Honda Brio Review by Team-BHP.com

Bukti nyata bahwa India merupakan pasar yang sangat penting bagi rata-rata produsen otomotif adalah dengan lebih terdahulu diluncurkan kendaraan terbaru dibanding dengan di Indonesia. Walau kalau dipikir secara pendapatan dan infrastruktur masih jauh lebih baik kita namun dari segi penduduk India mengalahkan kita jauh.

Honda Brio memang diusung sebagai kendaraan murah dari Honda dan rencananya akan dipasarkan pada semester ini di Indonesia. Tampilan dari Honda Brio sudah ada pada IIMS 2011 namun secara detail belum ada pengenalan produk. Kebetulan ini juga didapat dari Team-BHP.com dan saya coba terjemahkan bagi anda yang mungkin tertarik ambil Honda Brio. Kalau saya pribadi not really like the design tapi selera orang berbeda-beda.

Honda Brio didesain secara khusus untuk pasar India dan Thailand dan juga didesain untuk memenuhi kebutuhan kedua pasar tersebut. Untuk spesifikasi India suspensi disetting ulang dan ditinggikan kira-kira 15mm serta warna interior yang berbeda. Brio India juga mendapatkan full HVAC (Heating,  Ventilation and Air Conditioning)unit, dan tidak seperti versi Thailand dan juga Indonesia yang hanya akan terpasang AC.

Tampilan Brio yang beredar di internet selama ini adalah versi Thailand dengan warna hijau dan sebenarnya sedikit mengecewakan penampilannya. Begitu juga sewaktu ada di IIMS sebenarnya tidak ada indah-indahnya itu mobil. Namun tujuan utamanya adalah memberi alternatif kendaraan murah bagi konsumen.

Dimensi kendaraan sendiri sangat kompak dimana panjangnya hanya 3,610 mm.  Serta desain belakang yang sangat tidak biasa. Penggunaan kaca secara keseluruhan sebagai pintu bagasi menunjukkan cost cutting dari Honda.

Honda memberikan kualitas pengecatan yang sangat baik dan glossy, panel body juga sangat rapat dengan toleransi yang konsisten.  Pintu bisa menutup dengan presisi walau bunyi sedikit kaleng.  Pintu kaca belakang juga terasa kokoh dan dipasang dengan baik, tidak terasa ringkih kalau sedikit dibanting.  Bobot Brio adalah 920 kilos (base variant), dan itu adalah  40 kg lebih ringan dari Suzuki Swift. Honda bersikukuh bahwa penggunaan kaca belakang telah dikuatkan dan sudah lulus dengan crashtest Jepang (JNCAP) yang menurut mereka lebih ketat dari EuroNCAP.  Anehnya kaca belakangnya tidak diberi defogger apalagi wipe belakang dan ini sebenarnya sangat diperlukan terutama di Indonesia pada musim hujan.

ABS dan Airbag adalah standar pada vers teratas namun versi standar tidak mendapatkan apa-apa, dan kalau melihat di Indonesia yang kurang peduli akan keselamatan pasti akan dijual versi standar untuk mengurangi kost.  Tingkat perlengkapan tidak banyak namun  Brio “V” mendapatkan  steering mounted controls, electric mirrors, USB dan AUX inputs untuk audio, keyless entry & engine immobiliser, 4 power windows, fog lamps dan alloy wheels.  Yang tidak ada pada Brio adalah rear defogger, driver’s seat height adjustment, CD player (jika anda bukan dari generasi MP3 ) dan antenna modern (sekarang masih dipake tipe tarik!!). Varian “S” (menengah) tidak mendapatkan  fog lamps & alloy wheels, serta mendapatkan jok berbeda.

Kemungkinan besar versi otomatis CVT akan ditawarkan di Indonesia.

Jika anda masuk kedalam Brio untuk pertama kali anda akan sedikit terkejut dengan kualitas interiornya.  Untuk kendaraan murah interior terasa solid.  Tidak ada petunjuk bahwa terjadi cost cutting, namun tentu penggunaan bahan soft touch tidak ada pada dasbor ini namun masih lebih baik daripada kendaraan di segmen yang sama.  Pada sisi kantung kursi belakang anda akan menemukan materiak yang empuk. Penggunaan pegangan botol diantara kursi depan mempunyai sedikit karpet pada dasarnya.

Brio versi India mendapatkan kombinasi interior hitam dan beige , sedang versi Thailand full beige.  Yang kelihatan murah adalah warna bodi yang tampil pada kantong pintu depan dan panel pintu belakang. Honda mengatakan ini adalah sengaja untuk memberi kesan desain berbeda namun saya kira ini adalah benar-benar murahan.

Dasbor kelihatan sangat basic. Tidak dalam seperti mobil dengan tipe cab forward.  Yang sedikit aneh adalah posisi Head Unit yang cenderung  mengarah ke penumpang dan tidak ke pengemudi.   Seperti khas kendraan Honda maka tombol berukuran XL semua termasuk Audio dan Air Con bahkan tombol sirkulasi sangat besar.

Jika anda pernah mengendarai Honda City anda akan familiar dengan bentuk tulisan meter dan iluminasi oranye.


Setir adalah standar 3 spoke dan baik untuk dipegang.  Tidak adanya pengatur ketinggian jok sedikit menganggu dan jok diletakkan terlalu rendah. Pilar A sangat tebal namun tidak menghalangi pemandangan.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s