Test Drive: Proton Saga FLX 1.6 SE oleh Autoanda/Funtastickodesign

Hanya sekedar untuk menambah pengetahuan bagi anda yang menggunakan PROTON di Indonesia. Berikut adalah test drive yang dilakukan rekanan blogger funtastickodesign.wordpress.com bersama auto anda.

Untuk kali ini mereka menguji Proton Saga FLX 1.6 SE yang tidak dipasarkan di Indonesia namun bisa jadi opsi menarik kalau PT.Proton Edar Indonesia ingin memasukkan sedan kecil namun bertenaga.

ditulis oleh: Yanti Zoildia Kassim, diterjemahkan oleh ariefinm

Salah satu keistimewaan dari produsen Proton adalah bahwa mereka  bebas untuk menentukan produknya. Tidak ada pemilik atau pemegang saham yang harus mereka hadapi, Proton mampu menghasilkan produk yang sesuai dengan pasar yang dituju. Salah satu diantaranya adalah model Saga FLX 1.6 SE ini. Ide untuk menggunakan mesin besar kedalam body kendaraan yang kecil bukan sesuatu yang baru.  BMW contohnya, menawarkan model 1-Series dengan mesin 3.0L twin turbo. Dan model 135i itu menjadi primadona bagi pelanggan yang menginginkan kendaraan yang tidak pasaran dan mempunyai prestasi yang mampu menyaingi M3.

Konsep yang sama juga digunakan oleh Proton untuk model Saga, namun variasi FLX 1.6 SE ini lebih ke arah gaya hidup. Penulis berhasil mendapatkan sebuah unit test drive untuk jangka waktu lima hari.  (terima kasih Proton Edar!), lebih dari cukup untuk mengenal  konsep Saga ini.

Menggunakan badan Saga FLX dengan muka depan yang baru dan lampu belakang putih dengan LED, dia ditambahkan  dengan bodykit sekeliling yang berwarna abu-abu gelap metalik. Ada yang bertanya kenapa warna yang berlainan untuk bodykit tersebut, dan ada juga yang mengatakan menjadi sangat menarik.  Apapun juga kesimpulannya tampilan adalah subjektif dan penulis merasa dia sedikit berbeda dibanding kendaraan lain di jalan raya.

Interior dibalut kulit hitam dengan jahitan merah – cukup sporty dan agresif. Setir dan tongkat persneling juga dibungkus serupa. Sistem audio Clarion dilengkapi dengan port untuk USB dan AUX. Seperti biasa, tombol audio dan frekuensi dipasang pada setir.

Mesin 1.6L Campro IAFM+  sama dengan Persona terbaru. Mesin ini sudah terbukti kemampuannya. Transmisi pula CVT dari Punch. Transmisi pada mulanya dipasangkan pada model Saga FLX 1.3L, dia memberi kehalusan pengendara tanpa jeda penggantian transmisi. Dia juga lebih hemat bahan bakar 5 persen dan walau sangat subjektif juga tergantung kepada cara mengemudi, dan angka 5 persen bukanlah jumlah yang banyak.

Bobot dari  Saga ini lebih berat sedikit karena berat mesin juga bertambah namun kestabilan masih terjaga dengan baik. Fokus masih ke arah kenyamanan  dan bukan ke prestasi ala R3. Dari segi interior  dan bagasi, Saga memang praktis. Ruang kaki yang lega bagi penumpang dibelakang sangat memadai walau penumpangnya tinggi.

Sebenarnya, kelegaan kabin Saga baru sudah menjadi perbincangan yang ramai, terutama yang sering naik mobil ini sebagai taksi. Bagasi didesain sesuai dengan gaya hidup orang Asia yang suka pulang kampung.  Sangat luas

Penulis menggunakan Saga baru ini didalam kota dan tol, dan hanya  mempraktekan gaya hidup target pembeli Proton untuk model ini. Ia digunakan untuk membawa keluarga ke mall, menghantar anak-anak ke sekolah, ke pasar, ke rumah saudara  di kampung dan juga di atas jalan bebas hambatan.

Prestasi keseluruhan lebih mantap dari Saga FLX biasa dengan mesin 1.3L. Walaupun menggunakan transmisi CVT, akselerasi masih lumayan galak walaupu dengan sistem CVT itu dia terasa sedikit bolot penggantian giginya, terutama ketika hendak menyalip di mana roll-on torque lambat menendang masuk. Ciri SAT (Stepped Auto Transmission) juga memberikan tanda tanya karana ia memberikan gaya pemanduan ala transmisi automatik biasa dengan 5 percepatan. Alasan dari Proton, ciri SAT ini adalah untuk mereka yang menginginkan  rasa pengendalian sama  dengan kotak transmisi automatik konvensional dengan torque converter.

Bayangkan jam digital Casio G-Shock yang datang dengan mode manual untuk mereka yang menginginkan ciri jam tua– perlu dikunci setiap hari agar dapat berfungsi. Pointless. Penulis cuba menggunakannya tetapi tidak begitu meyakinkan. Lebih baik dimatikan saja sistem SAT dan berikan tombol mode Sports.

Di atas jalan tol, dia jauh lebih baik dari mobil-mobil Perodua yang fokusnya lebih kepada pengemudian dalam kota. Terasa mantap ketika Saga ini berjalan dengan kecepatan tiga digit. Cuma pada kecepatan tersebut, bunyi mendengung dari mesin menerobos masuk seperti tidak ada peredam yang terpasang  pada firewall Saga ini. Setiap kali RPM melampaui 3,500 RPM, bunyi kasar enjin Campro menyakitkan telinga. Di atas jalan tol, penulis terpaksa berbicara dengan suara yang keras bila ingin tetap bicara dengan penumpang di sebelah. Sungguh kurang romantis.

Penulis juga mendapati mesin dapat berputar pada putaran dibawah 3,000RPM dengan  kecepatan 110km/j. Kurang lebih  kenapa masih ada yang mengaitkan perputaran ini dengan kehematan konsumsi bensin karena pada mesin tinggi silinder akan lebih tinggi putarannya.  Mesin V8 5,000cc pula hanya berputar pada 1,500RPM ketika berjalan 110km/j dan penggunaan bensin mampu membuat seseorang itu pingsan. Konsumsi bahan bakar Saga FLX 1.6 SE ini sebenarnya masih ditahap yang mampu diterima. Proton mengatakan bahwa konsumsinya 6.5L/100km pada kecepatan konstan 80 km/jam.

Kecepatan penulis tidak lebih dari  110km/j dan penggunaan bahan bakar yang didapat selama 5 hari adalah kira-kira 7.5L/100km. Pengemudian di jalan luar kota (B-roads) menguji kemampuan suspensi Saga ini. Walaupun sistem suspensi belakang hanya menggunakan torsion beam, ia masih cukup nyaman dan tetap stabil didalam tikungan. Cuma seperti sistem torsion beam yang lain, ia akan melompat sedikit jika terkena gundukan atau lubang pada saat menikung.

Menurut penulis, sistem suspensi Saga tidak sehebat Persona ataupun Neo yang menggunakan sistem suspensi yang lebih baik. Jadi, apa yang dapat kita simpulkan dengan prestasi Saga mahal ini? Dia adalah sebuah mobil Saga yang premium, dan mesin yang lebih besar menawarkan pengemudian yang lebih lega. Sayangnya, ia sedikit bising dan menggangu konsentrasi. Premium juga hanya kepada desain eksterior dan lapisan kulit.

Bagi yang inginkan kendaraan yang berbeda atau bagi yang sering berjalan jauh namun tetap menginginkan sedan kompak dengan pengendalian yang mantap. , Saga premium ini mungkin menarik perhatian. Bagi penulis, Persona lebih merupakan nilai tambah .

Spesifikasi

Mesin: CamPro IAFM DOHC 16V 1,597cc

Tenaga maksimum: 108hp @ 5,750rpm

Torsi maksimum: 150Nm @ 4,000rpm

Transmisi: CVT dari Punch dengan ciri SAT.

Ciri-ciri: Dua airbag, ABS, EBD, sistem audio Clarion dengan USB, jok kulit

Harga: RM RM49,899 (on the road termasuk asuransi)

Advertisements

One thought on “Test Drive: Proton Saga FLX 1.6 SE oleh Autoanda/Funtastickodesign

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s