeliminir beberapa lubang dengan baik.

Seperti dilihat interior dari BMW 528i M-Sport penggunaan setir M yang lebih tebal dengan steering control dan terasa sangat nyaman. Penggunaan trim berwarna silver juga memberi kesan dinamis pada 528i M-Sport. Shift knob juga menggunakan versi sport juga memberi kenyamanan dalam mengenggam pada saat penggantian gigi.

Ada satu hal yang mungkin masih mengganjal dari mesin N20 ini yaitu hilangnya kemerduan suara inline six pada saat berakselrasi penuh khas BMW. Namun tenaga yang disalurkan setara dengan mesin 3.0 L inline six BMW.

Tentu penasaran bagaimana BMW Navi bekerja di Indonesia dan juga bagaimana performa dari mesin N20 bila menggunakan BBM di Indonesia. Salah satu saran bagi calon pembeli seri-5. Lebih baik menambah untuk ambil 528i dengan fitur yang sangat lengkap terutama BMW Navigasi dengan HUD serta bila memungkinkan minta diupgrade dengan M-Sport package.

Terima kasih yang sebesarnya kepada:  

Ibu Helena Abidin, Corporate Communications Director, BMW Group Indonesia

Mr.Sashi Ambihaipahan, Corporate Communications Manager BMW Group Malaysia 

Ms. Amalina Zakaria, Corporate Communications Officer, BMW Group Malaysia

Compare selected ranges of equipment.
 BMW 520i  BMW 528i
Weight
Unladen weight EU in kg 1,670 [1,685] 1,685 [1,695]
Max. permissible weight in kg 2,205 [2,220] 2,220 [2,230]
Permitted load in kg 610 610
Permitted axle load front/rear in kg 1,070 / 1,280 1,070 / 1,280
Engine
Cylinders/valves 4/4 4/4
Capacity in ccm 1,997 1,997
Stroke/bore in mm 90.1 / 84.0 90.1 / 84.0
Max. output in kW (hp) at 1/min 135 (184) / 5,000-6,250 180 (245) / 5,000-6,500
Max. torque in Nm at 1/min 270 / 1,250-4,500 350 / 1,250-4,800
Compression ratio : 1 11.0 10.3
Performance
Top speed in km/h 227 [226] 250
Acceleration 0–100 km/h in s 7.9 [8.0] 6.2 [6.3]
Acceleration 80–120 km/h in 4th/5th gear in s 7.5 6.2
Fuel consumption
Urban in l/100 km 8.9-9.2 [8.3-8.6] 9.1-9.4 [8.6-8.9]
Extra-urban in l/100 km 5.5,-5.7 [5.3-5.5] 5.5-5.8 [5.3-5.5]
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s