Test Drive: Proton Satria Neo CPS

Apakah dengan uang Rp 200juta bisa mendapatkan kendaraan yang sporty, 2 pintu, dan digunakan oleh team rally dunia serta didukung oleh perusahaan after market terkemuka Jepang?

Jawabannya: Proton Satria NEO CPS.

Proton Satria Neo CPS sendiri mempunyai harga on the road Rp 198 juta bagi manual dan Rp 208 juta untuk versi automatic. Masih tetap lebih murah daripada  Honda Jazz RS manual yang OTR Rp 214 juta dan automatic Rp 224 juta serta Yaris S yang bermain dikisaran Rp 220juta. Yang pasti dengan Satria Neo CPS anda mendapatkan kendaraan yang benar-benar membuat orang menoleh karena berpikir ini sebenarnya mobil apa. Ditambah dengan siluet 2 pintu serta sayap belakang besar yang memperkuat tampilan reli dari Satria Neo CPS.

Sebenarnya harga ini sangat menggiurkan khususnya bagi orang-orang yang terjun di dunia motorsport karena Neo sudah dihomologasi oleh FIA untuk dipergunakan dalam reli dan balapan lain. Hal ini karena kegigihan divisi Proton Motorsport dengan memodifikasi Proton Satria Neo CPS agar dapat dipergunakan dalam reli APRC (Asia Pacific Rally Championship) dalam bentuk Proton S2000. Di 2012 ini malah ditambah dengan konfirmasi keikutsertaan S2000 kedalam lomba S-WRC yang bisa dikatakan merupakan WRC versi junior namun dengan kendaraan yang hampir menyerupai performa WRC.

Karena hal tersebut diatas maka hampir seluruh stok Satria Neo CPS sudah sold out. 30 unit untuk 2011. Karena dipesan oleh pereli untuk dipergunakan sebagai rally car. Serta ditambah dengan diresmikan distribusi Proton Satria Neo oleh Carrosser (CUSCO) di Jepang maka makin besar permintaan akan mobil ini dari dunia motorsport sehingga mengakibatkan inden.

Proton Satria Neo CPS mempunyai tampilan yang sangat berbeda dibanding Proton Satria Neo yang dijual di 2007-2010. Dahulu garis body masih terlihat elegan dan mesin yang terpasang masih Campro biasa dengan tenaga hanya 110 hp sehingga kurang sesuai dengan tampilan yang sporty. Pada Neo CPS. Body Neo dipasangkan bodykit, overfender, bemper depan dan diffuser serta spoiler belakang yang diproduksi oleh divisi motorsport Proton yang bernama R3. R3 sendiri berasal dari singkatan Rally, Race, Research.

Mungkin bisa disetarakan dengan TRD pada Toyota atau Mugen pada Honda. Velg 16 inch yang terpasang pada Satria Neo CPS adalah standar dan suspensi pun telah dilakukan penyesuaian settingan agar didapat handling terbaik. Ini juga adalah hasil transfer of technology antar Proton dengan Lotus. Knalpot yang terpasang pada tengah belakang dan diffuser memberi tampilan yang berbeda dibanding kendaraan lain, dan yang pasti kekuatan dan performa juga lebih dari cukup dengan mesin Campro CPS (125hp/150Nm). Mesin ini juga terpasang pada Proton Exora namun ada berbeda dalam setting ECU dan gearbox.

Exterior:

 Seperti dikatakan sebelumnya tampilan exterior dari Satria NEO CPS lebih agresif dengan tambahan bodykit, overfender dan front lips buatan R3. Dan bodykit ini bukan sekedar dipasang untuk gaya-gayaan namun telah diriset melalui terowongan udara di Shah Alam agar didapat hasil yang paling optimal. Tampilan yang sangat agresif tentu menjadi perhatian kalau kita berjalan dan mau parkir misalnya di dalam mall atau perkantoran dimana kita harus masuk ke basement atau gedung parkir. Yang pasti harus lebih pelan masuk ke parkiran agar tidak merusak bemper depan Satria Neo CPS yang ternyata menurut pricelist termasuk cukup mahal karena terbuat dari Plastik dan bukan dari Fiber seperti kebanyakan kendaraan yang memasang bodykit.

Velg 16inch menurut info diproduksi oleh Advanti Racing dan termasuk berkualitas baik. Warna gold / bronze juga memberi tampilan yang sedikit garang. Namun warna ini mungkin akan lebih cocok pada kendaraan putih. (Warna Satria Neo CPS cuma ada hitam dan putih). Ban yang terpasang adalah Continental Conti Contact dengan ukuran 195/50 R16. Kalau dipasang pelek 17 inch mungkin akan mempunyai tampilan yang lebih cantik.

Tampilan muka juga berbeda dengan lampu depan yang sipit namun sudah memakai projector lamps yang mempunyai sinar yang cukup baik. Yang disayangkan kenapa tidak ada di Exora lampu projector seperti ini :p

Interior 

Tampilan interior juga berbeda dibanding dengan hatchback pada umumnya. Standar yang terpasang adalah bucket seat dengan kulit asli serta setir yang dibungkus kulit dan terasa besar dan padat ditangan. Bahan dasbor memang disayangkan masih dari hard plastic sehingga sedikit mengurangi rasa wah dari Satria Neo CPS ini. Duduk pada kursi-kursi bisa dikatakan cukup nyaman. Mungkin bagi beberapa orang akan terasa keras namun grip dari jok Neo ini terasa sangat baik dan tidak membuat kita merasa digeser-geser.

Satu hal yang saya sedikit keluhkan adalah tingginya kursi pengemudi dan walau dia bisa disetel saya masih merasa terlalu tinggi. Jadi kurang turun kebawah lagi agar mendapakan posisi duduk yang enak. Bagi yang sudah mempunyai Satria Neo mungkin bisa jadi pemikiran agar mengganti joknya dengan Recaro atau memotong sedikit rangkanya agar jok turun. Setelah itu pasti nikmat banget bawanya.

Untuk petunjuk dasbor cukup terang dan jelas. Dengan warna berpendar biru cukup kelihatan menarik. Mungkin bila ke depan dibuat pendar oranye lebih ramah terhadap mata.

Head unit yang terpasang pada Satria Neo CPS merupakan Head Unit terintegrasi dengan merek Blaupunkt. Suara yang dihasilkan cukup baik namun mungkin bagi yang bertelinga emas  bagusnya diganti speakernya dengan kualitas lebih baik agar tidak pecah suaranya pada saat dinaikkan volumenya. Namun pada volume 12, suara bass cukup terdengar. Yang juga menarik adalah tombol AC yang terpasang secara vertikal pada konsol tengah. Modelnya mirip dengan Proton Gen2 namun mempunyai feel yang lebih baik dan ada setting Auto dimana blower akan mengencang setelah dilihat bahwa suhu didalam kendaraan tidak sesuai dengan suhu yang diinginkan pengemudi. Suatu fitur yang cukup lengkap untuk price range ini.

Shift knob yang kita lihat juga sporty dengan adanya penutup gearbox plastic yang memberi kesan seolah dari aluminium etc. Mungkin untuk next Satria Neo CPS diharapkan shift knob dapat dibungkus oleh kulit agar memberi kesan masih mewah daripada terlalu spartan. Posisi shift knob dan besaran shift knob cukup baik untuk dipegang tangan serta penggantian gigi cukup presisi. Berbeda dengan Proton manual tipe yang lain. Seharusnya kombinasi di Proton yang lain adalah mesin Campro CPS dengan gearbox Satria Neo. (hmmm Saga Campro CPS :)0.

Kalau melihat jok belakang seperti tipikal kendaraan 2 pintu yaitu sempit dan lebih cocok untuk bawa anak-anak daripada menyiksa teman duduk di belakang. Saya sendiri dengan tinggi 171 cm terasa belakang terlalu tegak dan kepala mentok ke atap serta lutut menyentuh kursi. Namun kalau mau bawa keluarga belilah MPV, kalau mau menikmati sensi berkendara ya belilah Satria Neo.

Performance, Ride and Handling

Berhubung yang diberikan adalah Satria Neo CPS manual transmission maka performa termasuk terbaik. Kebetulan karena menggunakan Proton Exora yang mempunyai mesin yang sama jadi bisa merasakan perbedaan performa mesinnya. Yang pasti Satria Neo CPS M/T sangat agresif dalam berakselerasi. Tenaga mesin 125 hp / 6500rpm dan torsi 150Nm/4500rpm dan tenaga memang terasa kalau diatas 4000rpm. Satu hal yang juga dirasakan adalah perubahan raungan suara Satria Neo CPS. Pada putaran dibawah 4500rpm suara mesinnya kalem namun setelah melewati 4500rpm – 6500rpm dimana sistem CPS mulai terbuka (CPS adalah valve lift system sama dengan Variocam pada Porsche dan bukan VVT-i pada Toyota) akan mendapatkan raungan suara yang sangat berbeda dibanding raungan VTEC atau VVT. Jeritan Campro CPS sedikit lebih ngebas padahal exhaust system masih termasuk normal.

Akselerasi yang didapat menurut pabrikan adalah 10,5 detik dari 0-100 km/h, saya sendiri coba pada tol malam hari kira-kira tidak beda jauh dengan versi pabrikan. Top speed menurut pabrikan adalah 190km/h namun saya tidak bisa mencapainya karena ramai dan juga kelihatan bahwa karakter Satria Neo CPS bukannlah high speed weapon namun lebih kearah akselerasi yang galak serta kemampuan tikung yang luar biasa. Sesuai dengan karakter dia sebagai kendaraan Rally.

Yang pasti mobil ini adalah sangat nikmat untuk bermanuver secara cepat tanpa adanya gejala oversteer dan understeer serta tidak ada gejala suspensi yang bergeser. Serta yang juga menarik adalah walau dia mobil sport dengan velg 16 dan ban profil rendah namun bantingan suspensi masih termasuk nyaman dan tidak terlalu keras. Untuk dibawa harian masih cukup enak dan yang pasti tetap akan jadi pusat perhatian karena mobil ini masih sangat jarang kelihatan.

Fuel Consumption sendiri saya kira masih cukup normal berhubung kendaraan sport. 1;8 utk dalam kota dan lucunya masih bisa 9L:100km untuk jalan konstan luar kota.

Safety Features

Untuk kendaraan seharga Rp 200juta cukup baik safety featuresnya. Dia sudah dilengkapi dua airbag di depan, rem ABS-EBD, Handling oleh Lotus Engineering, Cakram di empat roda serta seatbelts yang pada setiap kursi.  So it’s quite a safe car

Kesimpulan

Jadi apakah mobil ini dapat direkomendasikan sebagai alternatif kendaraan yang ada? Ya kalau anda tidak ingin kendaraan yang pasaran, mencari kendaraan yang sporty, senang mengendarai sendiri dan senang mencari jalan-jalan yang menantang. Ditambah dengan garansi 3 tahun / 100.000km serta Buy Back Guarantee 3 tahun. Saya kira ini adalah pembelian yang cukup baik. Mungkin bagi yang pria yang sudah berkeluarga harus bisa mencari alasan kepada Menteri Keuangan kenapa membeli kendaraan hot hatch 🙂

PS: Satria Neo CPS mempunyai aftermarket parts yang sangat banyak dan ada beberapa special types yang bisa menjadi inspirasi

Powertrain
Model CamPro CPS 4 cylinder, DOHC 16V CamPro CPS 4 cylinder, DOHC 16V
Displacement (cc) 1597 1597
Maximum Output (kW/rpm) 125hp (93kW) @ 6,500 rpm 125hp (93kW) @ 6,500 rpm
Maximum Torque (Nm/rpm) 150Nm / 4,500rpm 150Nm / 4,500rpm
Fuel Tank Capacity (Litre) 50 50
Performance
Maximum Speed (km/h) 190 185
Acceleration 0-100km/h (sec) 10.5 12.9
Fuel Consumption @ 90km/h ( per 100km)
Chassis
Power Steering Hydraulic Hydraulic
Suspension
Front MacPherson strut with Stabiliser bar MacPherson Strut with Stabiliser bar
Rear Multi link with Stabiliser bar Multi link with Stabiliser bar
Brake
Front Ventilated Disc Ventilated Disc
Rear Solid Disc Solid Disc
Tyre & Rims 195 / 50 R16″, Alloy-16″ x 6.5JJ 195 / 50 R16″, Alloy-16″ x 6.5JJ
Dimension & Weight
Overall L x W x H (mm) 3898 x 1745 x 1434 3898 x 1745 x 1434
Wheelbase (mm) 2440 2440
Track
Front (mm) 1467 1467
Rear (mm) 1483 1483
Overhang
Front (mm) 826 826
Rear (mm) 632 632
Kerb Weight (kg) 1212 1227
Safety & Security
Alarm System & Keyless Entry Remote
Immobiliser System
Central Door Lock
Dual airbags with Seatbelt Pre-tensioner
Anti-lock Braking System with EBD
Other Features
Radio with CD & MP3 Player
Front Power Window
Electric-Remote Mirror Adjustment
Driver’s Seat Height Adjuster
Reverse Sensor
Front Fog Lamps
Cruise Control
Colour Variations
Tranquility Black

Solid White

Advertisements

4 thoughts on “Test Drive: Proton Satria Neo CPS

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s