Touring de Purwokerto bersama Exora Owners Club Indonesia dan PCI (part 1)

Pada tanggal 23 Maret 2012 pas long weekend di pagi hari, sekumpulan anggota club Proton Club Indonesia bersama Exora Owners Club Indonesia (EOCI) bersiap-siap melakukan touring jarak jauh pertama ke Purwokerto dalam rangka memenuhi undangan Protoners Purwokerto serta jalan-jalan pada long weekend dan mencoba menarik minat masyarakat Indonesia terhadap kendaraan Proton.

Sebanyak 11 unit Proton bersiap di istirahat tol KM39 pada pukul 06.00 dini hari dan didukung oleh satu unit Proton Response Team yang mendampingi acara touring ini. Untuk meminimalisir kemungkinan menganggu perjalanan para pengemudi lain maka diputuskan untuk membagi kendaraan menjadi 2 kelompok. Kelompok pertama berangkat pada pukul 06.30 dan kelompok kedua berangkat pada pukul 07.00. Saya sendiri berada di kelompok dua dengan posisi sweeper.

Estimasi perjalanan yang akan ditempuh adalah kira-kira 350km dari Jakarta dengan waktu tempuh kira-kira 8-9 jam perjalanan. Kelompok dua start dari KM39 tepat pukul 07.15 dengan sekitar 6 kendaraan yang terdiri dari 2 Proton Saga, 1 Proton Gen2, 1 Proton Arena dan 2 Proton Exora. Rute yang diambil adalah melalui jalur pantai utara melewati Cikampek, Simpang Jomin, Jatibarang, Ajibarang masuk Tol Palimanan kemudian keluar Pejagan kearah Purwokerto.

Baru keluar dari istirahat tol KM39 kami sudah dihadang oleh kemacetan yang parah dari para pelancong dari Jakarta yang akan keluar kota. Ditambah lagi ada beberapa klub otomotif lainnya seperti Zafira Club, Trajet Familiy Club, Pajero Owners Club (POC) yang juga melakukan kegiatan turing pada long weekend ini.  Dengan konvoi enam kendaraan tentu akan sulit bergerak namun karena didukung dengan adanya Handy Talkie maka komunikasi perjalanan termasuk lancar dan aman. Disini sangat terasa pentingnya sebuah HT bila melakukan turing dan disarankan bagi anggota setidaknya melengkapi diri dengan HT.

Setelah melewati kemacetan di tol Cikampek kami akhirnya berhasil keluar dan menuju kearah Simpang Jomin. Sayangnya simpang jomin ditutup oleh Polisi sehingga kami harus mencari jalan potong yang ditunjuk oleh orang-orang yang tinggal di wilayah Cikampek. Perjalanan sepanjang Cikampek termasuk cukup baik walau ada sedikit lubang-lubang namun yang sangat harus diwaspadai adalah truk-truk yang berjalan sepanjang Pantura.

Perjalanan masih lancar sampai dengan wilayah Ciasem dimana kami dihadang kemacetan karena adanya perbaikan jalan. Kelihatan bahwa pemerintah berusaha untuk memperbaiki jalan sebelum adanya arus mudik lebaran. Ciasem sendir kami terjebak selama 30-45 menit dan hanya untuk perbaikan jalan kurang lebih 100meter.

Setelah melewati Ciasem jalanan lancar sampai kita memasuki wilayah Jatibarang dimana jalan sudah mulus dan dapat dilewati dengan kecepatan tinggi. Seharusnya jalan provinsi seperti ini harus dicontoh di wilayah lain dimana mobil dapat berjalan dengan lancar dengan kecepatan yang juga cukup nyaman. Karena waktu terpotong untuk shalat Jumat, maka Kelompok Dua akhirnya kumpul di istirahat tol Palimanan. Di istirahat tol Palimanan ada satu lagi Gen2 bertambah karena menyusul kami yaitu pak Ismail yang memiliki Gen2 FL berwarna putih dan baru berusia 3 bulan.

Setelah semua selesai makan siang akhirnya kami melanjutkan perjalanan menuju Purwokerto. Tol yang kami lalui adalah Palimana-Kanci dan kemudian masuk ke tol Bakrie (Rp 21.500 hanya untuk tol 30km cklckkckc). Tol Bakrie sangat bumpy namun karena Proton didukung oleh desain suspensi dengan Lotus Ride and Handling maka perjalanan dapat dikatakan aman dan nyaman.

Keluar pintu tol Bakrie kami membelok ke kanan menuju arah Purwokerto, namun tanpa diduga kondisi jalan setelah Pejagan bisa dikatakan bagaikan tambak ikan. Saking besar-besarnya lubangnya kita harus berjalan seperti slalom test. Namun satu hal yang dapat dikatakan bahwa pemandangan yang dilalui cukup indah dan menyegarkan ditambah dengan perjalanan ramai-ramai yang diiringi dengan ingar bingar becandaan melalui HT sehingga tidak membuat bosan perjalanan.

Perjalanan yang cukup panjang menuju Purwokerto ditambah adanya beberapa jalur yang ternyata harus buka tutup karena adanya bekas longsor. Perjalanan yang semula diperkirakan mencapai 8-9 jam ternyata molor sampai dengan 12 jam dimana ketibaan kami di hotel kira-kira pada pukul 19.00 WIB.

Dan ternyata hotel yang kami tempati Hotel Roda Mas cukup representatif dengan harga yang sangat bersahabat. Kira Rp 180.000 / malam namun ada fasilitas AC, LCD TV dan yang penting air panas. Tidak buruk untuk penginapan di kota Purwokerto. Karena hari sudah malam tentu merupakan malam yang santai dimana sebagian besar anggota cukup ngobrol dan makan-makan bersama sambil bersiap untuk acara besok.

 

 

Advertisements

5 thoughts on “Touring de Purwokerto bersama Exora Owners Club Indonesia dan PCI (part 1)

  1. Mantaffff…nih Proton…….Gw punya Exora Star 2012 ..Pingin Gabung……Gimana nih caranya…..pic nya siapa atw call me 081386716249…tq…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s