Test Drive: Sehari bersama BMW 325i M-Edition

Mohon maaf kalau sudah sedikit lama nggak update blog ini karena kesibukan kerja yang luar biasa. Namun tentu saya harus juga berterima kasih yang sebesarnya kepada pihak BMW Indonesia yang telah memberikan pengalaman tidak terlupakan dengan meminjamkan BMW 325i M-edition sehari penuh. Yang pasti pertanyaannya bagaimana rasanya mengendarai kendaraan seharga Rp 689.000.000,- off the road? Yang pasti maknyuuusssss…

BMW paling terkenal dengan mesin inline 6 dan 325i ini yang merupakan penyempurnaan dari versi E90 sebelumnya. E90  sekarang lebih dikenal dengan E90 LCI dimana merupakan penyempurnaan dibanding pendahulunya dan mempunyai settingan Noise, Vibration and Harshness yang lebih baik. Lebih senyap, nyaman dan bertenaga.  Sebetulnya saya dulu merupakan sales executive di salah satu cabang BMW pada tahun 2002-2003 dan saat itu 325 yang keluar adalah versi E46 facelift. Di saat itu positioning 3 series adalah sebagai entry level for young executives namun saya sendiri kurang begitu suka dengan seri-3 karena merasa kecil dan bukan seperti seri-5 yang gagah. Namun setelah mencoba 325i E46 berangsur anggapan mengenai seri 3 menurun. Pada tahun 2003 sempat dikeluarkan BMW 330i E46 M-Sport yang merupakan limited edition dan yang pasti harus dikatakan. Mobil itu memang enak kalau jalan kencang namun kalau pelan di dalam kota serasa naik gerobak. Suspensi M-technik sangat keras dan penggunaan velg 17 inch juga tidak membantu walau engine 3000cc inline 6 yang mengeluarkan tenaga 231 HP sangat sensasional tapi dia tidak bisa dinikmati for day to day drive.

Jadi apakah 325i M-edition yang sekarang berbeda nggak dengan 330i yang terdahulu?

Exterior

BMW 325i LCI mengalami facelift pada sisi lampu depan yang lebih clear dan ada LED signals, kidney grille yang berbeda dan lampu belakang yang menggunakan LED, dan spion yang lebih besar. Bodykit yang tersemat pada 325i juga kelihatan cocok memberikan penampilan yang sporty namun masih elegan. Yang pasti this 3 series looks sexy. Apalagi dengan warna putih. Velg yang tersemat adalah 18 inch dari M-Technik style 193M dengan warna Ferrit Grey dan lebar belang yaitu 225/40/R18 depan dan 255/35 / R18 belakang. Hal ini memberikan tampilan yang berotot pada M-edition. Penggunaan lis high gloss hitam dengan nama Shadow Line pada BMW juga memberikan tampilan yang lebih sporty.

Interior

Interior dari BMW 325i M-edition juga sangat berbeda dibanding dengan yang terdahulu, yang pasti sekarang dengan kulit dakota black dengan stitching biru serta setir M-technik dan bucket seat yang nyaman. Yang pasti anda tidak ingin keluar dari kendaraan ini. Orang pasti akan betah duduk lama didalam kendaraan dan mendapatkan salah satu best interior akan membuat anda hilang dari kepenatan kerja dan stressnya jalan di Jakarta.

6 way electric seats dengan 3 memory function, tilt dan telescopic steering serta adanya fasilitas Connected Drive makin memberi kenikmatan didalam kendaraan ini. Yang pasti membawa kendaraan ini for daily drives is recommended apalagi kalau mau dibawa on weekends or trackdays. Terutama dengan adanya sunroof sebagai standard maka makin meningkatkan perasaan berbeda dalam berkendara.  Sound System dari M-edition juga sangat sempurna yaitu menggunakan Harman/Kardon Surround System dengan 13 Speaker dan Ampli Power sebesar 430W. suara bass  yang sangat dalam pada saat memainkan beberapa lagu yang upbeat yang tersimpan didalam Hard Drive sebesar 12GB. So this is definetely an Ipod on wheels, dan yang pasti khusus pengguna Ipod dan Ipad masih bisa connect ke kendaraannya untuk memainkan playlist favoritnya.

Sistem Connected Drive atau dulu juga dikenal I-drive sudah sangat berbeda dan lebih mudah untuk digunakan. Bahkan ada feature diagnosis kendaraan dimana kita dapat melihat kapan harus servis, kapan ganti oli, tekanan angin cukup atau tidak.

Ride and Handling

Hal yang paling penting dari sebuah BMW adalah bagaimana rasanya? Yang pasti sangat stabil, sedikit keras suspensinya bagi yang tidak terbiasa dengan kendaraan Eropa yang mempunyai yang bantingan yang berat dan terasa sangat tertanam diatas aspal. Namun yang harus diacungin jempol adalah walaupun menggunakan velg belang 18 inch namun bantingan di Jakarta masih nyaman dan tidak berbeda jauh dengan suspensi biasa. Memang bagi yang terbiasa bawa  Jepun akan bilang keras tapi menurut saya sudah merupakan kompromi terbaik antara kenyamanan dan performa. Yang pasti M-edition ini tidak sekeras 330i E46 M-edition. Padahal 330i E46 dulu menggunakan velg 17 inch berbeda dengan yang sekarang yang justru 18 inch.  Kendaraan ini benar-benar masih enak bisa dibawa harian.  Tidak perlu menunggu jalanan kosong, walaupun ditengah kemacetan masih enak untuk dibawa. Walau maunya sih cari jalan kosong dan mainkan gasnya.  Pergerakan kemudi juga memang berat namun hal ini masih bisa ditolerir, saya sendiri memang lebih prefer membawa setir yang masih ada sedikit berat agar yakin bahwa memang ini kendaraan yang stabil dan mantap. Mungkin ini juga berbeda bagi yang terbiasa dengan kendaraan non-Eropa.  Akselerasi kendaraan ini juga sangat “addictive” atau membuat ketagihan. Bayangkan 0-100 hanya 7,7 detik dengan top speed 242 km/h. Yang pasti waktu saya mengendarai ini sepanjang Casablanca ke kantor ternyata hanya membutuhkan 45 menit utk tiba dikantor dengan kondisi jalan seperti biasa macet dan dibanding dengan kendaraan yang normal yang membutuhkan 1 jam lebih utk mencapai menara Jamsostek. Disini kelihatan bahwa power juga dapat menentukan waktu tempuh didalam kota yang “indah” ini.

Engine

Seperti BMW pada umumnya dia memakai mesin inline 6 yang terkenal dengan kehalusan dan suara yang merdu pada saat digeber dan yang sangat menarik adalah efisiensi penggunaan bahan bakar karena Efficient Dynamics. Untuk mesin 6 silinder ber-cc besar 325i ini masih termasuk cukup hemat. Power output juga lebih besar dibanding mesin yang lama dimana sekarang dia mengeluarkan tenaga 218 HP dan E46 hanya mengeluarkan 193 Hp. Konsumsi bahan bakar juga masih bisa mendapatkan 1:10.

Kesimpulan

Seperti tagline dari BMW yaitu JOY dimana kendaraan ini sangat menyenangkan untuk dibawa dan yang pasti akan menghilangkan stress setelah  bekerja satu hari penuh. It will bring a smile to your face. Dan yang pasti ini adalah versi terakhir dari E90 dengan mesin 6 silinder karena penggantinya adalah F30 dengan mesin Twin Turbo Power 4 silinder. Jadi bila anda masih ingin merasakan the true BMW maka sebaiknya ambillah 325i baik yang versi biasa atau yang M-Edition. Tapi saran saya sih lebih nambah 30 juta utk M-edition karena banyak bonus yang tidak terhitung dalam pricelist. Dan bagi yang sudah mempunyai E46 atau E90. Tidak ada salahnya upgrade ke E90 LCI ini karena dia merupakan penyempurnaan dan BMW terakhir dari garda sasis E. Dan ini adalah the ultimate 3 series untuk Indonesia. Jadi ada kemungkinan akan menjadi tipe langka dalam 10 tahun ke depan.

5 out of 5 stars definetely.

Advertisements

One thought on “Test Drive: Sehari bersama BMW 325i M-Edition

  1. Dear Ariefin, apa yang anda ceritakan sesuai dengan kenyataannya karena saya pengguna 3251 M Edition warna putih dan Km masih 19 ribu an. Ada keinginan pindah ke 320d new F30.
    Ada yang tertarik barter 🙂 ??

    Thanks and regards,
    Bambang

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s