Test Fiat Punto Evo 1.3 M/T

Walau sudah satu tahun yang lalu tapi mungkin menarik bagi yang tertarik dengan small hatchback Eropa bernama Fiat Punto Evo.

Fiat sendiri sudah lama tidak beredar di Indonesia dan kendaraan terakhir adalah Fiat Uno II yang mungkin sekarang dapat dihitung dengan jari jumlahnya.

Perjumpaan pertama saya dengan Fiat Punto Evo ini adalah pada bulan Mei 2010 di Hertz Rent A Car, Amsterdam Belanda.

Sebetulnya saya memesan Ford Fiesta terbaru namun mereka adanya hanya tipe ini. Kebetulan Punto Evo baru dilaunch di Eropa dan sebelumnya dia mempunyai tipe Grande Punto.

Setelah dikelilingi dengan seksama. Lama kelamaan makin menari modelnya. Terutama lampu belakang yang berupa tarikan LED panjang dan adanya Daytime Running Lights yang menyala.

 Dari segi ukuran termasuk cukup. Apalagi bila digunakan di jalanan padat seperti di Indonesia. Memang walau tidak semua orang akan menyukai bentuknya namun lama kelamaan kita akan terbiasa dengan tampilan yang sedikit berbeda.

Yang paling menarik setelah dilihat-lihat adalah kelengkapan dari sang Punto. Kebetulan saya dapat trim paling lengkap dimana dilengkapi dengan ESP (electronic stability program), velg 15″, setir bungkus kulit dengan audio control, cruise control, Blue & Me Audio yang memakai voice activated dan ada bluetooth juga. 6 airbags termasuk airbag lutut dsb. Jadi untuk kendaraan setara Jazz / Yaris tapi kelengkapan setara kendaraan Premium. Memang disinilah perbedaan kesadaran masyarakat akan pentingnya safety features dalam kendaraan. Selain itu ternyata ada tombol dengan tulisan City yang berupa tombol pengatur power steering yang akan membuat lebih enteng pada saat dalam kota atau bila ingin keluar kota cukup di non aktifkan. Serta adanya teknologi Start – Stop yang mematikan mesin bila keadaan macet atau berhenti.Walau saya kira teknologi ini akan sedikit mubazir di jakarta.

Design dasbor sangat baik dengan kualitas material yang sangat baik. Sangat berbeda dibanding Fiat-fiat terdahulu. Serta posisi duduk yang sangat nyaman karena adanya fasilitas naik turun kursi serta tilt dan teleskopik setir.
 Dasbor mempunyai MID yang sangat lengkap dan sampai ada peringatan bahwa jalanan licin karena suhu yang dingin.

Impresi berkendara

Impresi keseluruhan sebenarnya Fiat Punto Evo merupakan kendaraan yang menyenangkan untuk dikendarai.  Suspensi yang cukup nyaman dan khas bantingan kendaraan Eropa namun yang sedikit disayangkan adalah setir yang terlalu ringan dan harus sering meluruskan kendaraan kalau di tol sehingga meletihkan serta mesin yang kecil kurang cocok untuk jalan jarak jauh di Autobahn. (baru sadar kenapa orang Eropa menggunakan kendaraan besar)

Tapi sebagai day to day car saya kira Punto sangat baik. Dan malahan berpikir kapan Fiat bisa masuk Indonesia memberikan kita pilihan kendaraan yang berbeda daripada yang sudah beredar saat ini.

Advertisements

2 thoughts on “Test Fiat Punto Evo 1.3 M/T

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s