Test Drive: BMW X3 xDrive20d Business Package

Setelah sekian lama melakukan test drive review dari beberapa kendaraan saya berkesempatan untuk kali ini melakukan review terhadap salah satu SUV terlaris milik BMW yaitu BMW X3. Untuk kali ini adalah BMW X3 xDrive 20d. Dan yang pasti merupakan pengalaman saya yang pertama menggunakan mesin Diesel di belantara Jakarta. Yang pasti harus saya katakan sekarang saya jatuh cinta ke mesin Diesel dan maunya kalau bisa sebagian besar Agen Pemegang Merek (APM) dapat memikirkan memasukkan varian diesel ke dalam line up mereka. Yang sedikit disayangkan adalah Diesel yang notabene lebih ramah lingkungan dibanding bensin biasa mempunyai harga yang jauh lebih mahal dibanding Pertamax 95, Shell Super Extra atau Total Performance 95. 1 Liter Diesel saat ini adalah Rp 9.900.

Namun tenaga yang dihasilkan penggunaan Diesel berkualitas tidak dapat dilukiskan dengan kata-kata. Disini saya tidak akan bahas mengenai bahan bakar Diesel namun lebih bagaimana si BMW X3 xDrive20d dapat menjalankan kehidupan sehari-hari di Jakarta dan sekitarnya.

Exterior

Mobil dengan panjang 4648 mm, lebar 1881 mm dan tinggi 1675 mm mempunyai kesan pertama yang besar namun seiring kita terbiasa mengemudikannya jadi berkesan seperti mobil biasa buat di jalanan ibukota. Hidung panjang  pada awalnya agak kesulitan mentaksir jarak namun karena adanya Park Distance Control pada bagian depan maka jarak antara hidung dengan kendaraan didepannya dapat diketahui dengan tepat sehingga mengecilkan kemungkinan menabrak.

Tampilan exterior dari BMW X3 (F25) sangat berbeda dibanding pendahulunya yaitu BMW X3 (E83). Desain dari bodi F25 mirip dengan X5 yang diperkecil dan yang pasti ada satu tarikan garis desain yang hampir sama antara BMW X1 dengan BMW X3. Terutama dari  segi lampu belakang yang mencerminkan Corporate Identity BMW dengan lampu L.

Tarikan garis yang halus jauh meninggalkan kesan yang aneh dari design Bangle dan membuat tampilannya seperti BMW sejati. Dari bagian belakang memang bagus namun dari depan mungkin tidak semua orang akan suka melihat kidney grill yang sangat besar. Namun dengan kidney grill ini kita menunjukkan bahwa kita mengendarai BMW dan bukan kendaraan lain.

Penggunaan velg 17 inch dengan ukuran 225/60 R 17 pada X3 juga memberikan tampilan yang cukup sportif bagi kelas SUV dimana kebanyakan SUV akan kelihatan bongsor dan tidak lincah. Tampilan sporty pada semua kendaraan BMW merupakan ciri khas dan oleh karena itu di BMW kata-kata Sports Utility Vehicle (SUV) tidak digunakan melainkan SAV (Sports Activity Vehicle) yang berarti kendaraan yang sporty untuk mendukung aktifitas kita sebagai pengemudi.

Interior

Dari sisi interior kualitas buatan dari BMW adalah salah satu yang terbaik bagi kendaraan Jerman. Semua bahan berkualitas tinggi dengan motif soft touch serta penempatan tombol yang ergonomis. Konsol tengah pada BMW berorientasi sedikit kearah pengemudi semakin menonjolkan ciri khas dari sebuah “Ultimate Driving Machine”.

Penggunaan BMW iDrive adalah fitur standar pada BMW X3 dan menggunakan layar 7 inci. Opsi 8.8 inci dengan BMW Connected Drive akan menyusul di 2012 ini namun yang diuji kebetulan adalah versi awal. Walau masih BMW iDrive namun fitur didalamnya cukup banyak seperti Voice Activated Command, USB connectivity, Ipod / Iphone connectivity, Bluetooth streaming serta buku manual sebagian besar juga telah diunduh kedalam HardDisk BMW iDrive dimana pengemudi dapat dengan mudah melihat bagian-bagian dari kendaraannya dan mengetahui fungsi dan sebagainya.

Tempat duduk depan juga termasuk ergonomis dengan beragam penyetelan yang optimal baik naik, turun, maju, mundur. Sandaran belakang mempunyai ketinggian yang mumpuni dan sangat mendukung punggung, yang pasti perjalanan jarak jauh tidak melelahkan.

Untuk saya yang tinggi 171 cm termasuk cukup nyaman dengan posisi duduk seperti ini. Tidak seperti SUV kebanyakan dimana kita merasa duduk diatas mobil, pada BMW X3 kita betul merasa bahwa kita duduk didalam mobil dan menyatu dengan kendaraan.

Kursi belakang juga cukup lega dengan tinggi kepala yang memadai, tidak mentok dan lutut juga dapat leluasa digerakkan, foto yang dibawah menunjukkan dengan posisi duduk mengemudi saya dan membuktikan bahwa BMW X3 merupakan kendaraan yang cukup lega. Namun mungkin bagi yang akan membawa orang tua lebih disarankan menggunakan kursi depan karena kursi belakang sedikit turun dan masuk kedalam sehingga agak kesulitan untuk keluar. Ditambah bukaan pintu belakang yang sedikit sempit.

Bagasi pada X3 juga termasuk besar dan dilengkapi dengan rel untuk kemudahan memasukkan barang dan melindungi dasar dari BMW X3. Kapasitas bagasi sebesar 550 liter pada saat kursi tegak dan 1600 liter pada saat kursi rebah saya kira lebih dari cukup untuk bawa X3 pelesiran keluar kota. Standar pembagian jok adalah 60/40. Ditambah dengan banyaknya tempat-tempat penyimpanan yang ada didalam kabin.

Mesin

Ditenagai oleh mesin 2.0-liter empat silinder diesel dengan crankcase aluminium dan common rail direct injection, maka tenaga yang dapat dihasilkan adalah sebesar  184bhp pada 4000rpm dan torsi puncak 380Nm pada 1750 dan 2750 rpm.  Dengan angka ini maka performa yang dapat dihasilkan adalah  0-100 km/h dalam 8.5 detik (sangat menakjubkan bagi kendaraan diesel), namun emisi  CO2 hanya 149 g/km, dengan rata-rata konsumsi bahan bakar sebesar 1L :17KM atau bila konstan bisa 1L:21,26 KM

Transmisi yang dipasangkan pada BMW X3 2.0D adalah transmisi steptronic 8 percepatan dengan kepala persneling yang sudah lebih modern dan sudah hampir merupakan bentuk standar dari tongkat persneling BMW.

Selain transmisi otomatis, rem parkir (lebih dikenal dengan rem tangan) juga menggunakan sistem elektro mekanis dimana ada 2 tombol. Yang satu adalah tombol P yang merupakan parking brake dan cukup dicuil utk menarik rem tangan dan menekan untuk melepas. Dibawah tombol P ada tombol Auto H yang merupakan penahan rem bila dalam keadaan macet atau tanjakan sedang berhenti sehingga BMW X3 akan membantu menekan rem sehingga pengemudi hanya perlu konsentrasi untuk injak gas.

Di Jalan (Ride and Handling)

Pada awal membawa BMW X3 keluar dari parkiran The Plaza ada berkesan ini mobil sangat besar karena hidung yang panjang dan lebar yang juga cukup impresif, namun setelah beberapa hari dikendarai ternyata hal tersebut sirna dan malah berkesan bahwa BMW X3 merupakan kendaraan yang kecil. Kelincahan dari setir electric power steering sangat terasa pada saat berjalan pelan namun pada saat kecepatan tinggi dia cukup berat untuk dapat merasakan kemantapan dari handling BMW pada saat kecepatan tinggi.

Yang pasti mengejutkan adalah torsi besar yang begitu melimpah dari mesin dieselnya dan hanya dengan sedikit injakan pada gas maka X3 langsung melesat.  Dan pengendalian dari X3 masih seperti BMW pada umumnya yaitu fun to drive dan mempunyai pengendalian yang responsif. Terutama pada saat dicoba pada jalanan tol dimana dapat diketahui tingkat kestabilan dari X3 dan bisa dikatakan tidak berbeda jauh dengan mobil penumpang sekelas sedan. Namun mungkin pada kecepatan tinggi masih ada gejala sedikit goyang namun ini lebih dikarenakan center of weight yang lebih tinggi dibanding sedan tapi sebagai SUV / SAV merupakan salah satu best handling SUV/SAV.

Pemakain fitur cruise control pada BMW X3 juga membantu dalam hal menghemat BBM dan juga menjaga kenyamanan berkendara. Cara penggunaan cruise control sangat sederhana dan tidak sampai membuat anda garuk-garuk kepala.

Pada saat pengetesan saya juga sempat mencoba jalan pegunungan di daerah Sagalaherang, Subang dan yang bisa saya katakan adalah bahwa saya sangat terkesima dengan tenaga yang melimpah namun terutama kestabilan yang luar biasa dari BMW X3 sebagai SAV di jalan-jalan pegunungan. Serta ditambah dengan adanya sistem X-drive dan Dynamic Stability Control maka kemungkinan terjadi oversteer atau understeer juga sangat kecil.

Kesimpulan: 

BMW X3 2.0 diesel adalah mobil yang impresif sebagai kelas SAV. Harga yang ditawarkan off the road untuk BMW X3 2.0d Business adalah Rp 828.000.000 dan untuk BMW X3 2.0d Executive sebesar Rp 898.000.000,- dan mungkin kelihatan sangat tinggi namun kalau dibanding dengan kendaraan sejenis dan berharga yang sama seperti Toyota Harrier maka saya kira BMW X3 masih merupakan pilihan yang lebih logis terutama adanya Service Inclusive 5 tahun yang meringankan customer dalam perawatan BMWnya.

Untuk penggunaan harian di Jakarta sebuah SAV masih dapat diterima terutama dengan begitu banyaknya lubang di Jakarta dan masih ada risiko banjir dan ditambah dengan mengendarai SAV masih ada kemungkinan untuk pelesiran keluar kota ke daerah bergunung-gunung dan tidak takut bahwa bagian bawah kendaraan akan mentok ke batu atau jalan.

Spesifikasi 

Fuel consumption
Urban in l/100 km 6,7 [6,1]
Extra-urban in l/100 km 5,0 [5,3]
Combined in l/100 km 5,6 [5,6]
CO2 emissions in g/km 149 [147]
Tank capacity, approx. in l 67
Performance
Top speed in km/h 210
Acceleration 0–100 km/h in s 8,5
Acceleration 80–120 km/h in 4th/5th gear in s 6,9 / 9,0
Weight
Unladen weight EU in kg 1,790 [1,800]
Max. permissible weight in kg 2,305 [2,315]
Permitted load in kg 590
Permitted axle load front/rear in kg 1,080/1,305
Engine
Cylinders/valves 4/4
Capacity in ccm 1,995
Stroke/bore in mm 90/84
Max. output in kW (hp) at 1/min 135 (184) / 4,000
Max. torque in Nm at 1/min 380 / 1,750 – 2,750
Compression ratio : 1 16,5
Wheels
Tyre dimensions front 225/60 R 17 V
Tyre dimensions rear 225/60 R 17 V
Wheel dimensions and material front 7.5 J x 17 inch, light-alloy
Wheel dimensions and material rear 7.5 J x 17 inch, light-alloy
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s