Jalan terbaik di dunia (menurut Top Gear :))

Kalau pernah melihat BBC Top Gear di Youtube atau melalui TV Kabel mungkin masih ingat ada satu episode dimana team dari Top Gear mencari jalan terbaik di dunia. Kebetulan karena hal itu saya jadi terobsesi untuk menyusuri track-track terbaik mereka dan bisa beruntung menjalani sebagian track terbaik yang ada di Eropa. Kebetulan semua ada di Swiss dan menembus sebagian pegunungan Alpen. Kalau anda sekali melintasi jalan itu pasti ingin kembali lagi.

Kebetulan saya mencoba jalan-jalan itu dengan rental car saya berupa Fiat Punto Evo. sebuah mobil kecil sekelas Ford Fiesta dengan mesin 1300cc Twin Air. Sayang powernya kurang, kalau ada rezeki ingin kembali lagi ke jalan-jalan itu dengan mobil yang lebih bertenaga atau dengan sepeda motor. Saya hanya bermodalkan Michelin Guide Book mengenai Swiss dan disitu ada Scenic routes yang dapat dilalui dengan mobil atau motor

Jalan pertama yang saya lalui di daerah Swiss adalah:

1. Flüela Pass

Fluela pass adalah jalan tembus di Graubunden, Swiss yang menghubungkan Davos dengan Schush. ketinggian jalan ini ada pada 2383m diatas permukaan laut dan terdiri dari rangkaian tikungan serta jalan lurus yang mulus. Satu hal yang saya kaget adalah masih adanya salju pada puncak gunung pada saat saya pergi dan hampir selip. Yang pasti ini adalah salah satu jalan terindah di Swiss yang saya lewati karena melewati lembah dan danau sepanjang jalan.

Jalan yang saya lalui adalah dari Davos Platz menuju Bormio, sebenarnya banyak juga bertujuan ke Stelvio Pass diperbatasan Italia namun saya mengambil hanya Fluela karena mengingat waktu dan jarak. Jarak tempuh sepanjang 13 km namun jalan cukup lebar dengan tikungan yang cukup baik dan menantang.

Setiba di Susch tadinya saya mau terus ke Bormio Italia untuk mencoba Stelvio Pass tapi karena jarak terlalu jauh akhirnya saya memutuskan untuk membelok di Susch dan mengarah ke Kota St.Moritz yaitu salah satu kota paling terkenal bagi Jetset dunia untuk pergi berski dan sebagainya. Tujuan saya adalah ke Julier Pass

2. Julier Pass 

Julier Pass terletak di Albula Range, pegunungan Alpen yang menghubungkan Graubunden dengan lembah Engadin. Jalan ini sangat indah karena melewati dua sumber air yang merupakan asal mula dari sungai Rhine dan Danube. Disana masih dapat dilihat beberapa sisa-sisa peninggalan zaman romawi kuno sehingga membuktikan bahwa ini adalah jalanan yang sangat penting pada zamannya. Jalanan cukup lebar dengan banyak tikungan yang dapat dilalui pada kecepatan tinggi, ada beberapa tikungan tajam 90 derajat dengan gabungan tanjakan dan turunan.

Sebenarnya kalau kita jalan di Julier Pass kita merasa seperti didalam film Lord of the Rings, tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata tapi memang ada perasaan yang sangat berbeda bila melewati daerah ini.

Perjalanan dari St.Moritz ke Tiefencastle kira-kira 47km atau perlu kurang lebih 1 jam utk dijalanin. Yang pasti it’s worth the 47 km.

Sesampai di Tiefencastle saya coba melanjutkan perjalanan ke Bellinzona yang ada di selatan Swiss dekat perbatasan Italia atau kira-kira 102km dari Tiefencastel. Tujuan saya adalah mencoba San Bernardino Pass yang ada di daerah San Bernardino.

3. San Bernardino Pass 

Setelah dibukanya terowongan San Bernardino maka sedikit orang yang melewati San Bernardino pass yang menghubungkan Thusis (Graubunden) dengan Bellinzona (Ticino). San Bernardino Pass naik setinggi 2000m dan merupakan jalan yang sempit dengan tikungan 180 derajat pada awal pendakian. Jadi kalau ketemu kendaraan kita harus berhenti dan memberi jalan.

Kalau kita lihat San Bernardino juga merupakan jalanan yang sangat menantang dan ini adalah track sepanjang 61 km ke Bellinzona. So you can imagine the fun in driving these kind of roads.

Setelah sampai di Bellinzona saya coba untuk istirahat dulu makan siang, suasana di Kanton Italia dari Swiss sedikit berbeda dibanding dengan kantor berbahasa Jerman. Disini cuaca panas dan semua berbahasa italia, anehnya sepertinya orang Swiss dgn bahasa Italia kurang begitu suka dengan yang berbahasa Jerman. Lebih aneh lagi saya bawa kendaraan pelat Belanda.

Setelah cukup beristirahat dan menambah bekal saya coba menuju ke Interlaken dimana hotel saya berada. Ternyata jarak yang harus saya tempuh adalah 189 km dan itu masih dalam satu hari…hahahha orang gila. 😛

Tujuan saya tentu adalah melewati salah satu pass yang bersejarah dan unik yaitu Saint Gotthard Pass

4. Saint Gotthard Pass

St.Gothard Pass adalah salah satu jalan kuno di Swiss yang menghubungkan kanton Ticino dengan kanton berbahasa Jerman Uri. Jalan ini menembus suatu pegunungan yang masif dan sangat impresif.

Ada beberapa hal menarik kalau kita melewati St.Gothard Pass. Salah satunya adalah betapa banyak jembatan-jembatan kuno di sepanjang jalan ini dan yang mungkin sangat dikenal disana adalah Teufelsbrucke (Devil’s Bridge).

Pass dapat dicapai dengan menyeberang Schöllenenschlucht dan beberapa jembatan dipasang menyeberangi Sungai Reuss. Menurut sejarah yang ada pada desa-desa sekitar bahwa sering terjadi kematian karena tenggelam pada bulan April–Mei dan sebuah penyeberangan diperlukan. Jembatan asli (theTeufelsbrücke) dibangung dalam kondisi yang menantang ini adalah sekian dari begitu banyak”devil’s bridges” sehingga akhirnya terbentuk legenda-legenda mengelilinginya

File:Teufelsbrücke01.jpg

Legenda dari jembatan ini adalah bahwa Reuss sangat susah diseberangi sehingga seorang penggembala Swiss berharap iblis membangun jembatan. Akhirnya iblis muncul namun menginginkan diberikannya dulu satu jiwa dari orang pertama yang akan menyeberang. Sang penggembala setuju namun menyuruh kambing menyeberang terlebih dahulu sehingga menipu sang Iblis. Karena murka iblis mengambil batu untuk merusak jembatan namun tiba-tiba datang seorang wanita tua menggambar sebuah salib pada batu sehingga iblis tidak bisa mengangkatnya. Batu itu masih ada hingga sekarang dan pada tahun 1977 dibutuhkan sekitar 300.000 Swiss Francs untuk memindahkan batu seberat 220 ton sejauh 127 m agar dapat membangun terowongan Gothard.

File:Picswiss UR-30-01.jpg

Jadi ini adalah sebagian jalan yang coba saya lalui sesuai dengan petunjuk dari Top Gear namun saya yakin di Indonesia juga ada jalan-jalan terbaik

Kira-kira dimana? Nanti saya berusaha untuk meliput beberapa dan siapa tahu dengan review kendaraan sekalian 🙂

In the mean time enjoy also the footage of Top Gear…my inspiration 🙂

Advertisements

2 thoughts on “Jalan terbaik di dunia (menurut Top Gear :))

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s