Proton Exora Bold Turbo Test Drive, impresi pertama kita (diterjemahkan dari Paultan.org)

Ini adalah model paling panas dan paling banyak dibicarakan. Dan ini adalah penerima pertama dari mesin turbo Proton yaitu Campro Charged Fuel Efficiency (CFE).  Ini adalah facelift pertama Exora, yaitu  Exora Bold.

Setelah penampakan tak terhitung baik dikamuflase maupun tidak , Proton akhirnya meluncurkan secara resmi  Exora Bold serta tipe tertinggi Exora Prime. Dengan tampilan yang sangat agresif dan mesin yang baru yang kelihatan sangat mengesankan diatas kertas, Exora berusaha menjadi MPV terbaik dibawah RM 100.000 (Rp 280.000.000,-)

Dan kami (red- baca paultan.org) telah mengemudikannya

Sedikit pencerahan betapa barunya MPV ini.  Exora Bold sekarang mempunyai muka yang baru yang kelihatan lebih agresif karena adanya “taring” pada bemper bagian bawah. Lampu utama juga telah digelapkan dan lampu belakang sekarang tinted.

Ada bodykit yang tidak terlalu kentara serta bemper belakang dengan model diffuser (berwarna hitam) dan velg 16 inch. Ini memberi tampilan yang lebih sportif serta desain double spoke membuatnya lebih bagus daripada yang lama.  Saya suka dengan warna baru Elegant Brown.  Dan kelihatannya warna tersebut membuat mobil besar ini kelihatan lebih  “ganteng” dan berkesan premium mengingat harganya yang kompetitif.

Secara perlengkapan,   Premium CVT sangat lengkap. AdaTwo-tone leather seats dengan panel pintu yang sesuai, leather-wrapped steering, fog lamps, electric foldable wing mirrors, cruise control dan reverse camera dengan rear view mirror LCD sebagai standar.  Consol tengah masih memakai Clarion head unit dengan Bluetooth dan AUX, serta dibungkus dengan trim berwarna “liquid silver”.  Trim kayu diberikan kepada six-seater Prime.

Seperti biasa pada Exora, ada DVD player diatap (dan dapat membaca USB serta SD cards) dengan LCD screen yang dapat flip out serta ventilasi AC untuk setiap baris di atap. Kecepatan A/C untuk bagian belakang dapat diatur secara tersendiri

Highlight utama tentulah mesin CFE  yang merupakan pengembangan terkini dari mesin Campro Proton.  Mengikuti trend downsizing seperti brand lain dengan menambah turbo pada mesin berkapasitas kecil maka tenaga yang dikeluarkan adalah  CFE 138 hp dan torsi 205 Nm, angka-angka yang sangat impresif dan mendekati tenaga mesin 2.0L Namun CFE tidak memulai sebagai Campro CPS tapi dikerjakan dari mesin Campro yang pertama.

Disamping turbocharger yang low pressure (0.75 bar), sekarang digunakan intake VVT (ini adalah hal pertama pada mesin  Campro, dan tidak boleh disalah artikan dengan CPS yang merupakan valve lift system) serta “torque-based” 32-bit ECU yang unik terhadap mesin CFE. Pada keseluruhan, para engineer mengatakan bahwa  70% dari komponen mesin adalah baru dan khas bagi CFE. Pada lembaran spesifikasi anda dapat melihat bahwa langkah lebih pendek dan kompresi juga lebih rendah (8.9 dan bukan 10). Mohon lihat diagram untuk mengetahui perubahan yang lain


Dikombinasikan dengan transmisi continuously variable transmission(CVT) dari Punch , 0-100 km/h dapat dilakukan dalam 11.3 seconds, dan bukan 13,3 detik seperti semula. Kami sekarang mempunyai hard copy dari brosur dan disitu tercantum waktu yang lebih cepat. Kecepatan tertinggi tertulis adalah 185 km/h dan konsumsi bahan bakar pada kecepatan konstan 90 km/h adalah 7.8 litres per 100 km.

CVT unit yang digunakan disini tidak sama dengan yang dipasang pada Saga FLX. Transmisi yang ini  (internal code CVT3) mempunyai rating torsi yang lebih tinggi (220 Nm dari sebelumnya 186 Nm) serta oil cooler juga lebih kuat (12.5 kW dari sebelumnya 10 kW) untuk menghadapi beban yang lebih tinggi. Proton juga hanya akan menggunakan oli CVT asli (ExxonMobil EZL799) untuk memaksimalkan reliabilitas.


CFE Turbo tidak menggunakan sistem CPS namun mempunyai intake VVT. 

Kombinasi CFE + CVT merubah pengalaman memakai Exora.  MPV pertama Proton sudah mempunyai pengendaraan yang baik dan memberi rasa pengendalian dan handling yang lebih maju kepada sektor MPV terjangkau.  Exora juga sangat ramah terhadap keluarga dimana dia lebih lega dibanding pesaing pada harga yang sama dan mempunyai perlengkapan yang lebih banyak dibanding uang yang harus dikeluarkan.   Namu satu hal yang sepatutnya diperbaik pada versi awal adalah mesin Campro CPS .

Mesin 1.6-litre CPS adalah jenis mesin yang harus  “disiksa” untuk mendapatkan performa yang terbaik , dan hidup pada rpm tinggi. Ini bukan hal yang buruk dan ada kenikmatan tersendiri bisa mengeluarkan performanya, namun  MPV bukanlah jenis kendaraan terbaik untuk melakukan hal seperti ini.  Kekurangan dari torsi pada putaran rendah yang memberi kesan Exora “underpowered.”


110 km/h dilakukan pada putaran rendah 2,400 rpm; 

Masuk sekarang ke mesin turbo CFE. Dengan torsi maksimal 205 Nm yang keluar pada  2,000 rpm dan tetap bertahan sampai 4,000 rpm, perasaan lelet sudah hilang selamanya . Dikombinasikan dengan putaran mesin yang lebih langsung karena penggunaan CVT, Bold sekarang bisa bergerak cepat dan respon juga sangat baik.  CFE mungkin tidak sehalus mesin 1.6L Prince yang ada pada Peugeots dan MINI, namun dia juga tidak terlalu kasar, masih cukup baik

Biasanya penggunaan CVT akan ada kebiasaan yang berbeda,  kalau terburu-buru akan ada banyak terdengar putaran mesin yang meninggi dari mesin. Namun sekarang ada tombol Stepped Automatic Transmission (SAT) yang dapat mensimullasikan pergantian gigi seperti transmisi otomatis enam speed. Tekan itu dan anda akan merasakan putaran mesin menurun untuk “gigi” berikutnya, namun pergantian gigi sangat datar dan pelan.


Dengan SAT diaktifkan  CVT akan mencoba mensimulasikan transmisi konvensional

Kami pertama kali menemukan simulasi AT pada CVT di Toyota Corolla Altis facelift, dan sepertinya transmisi Toyota lebih meyakinkan.  Namun selebihnya Punch CVT bekerja cukup baik.  Secara pribadi saya bukanlah penggemar dari CVT namun bila Proton memilihnya untuk efisiensi saya tidak bisa berargumen.

Ada juga fungsi yang lain yang telah mengecoh para jurnalis, yaitu fungsi “L”.  Menekan tongkat transmisi dari D ke L adalah seperti mengaktifkan mode “Sport”, dimana putaran mesin naik sekitar 1,000 rpm pada bukaan gas yang sama , sehingga memberi suatu perasaan yang lebih cepat dengan sedikit lebih banyak suara.

Secara pengendalian, Exora tetap berjalan sangat baik walau dengan peningkatan ukuran velg menjadi 16 inches.  Ada suatu kestabilan pada kecepatan tinggi di jalan tol dan bantingan suspensi yang baik pada jalan tipe B yang kurang baik yang merupakan jalur paling banyak dari Tanjung Jara ke Pantai Timur.  Tidak seperti pesaing yang lain tidak ada perasaan mantul-mantul pada bagian belakang dan bahkan lubang besar dapat dilalui dengan bantingan suspensi yang tidak menyiksa.

Presisi setir dan perasaannya sedikit kurang dibanding dengan standar Proton namun masih dapat diterima oleh sebuah MPV. Mungkin pengendalian dapat lebih baik bila mengganti ban standar GT Radial Champiro BAX2 yang terpasang pada test car.

Dari kursi pengemudi, pandangan keluar luar biasa, itu juga karena luas kaca yang sangat besar (penumpang juga dapat menikmatinya) serta kamera mundur yang baru dengan rear view camera display yang sangat berguna. Saya juga menyukai perasaan memegang setir yang besar dengan dibungkus kulit serta armrest individual pada kursi depan.

 

Sebagai penumpang tengah , saya sangat berterima kasih dengan ventilasi tersendiri  (kecepatan angin pada bagian belakang dapat diatur secara independen ) dan kemampuan untuk melihat film , namun saya merasakan kursinya sepertinya terlalu datar.

Dengan penambahan mesin turbo dan begitu lengkapnya perlengkapan maka sangat mudah untuk kita lupakan bahwa Exora Bold bukan pesaing dari Mazda 5, Honda Stream, Peugeot 5008 dst, namun  MPV RM80k (Rp 225.000.000) yang akan bertarung melawan mobil seperti Toyota All New Avanza dan Nissan Grand Livina. Proton Exora Bold adalah kendaraan yang lebih maju dan diproduksi dengan baik dibanding keduanya  – mempunyai handling dan bantingan yang lebih baik , lebih bertenaga, lebih luas dan lebih lengkap. Bila brand asing bukan merupakan kepentingan utama ini adalah MPV terbaik yang dapat dibeli saat ini di Malaysia (dan menyusul di Indonesia)

sumber: Paultan.org

Toyota Etios Liva sudah mulai dites di Indonesia

Melihat Autobild Edisi 226 yang baru beredar (21 Desember 2011 – 3 Januari 2012). Ada gambar spyshot dari Toyota Etios Liva dengan kamuflase penuh.

Toyota Etios didesign khusus untuk pasar India dengan tujuan menciptakan sedan yang murah meriah. Tapi jujur sih. Pasti akan laku di Indonesia terutama konsumen hanya tahunya brand Toyota. Tapi kalau melihat dengan seksama. Tampilannya seperti Starlet Kapsul tahun 90-an, wiper cuma ada satu biji untuk mengurangi kost.

Secara tampilan interior juga kelihatan murahan, entah kenapa Toyota belakangan ini sangat senang dengan plastik. Cocoknya sih dijadiin ember aja tuh dasbor. Mulai dari the All New Innova dan All New Avanza semua kelihatan benar plastiknya. Kalau di Eropa tentu akan dibuang jauh tuh mobil.

Kalau kita mau lihat full review dari test drive Etios bisa dilihat di http://www.team-bhp.com/forum/official-new-car-reviews/93914-toyota-etios-test-drive-review.html

Dan kesimpulan mereka mengenai mobil ini adalah:

What you’ll like:

• A practical family sedan. Realistic pricing too (Sedan praktis dengan harga yang masuk akal – nggak yakin apa TAM bikin harga yang makes sense)
• Spacious interiors can easily carry 5 adults (Interior yang luas dan mudah membawa 5 orang dewasa)
• Stunning in-city driveability. Torquey engine & nice gearshift (Pengendaraan didalam kota yang luar biasa dan mesin yang bertenaga serta pergantian gigi yang baik)
• Well-tuned suspension. Safe handling and flat ride (Suspensi yang baik settingannya)
• Cavernous 595L boot swallows holiday luggage (Bagasi yang besar)
• Toyota’s excellent after-sales service (After Sales Service yang luar biasa dari Toyota)

What you won’t:

• Dated, plain-vanilla styling. Lacks contemporariness (Tampilan kuno, biasa dan tidak membuat semangat)
• Missing equipment (climate control, height adjustable seat, electric ORVMs etc.) – ( banyak kekurangan peralatan seperti AC, pengaturan ketinggian jok dsb)
• Economy-grade interior quality & unconventional dashboard (Kualitas interior yang rendah dan dasbor tidak konvensional)
• Cost-cutting glaringly evident in many areas  (Dan kelihatan betul cost cutting)
• Buzzy engine over 4,500 rpm. Doesn’t like the redline (Mesin yang ramai kalau melewati 4500rpm dan tidak suka redline).

Jadi apakah masih mau membeli mobil baru namun kualitas yang sangat kurang atau mobil bekas dengan kualitas yang lebih baik (memang sih harus dirawat)….kalau saya lebih baik cari Bimmer e36 second or e46 sekalian deh.

Update, saya sudah mendapatkan Audi A4 B6 tahun 2004 and just love it. 

Spyshots: Interior Proton P3-21A kelihatan sedikit lebih jelas

EXT4

Dari Paultan.org ternyata sudah ada tambahan gambar-gambar detail dari sedan Proton baru yaitu P3-21A yang akan menjadi Global Car bagi Proton.

INTERIOR

Kalau kita melihat tampilan dasbor cukup baik dan menarik adalah MID yang ada di tengah cluster dasbor serta adanya tombol start stop. Setir sepertinya masih diambil dari Exora dan cluster bagian tengah kita lihat melengkung dengan rapih.

Kalau ini jadi dipasarkan di Indonesia jadi penasaran seperti apa penerimaan pasar.

EXT1

EXT2

Indonesia akan menjadi pasar otomotif no.1 di ASEAN

Thailand akan kehilangan posis mereka sebagai pasar paling utama di ASEAN pada tahun ini, terutama karena banjir pada beberapa bulan terakhir ini. Walau angka penjualan belum masuk secara keseluruhan namun akan lebih kurang daripada total penjualan di Indonesia pada tahun 2011.

Sampai bulan September Thailand masih mempunyai penjualan yang tinggi namun volume penjualan jatuh setengahnya pada bulan Oktober dibanding bulan sebelumnya dan semakin menurun pada bulan November. Laporan memperkirakan bahwa total penjualan tahunan akan kurang 800.000 unit dari total yang dikirim pada 2010.

Sementara itu penjualan mobil baru pada sebelas bulan pertama ditahun ini  di Indonesia meningkat sejauh 17%, sampai 813,856 units, sebuah angka yang melewati rekor sebelumnya yaitu 760,000 dari tahun 2010. Dan seterusnya total penjualan keselurhan akan menjadi 870,000 units.

Dan ini akan terus bertahan, pada awal bulan, menteri perindustrian memproyeksikan penjualan dan produksi akan melebihi satu juta unit pada tahun 2013. Dan untuk mengantisipasi hal ini produsen Jepang yang mempunyai sekitar 90% market share di Indonesia akan meningkatkan kapasitas produksi mereka dan menambah investasi ke supplier.

Indonesia berharap menjadi rumah bagi pabrik Jepang dengan mempromosikan negaranya sebagai alternatif dari Thailand, Menteri Perdagangan Gita Wirjawan mengatakan bahwa pemerintah telah menghubungi beberapa perusahaan Jepang dan mengatakan kepada mereka bahwa kita menerima dengan tangan terbuka investasi mereka. .

Namun tidak hanya Jepang yang agresif bahkan  General Motors telah memutuskan untuk investasi US$150juta untuk membangun pabrik baru dan BMW baru memulai CKD salah satu sedan mewah mereka  Laporan bahkan mengatakan walau ada krisis utang di Eropa namun tingkat konsumsi di Indonesia masih tinggi pada tahun yang akan datang dibantu dengan pemotongan bunga.

Spyshots: Suzuki Ertiga…MPV terbaru dari Suzuki?

Kita tahu bahwa persaingan di kelas MPV 7 seater sedang panas-panasnya dan pasar terbesar di Indonesia adalah MPV 7 seater dengan harga dibawah 200juta rupiah. Kita sudah melihat sepak terjang dari si All New Xenia dan All New Avanza yang hanya dalam waktu singkat sudah terjual ribuan unit dan bahkan sampai inden (aneh2 aja kaleng begitu pake inden)

Suzuki yang selama ini adem ayem ternyata juga berusah memasuki kawasan MPV 7 seater.  Bukan people carrier seperti APV tapi true MPV. Dan sebenarnya kita sudah melihat konsepnya pada IIMS 2010 dalam rupa Suzuki RIII.

Di dunia maya bahkan sudah bukaan inden mengenai Suzuki Ertiga ini padahal di negara asalnya India dia baru akan launch pada bulan Januari 2012. Kebetulan setelah melakukan banyak browsing ditemukan beberapa spyshots dari Suzuki Ertiga. So apakah menurut anda Suzuki Ertiga ini juga akan sukses di Indonesia atau malah jeblog? Spesifikasi belum diketahui namun ada kemungkinan akan menggunakan mesin baru K14 atau tetap mesin lama M15A yang sudah dikenal pada Suzuki Aerio, Swift, SX4.

Tampilan depan seperti potongan Swift

Name:  MarutiR3frontend.jpg<br /><br />
Views: 1713<br /><br />
Size:  54.7 KB

Tarikan dari samping seperti Swift dipanjangkan

Dari belakang seperti SX4

Interior…..hmmmmm

 

Video:Proton P3-21A lebih detail

Berikut ditemukan video berdurasi 4 menit dari sedan Proton baru dengan kode P3-21A yang ditangkap di jalan tol di Malaysia. Rencana akan diluncurkan pada bulan Mei 2012 di Malaysia dan mungkin bersama dengan IIMS di Indonesia.

Dengar-dengar mesin yang digunakan adalah sama dengan Exora Bold yaitu Campro CFE. Detail lebih lengkap akan menyusul namun kalau melihat tampilannya cukup menarik. Sepintas mirip New City dan punya ukuran hampir sama dengan Volvo S60. Moga-moga bisa kita lihat segera di Indonesia bersama Proton Edar Indonesia

SONY DSC

SONY DSC