Test Drive: BMW 116i F20, impresi pertama

Akhirnya pada acara Parade Test Drive and Ride dapat dilakukan impresi pengendaraan pertama kali dari BMW 116i F20. Ada 2 unit seri 1 yang dibawa oleh tim BMW  dan keduanya adalah Sport Line, sayangngya yang Urban Line tidak dibawa tapi saya yakin tidak beda jauh antara kedua line tersebut.

Seperti diposting saya sebelumnya berhubung track dan waktu yang diberikan singkat maka saya hanya dapat memberikan impresi yang pertama. Dan impresi yang pertama adalah bahwa BMW 116i adalah kendaraan yang benar-benar berbeda dibanding versi pertamanya.

Exterior                                                                                                                                                                                                                                                               

Seperti kita lihat tampilan dari generasi ke-2 Seri-1 F20 sangat berbeda dibanding seri-1 sebelumnya. Sekarang dia kelihatan lebih lebar, sedikit lebih panjang dan yang pasti lampu depan dari seri-1 terbaru ini juga mempunyai ciri yang sedikit berbeda dengan BMW  yang terdahulu. Empat lampu yang sekarang bukan berbentuk bulat namun sekarang sedikit elips dan lampu sein ada di sisi lampu dalam yang biasanya merupakan lampu jauh di BMW yang lama. Kidney Grill pada Sport Line juga berkesan lebih sporty karena warna hitam dan jumlah bilah yang lebih sedikit daripada versi Urban Line. Velg yang digunakan juga sama-sama 17 inch namun berbeda design dimana Sport Line lebih berkesan sporty sedang Urban Line lebih berkesan elegan.

Bagian belakang dari new seri-1 juga sudah berbeda dibanding versi terdahulu dan mungkin juga agak berbeda adalah kombinasi lampu belakang dimana lampu mundur (reverse light) hanya ada pada sisi kiri dan sisa kanan adalah lampu kabut. Jadi walau sama2 berwarna putih jangan sampai pada saat mundur anda pikir lampu mundur ada yang mati 1.

Seperti dilihat diatas, tampilan belakang sangat berbeda dibanding pendahulunya dan memang harus sedikit terbiasa melihat bentuk dari seri-1 yang berbeda serta bahasa design dari Adriaan van Hooijdonk yang juga berbeda dibanding designer sebelumnya Chris Bangle. Pada era Bangle, BMW berpenampilan melebihi zamannya namun sejak van Hooijdonk mengambil alih tampilan design lebih mengarah ke BMW yang kita kenal yaitu sportif namun tetap elegan.

Interior  

Kebetulan kedua unit seri-1 merupakan spek Sport Line sehingga mempunyai jok yang sama yaitu bucket seats namun kali ini kedua mobil tersebut menggunakan kulit Dakota berwarna merah, dan ini adalah kulit asli bukan sintetis seperti beberapa kendaraan pesaing. Tampilan dasbor juga sama dengan BMW yang lain yaitu fokus kepada pengemudi. Sebagai fitur standar adalah layar 7″ untuk BMW Connected Drive.

Piano Black trim dengan garis merah memberi kesan mewah dan tongkat persneling baru Steptronic 8 speed juga memberi kesan futuristis dari BMW 116i. Tadinya saya kurang begitu suka dengan tampilan persneling yang baru namun setelah digunakan ternyata enak juga. Tidak berkesan kuno seperti yang selama ini

Ride and Handling  

Jadi bagaimana rasanya mengendarai si BMW 116i. Yang pasti pertama kali didapatkan kuncinya pertama yang ingin dilakukan adalah memasukkan kunci BMW ke dalam slot kunci, ternyata tidak ada slot kunci khusus namun ada semacam pegangan khusus didepan tongkat transmisi agar kunci tidak tercecer dimana-mana. Sistem start sekarang keyless go namun yang harus diwaspadai apakah dengan adanya keyless go tidak akan terganggu dengan adanya frekuensi radio yang banyak sehingga menganggu penangkapan sinyal. Itu masih harus diketahui.

Jadi start-up adalah sama dengan BMW pada umumnya, tidak ada hal yang berbeda. Mungkin hanya pengoperasian persneling yang agak kagok namun bisa cepat beradaptasi. Berat dari setir cukup, tidak terlalu berat dan tidak terlalu ringan. Cukup dan mempunyai feel yang tetap baik seperti BMW pada umumnya.

Pertama yang ingin saya coba adalah fitur Eco Pro Mode dimana bila kita masuk ke Eco Pro maka respons gas akan berkurang dan tenaga juga akan dikurangi demi efisiensi dan penghematan BBM. Setelah masuk ke mode Eco Pro saya coba beri gas yang dalam untuk melihat sejauh mana respons telah berkurang. Ternyata walau masuk ke mode Eco Pro, tenaga dari 116i ini masih termasuk baik. Masih bisa berakselerasi dengan cepat ( Mungkin kalau dilakukan tes lebih lama dapat diketahui sejauh mana penghematan BBM kalau pakai mode Eco Pro. Salah satu fitur tambahan pada BMW 116i (dan akan juga dipasang pada semua BMW terbaru di Indonesia) adalah penggunan dari sistem Start-Stop. Sistem ini akan mematikan mesin kendaraan pada saat kita berhenti macet dan menginjak rem. Mesin akan otomatis mati namun AC / Wiper dan lampu akan tetap hidup. Kebetulan sistem ini sudah pernah saya coba pada Fiat Punto Evo sewaktu di Belanda dan memang bekerja dengan baik di Eropa tapi bagaimana dengan neraka macet di Jakarta? Apa tidak akan membuat frustrasi?

Kebetulan saya diberi informasi bahwa pada BMW 116i fitur start stop dapat dimatikan secara manual namun kalau masih hidup dia juga ada fitur pengaman dimana akan mengukur tempratur dari udara luar, tempratur mesin dan transmisi dan dia tidak akan mati bila mencapai suhu tertentu. Jadi at least masih ada safety feature seperti ini.

Bagaimana dengan tarikan dari mesin 1600cc Twin Power Turbo (138 Hp dan 220Nm) ? Ternyata tenaga memang dahsyat. Tidak spontan seperti VW Golf TSI (168 Hp dan 260Nm)  namun bila sudah bergerak cukup besar tenaganya bila kita mau menyalip. Sensasi tendangan turbo juga lumayan terasa pada 116i ini dan dukungan transmisi 8 speed sangat membantu dalam penyaluran tenaga.

Seri-1 ini seperti BMW yang lain juga terasa sangat stabil pada saat memasuki tikungan atau trek lurus. Kebetulan hal ini masih dapat dicoba pada jalur HR Rasuna Said, bantingan termasuk keras namun tidak sampai mengocok perut. Keras dalam artian sangat stabil namun masih cukup nyaman untuk dikendarai. Namun yang sedikit menganggu adalah bunyi bagasi belakang yang berbunyi bila kena   speedbumps (benjolan2 di jalan yang membuat orang bangun). Sepertinya tonneau (tutup bagasi) membuat sedikit ribut. Kalau ada padding karet mungkin bisa menghilang bunyinya.

Namun selebihnya it’s an OK car.

Safety features? Yang pasti semua sudah ada didalam mobil ini dan sepertinya percuma juga untuk dibahas lagi.

So kesimpulannya? Kalau punya uang 580 jutaan dan sudah bosan melihat begitu banyak sedan dijalan, ingin mencoba sensasi hatchback kencang namun irit dengan fitur yang sangat lengkap. Silahkan melirik si BMW 116i ini. Dan yang pasti it looks way better daripada B-class dari MB. Walau lebih mahal dari VW Golf namun si baling-baling biru mempunyai prestise yang lebih tinggi. BTW  BMW masih tetap mempunyai Service Inclusive selama 5 tahun jadi secara harfiah cukup isi bensin saja dan jalan selama 5 tahun.

Teman gw sampai keringetan bawa 1 series saking bertenaganya hahahhahaha…..(thanks to om Baso – Aerio Indonesia Club)

Spesifikasi

Fuel consumption
Urban in l/100 km 7.1 – 7.2 [7.2 – 7.4]
Extra-urban in l/100 km 4.6 – 4.8 [4.7 – 4.8]
Combined in l/100 km 5.5 – 5.7 [5.6 – 5.8]
CO2 emissions in g/km 129 – 132 [131 – 134]
Tank capacity, approx. in l 52
Performance
Top speed in km/h 210 [210]
Acceleration 0–100 km/h in s 8.5 [9.1]
Acceleration 80–120 km/h in 4th/5th gear in s 8.6 / 10.6 [ ./. ]
Weight
Unladen weight EU in kg 1,365 [1,385]
Max. permissible weight in kg 1,820 [1,840]
Permitted load in kg 530
Permitted axle load front/rear in kg 865 / 1,040
Engine
Cylinders/valves 4 / 4
Capacity in ccm 1,598
Stroke/bore in mm 85.8 / 77.0
Max. output in kW (hp) at 1/min 100 (136) / 4,400
Max. torque in Nm at 1/min 220 / 1,350 – 4,300
Compression ratio : 1 10.5
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s