Test Drive: All New Kia Rio 1.4 A/T , a car build for the young exec

Terima kasih kepada pihak PT Kia Motors Indonesia yang memberikan kesempatan beberapa hari untuk melakukan review terhadap salah satu best seller Kia yaitu All New Kia Rio.

Beruntung kesempatan test drive kali ini dapat dilakukan lebih lama dengan variasi rute yang digunakan mensimulasikan standar kaum urban yang merupakan salah satu target market dari All New Kia Rio ini. Versi transmisi otomatis juga semakin membuat All New Kia Rio digemari karena sangat memudahkan pengemudi dalam menghadapi lalu lintas Jakarta yang penuh stress ini.

Seperti kita ketahui, tampilan All New Kia Rio berubah total dibandingkan dengan Kia Pride yang digantikannya. Sudah jauh dari tampilan khas Asia, sekarang Kia benar-benar telah mengambil bahasa desain Volkswagen Group khususnya Audi. Hal ini berkat tangan dingin desainer ex-Audi yaitu Peter Schreyer.

Exterior: 

Potongan tampilan kendaraan hatchback Eropa sangat kelihatan di All New Kia Rio ini. Khas Eropa adalah figur dari kendaraan hatchback yang kelihatan sangat kokoh dengan spatbor juga yang melebar. Buritan juga kelihatan seperti VW Golf semakin membuat tampilannya seolah-olah kita mengendarai kendaraan Eropa.

Dan yang pasti penampilan ini tidak memalukan, setidaknya kita tidak dihadapi dengan kendaraan sejuta umat. Dan value for money dari segi tampilan juga lumayan tinggi. Bayangkan dengan 179 juta on the road sudah bisa mendapatkan kendaraan dengan tampilan Eropa namun harga Asia.

Penggunaan velg 15 inch pada All New Kia Rio juga semakin menambah tampilan yang kokoh khas Eropa dan beruntung Kia memberi velg 15 inch dan bukan 14 inch seperti sepupunya Hyundai Grand Avega.

Ciri khas grill Tiger Nose menghiasi bagian depan dari All New Kia Rio ditambah dengan air dam yang besar pada bagian bemper menambah kesan sporty namun tetap dengan sedikit elegan.  Yang pasti sangat berbeda dibanding KIA terdahulu dan saya sendiri menyukai semua line up produk KIA saat ini.

Mobil dengan panjang 4045mm. lebar 1720 mm dan tinggi 1455mm serta mempunyai jarak sumbu roda 2570mm tidak dapat dikatakan sebagai kendaraan yang kecil namun memadai untuk dibawa di belantara Jakarta. Tidak terlalu kecil seperti city car dan tidak terlalu besar seperti full size sedan.

Interior

Dari sisi interior, ciri khas  Audi juga sangat kentara. Dimana desainnya sangat bersih. Namun yang sedikit disayangkan adalah tidak digunakannya bahan soft touch. Namun setidaknya kepraktisan masih termasuk cukup tinggi untuk kategori Hatchback seperti All New Kia Rio.

Ada banyak sekali cupholder serta bottleholders di tiap pintu, soket 12v ada dua dibawah dasbor depan tuas, glovebox yang cukup besar dan yang pasti interior yang kelihatan lega karena penggunaan warna yang terang.

Desain jok depan juga khas Eropa dengan lebar yang cukup namun tetap erat memegang tubuh, agak sedikit keras bagi yang terbiasa menggunakan kendaraan Jepang namun tidak melelahkan pada saat kita berjalan lama dengan All New Rio.

Salah satu hal yang menarik adalah penggunaan tombol yang unik untuk pengoperasian A/C, serta pengaturnya sendiri. Bahan pembuatan cukup baik dan pengoperasian cukup terasa mantap. Tidak ada kesan murahan. Dan dengan ciri khas Eropa semua tombol dan tuas terasa solid dan tidak ringkih.

Ini adalah salah satu ciri dari kualitas pembuatan Audi dimana sampai berat tombol atau tuas dipikirkan.

Sistem audio pada All New Rio cukup memadai, pada awal test drive versi manual beberapa bulan lalu saya kurang menyukai Head Unit 2 DINnya dan tidak terlalu memperhatikan tata suara dari All New Rio namun setelah menggunakan 3 hari ini, saya perhatikan Head Unitnya cukup mudah untuk dioperasikan dan tata suara yang dihasilkan cukup memadai. Peredaman akustik dari All New Rio memang luar biasa karena cukup kedap untuk kendaraan pada price range ini.

Akomodasi pada bagian belakang All New Rio juga cukup memadai. Tidak terasa sesak untuk orang dewasa untuk duduk di belakang. Kepraktisan yang lain adalah dapat dilipatnya jok belakang dengan konfigurasi 60-40 sehingga memperluas area bagasi dari semula 288 liter.

Mesin

Mesin yang digunakan adalah mesin baru Gamma 1.4 Liter DOHC 16 valve CVVT yang dapat menghasilkan tenaga 107 PS pada 6300 rpm dan torsi 13.8 kg-m pada 4200rpm. Transmisi yang diberikan pada All New Kia Rio ada dua yaitu transmisi manual 6 speed dan otomatis 4 speed dengan mode tiptronic.

Pada unit A/T ini tenaga yang dikeluarkan bisa dikatakan cukup memadai dan yang termasuk salah satu fitur unggulan pada ALl New Rio adalah adanya mode ECO. Menurut manual bila ECO mode menyala maka pengapian dan shifting gigi dan respons gas akan diubah untuk tingkat keekonomisan tinggi namun so far sih tidak menemukan adanya perbedaan yang terlalu mencolok. Memang membantu untuk mengingat kita agar jangan terlalu dalam-dalam injek gas. 🙂

Ride and Handling

Selama penggunaan Kia All New Rio 1.4 A/T termasuk cukup menyenangkan dalam penggunaan sehari-hari. Bantingan suspensi ada ciri khas Eropa dan berbeda dibanding dengan sepupunya Hyundai Grand Avega dia lebih firm. Namun bagi yang terbiasa dengan mobil Jepang akan merasa dia terlalu keras.

Kekedapan suara dari Kia All New Rio juga patut diacungi jempol karena untuk price range ini termasuk cukup kedap dan suara mesin juga tidak menganggu. Power Steering yang Electric Motor Driven juga memberi kemudahan bergerak pada saat pelan dan kestabilan setir pada kecepatan tinggi.

Mungkin sedikit kekurangan pada saat kita berlari pada kecepatan 140km/h keatas adalah sedikit terasa melayang. Seperti ada perasaan kurang menjejak khas kendaraan Asia pada umumnya. Namun untuk penggunaan cruising normal masih dapat dikatakan cukup memadai.

Kesimpulan

Kia All New Rio adalah salah satu alternatif hatchback baru dari sekian banyak hatchback yang beredar. Didukung oleh garansi 5 tahun, tampilan yang sangat menarik serta aftersales yang cukup baik dapat direkemondasikan sebagai kendaraan harian para komuter atau eksekutif muda. Yang pasti ciri dari pengguna ini adalah orang-orang yang tidak terlalu memikirkan suatu brand namun memikirkan kenyamanan serta keamanan suatu kendaraan dengan kualitas buatan yang memadai.

Proton Prevé – sekilas kira-kira P3-22A hatchback

Preve_Hatchback_front

Proton Prevé selain dalam bentuk sedan direncanakan akan ditampilkan dalam bentuk hatchback dengan kode P3-22A. Versi hatchback tentu akan sangat laku dipasaran luar negeri terutama di Eropa yang lebih menyukai hatchback daripada sedan.

Berikut adalah sedikit gambaran yang dibuat oleh Theophilus Chin (http://www.theophiluschin.com/) dan kalau dilihat cukup menarik Prevé versi hatchaback. Besar kemungkinan akan keluar di 2014, atau kalau Proton cepat mungkin di 2013.

Preve_Hatchback_side

Preve_Hatchback_rear2

MINI memperkenalkan desain Hyde Park dan Green Park

green and hyde 2

Seperti MINI yang menentukan pemandangan di jalan raya, begitu juga dengan Royal Parks di pusat kota London yang menentukan struktur dan ritme dari seluruh kota. Berabad-abad mereka merupakan oasis ditengah kesibukan ibukota Inggris. Dan sekarang tradisi Inggris serta lifestyle mereka dapat tercermin dalam desain khusus  MINI Hyde Park dan MINI Green Park, yang warna kombinasi eksklusif mereka serta tingkat perlengkapan dapat menarik bagi yang mengingkan kendaraan yang klasik atau sporty.

Kombinasi desain yang harmonis menampilkan eksterior dan interior dari MINI Hyde Park dan MINI Green Park dengan penampilan yang percaya diri dan stylish.  Kedua desain akan hadir diseluruh dunia dalam bentuk MINI dan MINI Clubman.  Tergantung dari pasar yang dituju maka ada empat varian mesin yang dapat dipilih yaitu :  MINI Cooper serta MINI Cooper Clubman dengan mesin 90 kW/122 hp,
MINI Cooper D dan  MINI Cooper D Clubman (82 kW/112 hp), MINI Cooper S dan MINI Cooper S Clubman (135 kW/184 hp) serta MINI Cooper SD dan MINI Cooper SD Clubman (105 kW/143 hp). Semua mesin dilengkapi dengan transmisi manual enam percepatan dan transmisi otomatis enam percepatan merupakan opsi.

MINI Hyde Park: penampilan klasik dari gaya hidup British 

hyde park 2

Penampilan dari MINI Hyde Park dilabur dengan warna body  Pepper White yang dikombinasikan dengan warna kontras Hot Chocolate – ini tersedia untuk pertama kalinya  – pada bagian atap dan spion . Skema warna yang berbeda dari MINI Clubman terdapat pada sisi bagian bawah dari C-pillar yang tampil dalam warna bodi. Dan untuk memadu padankan warna, maka MINI Hyde Park juga memakai setrip pada kap dan samping body dalam warna Hot Chocolate, salah satu highlight yang lain adalah penggunaan lensa indikator dalam warna transparan.  Serta indikator arah yang diintegrasikan didalam lampu utama, ini memberi penampilan dari lampu indikator dan lampu belakang terlihat individual.

MINI Green Park: duta dari heritage sport 

green park 1

Passion dari tradisi British terhadap hal yang kompetitif dalam olah raga ditampilkan dalam desain eksklusif  MINI Green Park. Atap dan kaca spion ditampilkan dalam warna British Racing Green, yang dapat memberi kontras yang menyenangkan dengan warna body Pepper White. Warna setrip kap mesin dalam British Racing Green serta lensa transparan bagi indikator meningkatkan classic-sporty look. Pada model desain ini maka bagian bawah C-pilar pada MINI Clubman juga dalam warna body.

park inside 1

Resmi Audi membeli DUCATI

Audi and Ducati together at last

Tidak banyak pembuat mobil juga membuat motor : PeugeotHondaSuzuki, dan yang paling konsisten, BMW. Dan sekarang Audi juga ikut-ikutan- tidak dengan motor bercincin empat, namun dengan keputusan pembelian Ducati.

Didalam pengumuman resmi yang baru diterbitkan, Audi mengkonfirmasikan pembelian Ducati senilai  $1.1M. Walaupun Audi adalah bagian dari Volkswagen Group, namun Audi AG sendiri yang memutuskan membeli pembuat motor tersebut, sehingga membuat Ducati sebagai produsen Italia ketiga dibawah payungnya selain  Lamborghini dan ItalDesign-Giugiaro.

Audi juga menunjukkan kepada beberapa teknologi yang dikembangkan Ducati- terutama control systems, proses ruang bakar dan kompetensi dalam konstruksi ringan – dapat menjadi aset dengan “potensi besar bagi AUDI AG dan Volkswagen Group”

Dibawah adalah Press Release resmi:

AUDI AG acquires sports motorcycle manufacturer Ducati Motor Holding S.p.A.

– Chairman Rupert Stadler: “As a sporty, global premium brand, Ducati is an excellent fit for Audi.”
– Third pillar for AUDI AG in Italy
– Ducati a leading player in engine technology and lightweight construction

Ingolstadt/Bologna, April 18, 2012 – AUDI AG is acquiring from Investindustrial Group the tradition-steeped Italian sports motorcycle manufacturer Ducati Motor Holding S.p.A., which has its registered office in Bologna. The transaction will be completed as quickly as possible once authorized by the competition authorities. The Supervisory Boards of AUDI AG and Volkswagen AG approved the acquisition today in Hamburg. Ducati is known worldwide as a leading brand in motorcycle manufacture, with outstanding expertise in engine development and lightweight construction.

Alongside the traditional Italian brands Lamborghini and Italdesign, Ducati is now a third pillar for AUDI AG in Northern Italy. Another building block in the Company’s growth strategy thus falls into place. Rupert Stadler, Chairman of the Board of Management of AUDI AG, declared: “Ducati is known worldwide as a premium brand among motorcycle manufacturers and has a long tradition of building sporty motorcycles. It has great expertise in high-performance engines and lightweight construction, and is one of the world’s most profitable motorcycle manufacturers. That makes Ducati an excellent fit for Audi.” The progressive control systems and special combustion chamber process of Ducati engines, their resulting sporty character, and Ducati’s extensive know-how in lightweight construction thus offer great potential for AUDI AG and the Volkswagen Group.

Peter Mosch, Chairman of the General Works Council of AUDI AG, explains that the employee representatives of AUDI AG support the Company’s sustainable, co-determined growth strategy. “We must use the opportunities offered by globalization for Audi – and that’s exactly what we’re doing. Everyone at Audi is looking forward to working with our new colleagues from Ducati,” commented Mosch.

Ducati is a globally active company and has manufacturing operations at its headquarters in Bologna and at its own factory in Thailand. It maintains a series of importer companies in strategic markets. Experts predict that the motorcycle market will enjoy strong growth over the next few years, especially in Asia. In 2011, Ducati sold around 42,000 motorcycles and generated revenue of some €480 million, employing around 1,100 people.

The company was founded by Adriano and Marcello Ducati in Bologna in 1926. Known originally as Società Scientifica Radiobrevetti Ducati, it initially built parts for radios. It ventured into the manufacture of motorcycles in 1949.

Ducati has been actively involved in motorcycle racing for many decades through its racing division Ducati Corse. Its racing activities are currently focused on the Ducati official factory team in the MotoGP class of the Motorcycle World Championship and in the Superbike World Championship, supporting competitive private teams. Ducati won the manufacturers’ championship in this latter class 17 times in 21 championships and the pilots’ 14 times.

Proton Prevé SAPPHIRE. Special Edition pada saat peluncuran

Pada saat peluncuran Proton Prevé semalam, ternyata pihak Proton mengeluarkan satu kejutan yaitu Proton Prevé SAPPHIRE.  Kalau dilihat ini adalah versi upgraded dari Proton Prevé Premium CFE dan dilengkapi dengan bodykit, velg lebih besar dan interior lebih mewah.

IMG_6597b

Semoga Proton bisa mewujudkannya dalam versi produksi or at least aftermarket parts bagi Proton Prevé

IMG_6569b

Preves03

IMG_6590b

IMG_6589b

Proton Prevé resmi diluncurkan kepada dunia

najib

Hari Senin, 16 April 2012 pada pukul 20.00 waktu Malaysia merupakan hari dan jam bersejarah bagi Proton Holdings Berhad. Dimana diluncurkanlah untuk pertama kalinya mobil dengan platform Global mereka yaitu Proton Prevé. Peluncuran ini diresmikan oleh Perdana Menteri Malaysia Datuk Seri Najib Tun Razak di Mines Malaysia International Exhibition and Convention Center di Seri Kembangan.

Ini adalah mobil yang “besar” bagi perusahaan seperti yang diungkap presiden direktur  Datuk Syed Zainal Abidin pada peluncuran. “Prevé merupakan suatu batu loncatan yang penting kepada Proton dalam berbagai macam segi. Dia mewakili standar baru dan lebih tinggi bagi Proton dalam semua aspek terutama  safety, performance, comfort, build quality, technology, serta  design dan kenyamanan,” dia mengatakan.

DSC_0143b

“Secara lebih signifikan, dia mencerminkan kedewasaan dari Proton dari segi pengetahuan teknis dan kapabilitas sebagai pembuat kendaraan dan untuk berevolusi dari pemain domestik dan regional menjadi perusahaan mobil global.’ dia menambahkan.

Prevé sendiri akan hadir dalam tiga varian pada saat peluncuran, dengan dua jenis mesin dan tiga transmisi – daftar dipimpin oleh  1.6 CVT Premium, dalam format  turbocharged CamPro CFE , diikuti oleh 1.6 Executive CVT dan 1.6 Executive five-speed manual, dimana keduanya menggunakan mesin CamPro IAFM+.

DSC_0148b

Kedua varian CVT dilengkapi dengan transmisi  Punch CVT  – versi Premium CFE akan mendapatkan  seven-speed VT3, yang dinamakan ProTronic, sedang spek Executive dengan mesin IAFM+ akan dipasangkan dengan six-speed VT2. Transmisi VT3 merupakan turunan dari VT2 – keduanya mempunyai platform yang sama, namun VT3 mampu menahan torsi yang lebih tinggi.  (215 Nm dibanding dengan 186Nm pada VT2).

Berbicara mengenai output maka CFE – yang menggunakan low-pressure turbocharger – dapat menghasilkan tenaga 138 hp pada 5,000 rpm dan torsi 205 Nm diantara 2,000 – 4,000 rpm, serta performa akselerasi dari 0-100 km/h dalam 9.6 detik dan kecepatan maksimum 190 km/h. Sedang konsumsi bensin adalah 6.6 litres per 100 km, pada kombinasi siklus dengan kondisi jalan Malaysia yang lebih sepi daripada Indonesia.

Sedang untuk versi  IAFM+, mesin yang terpasang pada tipe Executive mempunyai tenaga 107 hp pada 5,750 rpm dan torsi 150 Nm pada 4,000 rpm. Dari segi performa maka versi CVT dapat mencapai kecepatan puncak secepat 170 km/h top speed dengan akselerasi 12.5 detik untuk 0-100 km/h , sedang versi manual dapat mencapai  180 km/h dengan akselerasi  12.0 detik

Dari segi konsumsi bahan bakar maka Proton menyatakan bahwa IAFM+ dapat mencapai 5.8 liter per 100 km untuk versi CVT , sedang versi manual adalah 6.2 liter per 100 km, keduanya ditetapkan pada siklus kombinasi.

DSC_0145b

P3-21A Waja Persona
Length 4,543mm 4,470mm 4,477mm
Width 1,785mm 1,740mm 1,725mm
Height 1,524mm 1,420mm 1,438mm
Wheelbase 2,650mm 2,600mm 2,600mm
Front Track 1,542m 1,475mm 1,475mm
Rear Track 1,542mm 1,470mm 1,470mm
Luggage 506L 408L 430L
Kerb Weight 1,340kg 1,235kg 1,245kg

Dari segi dimensi maka Prevé mempunyai panjang 4,543 mm, lebar 1,786 mm dan tinggi 1,524 mm, serta mempunyai jarak sumbu roda 2,650 mm. Baik jarak pijak depan dan belakang adalah sama pada dimensi  1,542 mm serta mempunyai jarak ke tanah setinggi 155 mm, semua adalah angka universal dan sama pada semua seri Prevé.

Bila dilihat dari tabel diatas maka Prevé lebih besar daripada pendahulunya yaitu Waja dan Persona.

P3-21A Inspira Altis 2012 Civic Jetta Forte 2012 Elantra
Length 4,543 4,570 4,540 4,525 4,644 4,530 4,530
Width 1,785 1,760 1,760 1,755 1,778 1,775 1,775
Height 1,524 1,490 1,465 1,435 1,482 1,460 1,445
Wheelbase 2,650 2,635 2,600 2,670 2,651 2,650 2,700
Luggage 506 475 464 510 495 485
Weight 1,340 1,335 1,315 1,295 1,417 1,359 1,269

Dan bila dibandingkan dengan sedan pada segmen C lainnya maka ukurannya termasuk lebih besar kecuali dengan Proton Inspira (Mitsubishi Lancer serta VW Jetta)

Proton Preve Spec Sheet

Tipe suspensi yang digunakan adalah MacPherson pada bagian depan serta multilink pada bagian belakang dan ketiga varian menggunakan velg 10-spoke 16-inch, yang dilengkapi dengan ban GT Radial Champiro BAX2 205/55 series dengan ventilated front /solid rear disc brakes. Penggunaan ban GT Radial sebagai OEM parts bagi Proton merupakan suatu kebanggan bagi Indonesia karena dipercaya sudah mencapai standar kualitas dari OEM tyres.

DSC_0166b

Secara perlenglapan maka Prevé dilengkapi dengan foglamp depan belakang, follow-me-home lights, driver’s seat height adjustment, vehicle immobiliser, projector headlamps dengan LED position lamps serta ABS dengan EBD dab dual SRS airbags sebagai standar pada semua lini.

Versi tertinggi  CFE akan dilengkapi lagi dengan  Brake Assist dan Traction Control, Electronic Stability Control (ESC), Isofix seat mountings serta tambahan dua side airbags dari yang sudah ada pada versi standar. Dia juga akan mendapatkan kaca film sebagai standar.

Dan seperti diduga sebelumnya maka CFE juga dilengkapi dengan berbagai macam tambahan fitur dan fungsi seperti push-start ignition, cruise control, auto headlamps, auto wipers, auto climate air-conditioning,  rear spoiler dan CD/MP3 player dengan Bluetooth, USB dan iPod connectivity serta integrated touchscreen GPS navigation unit dan koneksi 4G.

DSC_0157b

DSC_0160b

Ada enam warna yang tersedia bagi Prevé, yaitu Blue Lagoon, Fire Red, Genetic Silver, Solid White, Tranquility Black dan warna baru bernama Elegant Brown.

Dan pertama kali bagi Proton – Prevé hadir dengan garansi penuh lima tahun atau  150,000 km  (mana tercapai lebih dulu). Di Indonesia mungkin akan menyusul.

Foto:

DSC_0149b

DSC_0162b

DSC_0178b

DSC_0181b

DSC_0141b

DSC_0174b

 

sumber: paultan.org

Update Video: Jean Alesi ujicoba Proton Preve

Malam ini peluncuran Proton Preve secara resmi di Malaysia dan akan menyusul ke negara-negara lain yang mempunyai cabang Proton di negaranya.

Dan sekarang muncul satu video baru dimana Jean Alesi menguji Proton Preve dan memberi tanggapan yang positif perihal desain, handling dan comfort. Saya yakin ini akan menjadi salah satu sukses model bagi Proton di masa yang akan datang.