Nyempil saja mendingan (macet dimata orang Belanda)

Kita sering suka ngedumel kalau melihat kwalitas berkendara yang rendah dari pengemudi negara-negara lain. Terutama cara orang Eropa Selatan berkendara bisa dimata kita menjadi sesuatu hal yang tidak termaafkan.  Kemungkinan besar tanpa sedikitpun pengetahuan mengenai aturan lalulintas merea berjalan – sering dengan klakson keras- sebuah simpang, meminta jalan apakah itu hak dia atau bukan. Atau mereka menyalip begitu saja karena bisa atau bahkan tidak bisa. (Seperti disini) , kita sebagai orang asing menjadi ragu dan takut karena kejadian yang mematikan. Sehingga menjadi stigma dimata kita. Namun apakah kita lebih baik?

Di Belanda tentu harus menyalip dari kiri namun ada juga mengambil dari kanan bahkan menempel ke bumper kendaraan depan karena mau cepat.  Namun yang saya perhatikan adalah kita semakin ceroboh dalam tata cara masuk kedalam jalur bebas hambatan.  Dulu kadangkala ada kejadian bahwa ada pengemudi yang mengambil jalur kanan sebagai jalur menyalip dan karena sedikitnya ruang mengakibatkan Anda mengerem.

Namun saat ini ada sikap “masukkin saja”. Anda pun sekarang susah berjalan pada sisi kiri untuk menyalip karena semakin banyak saja mobil yang menghalangi karena macat. Sekarang sepertinya tidak lagi menggunakan lampu indikator kiri-kanan. Langsung masuk tanpa melihat apakah ada ruang menjadi kebiasaan.

Dan untuk menghindari adanya orang-orang yang tidak sopan dalam menyalip (yang akan mengakibatkan kemacetan lebih parah) akhirnya saya dipaksa untuk berjalan lebih dekat ke kendaraan didepan. Sehingga berjalan dengan menempel bemper menjadi suatu kebutuhan. Bengkel body repair dan fisioterapis akan sangat berterima kasih kepada kita karena cara berkendara yang baru ini, karena bisa mengakibatkan suatu kejadian fatak kalau kita lupa menginjak rem.

Ditulis : Maurice de Bouviere http://www.autoweek.nl

Kalau dia lihat cara berkendara dalam kemacetan orang Jakarta mungkin akan semakin stress lagi, Kita berkendara tanpa hukum, tidak ada aturan dimana harus ambil sekolah belajar dan betapa mudah bisa mengambil SIM. Jadi tidak heran angka kecelakaan di Indonesia sangat tinggi. 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s