Konstanz kota diantara 3 negara

Sudah lama nggak update blog ini namun mungkin sekarang saatnya saya coba tambahkan sedikit mengenai Road Trip saya di Eropa.

Saya tiba di Konstanz pada malam hari dan seperti kota-kota di Eropa yang lain sudah sepi sejak jam 19.00. Memang berbeda dengan di Indonesia yang mungkin tetap ramai sampai 24 jam.

Konstanz sendiri merupakan kota Universitas dengan 80.000 penduduk terletak di bagian barat Bodensee dan berbatasan langsung dengan Swiss.

Konstanz is located in Germany 

Konstanz sendiri sangat penting di sejarah Jerman dan merupakan pusat keagamaan Nasrani pada masa itu. Catatan adanya penduduk mulai dari 50 SM dan uskup pertama yang bertinggal di Konstanz adalah pada tahun 585 M.

Banyak sekali hal menarik yang dapat dilihat di Konstanz terutama bangunan-bangunan tua dengan lukisan-lukisan di dinding yang merupakan ciri khas dari Kota Konstanz. Bahkan karena keunikan ini kota Konstanz masih terselamatkan dari pengeboman tentara Sekutu pada Perang Dunia ke-2

Tapi biar lah gambar yang jadi saksi keindahan kota Konstanz

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Advertisements

Test Fiat Punto Evo 1.3 M/T

Walau sudah satu tahun yang lalu tapi mungkin menarik bagi yang tertarik dengan small hatchback Eropa bernama Fiat Punto Evo.

Fiat sendiri sudah lama tidak beredar di Indonesia dan kendaraan terakhir adalah Fiat Uno II yang mungkin sekarang dapat dihitung dengan jari jumlahnya.

Perjumpaan pertama saya dengan Fiat Punto Evo ini adalah pada bulan Mei 2010 di Hertz Rent A Car, Amsterdam Belanda.

Sebetulnya saya memesan Ford Fiesta terbaru namun mereka adanya hanya tipe ini. Kebetulan Punto Evo baru dilaunch di Eropa dan sebelumnya dia mempunyai tipe Grande Punto.

Setelah dikelilingi dengan seksama. Lama kelamaan makin menari modelnya. Terutama lampu belakang yang berupa tarikan LED panjang dan adanya Daytime Running Lights yang menyala.

 Dari segi ukuran termasuk cukup. Apalagi bila digunakan di jalanan padat seperti di Indonesia. Memang walau tidak semua orang akan menyukai bentuknya namun lama kelamaan kita akan terbiasa dengan tampilan yang sedikit berbeda.

Yang paling menarik setelah dilihat-lihat adalah kelengkapan dari sang Punto. Kebetulan saya dapat trim paling lengkap dimana dilengkapi dengan ESP (electronic stability program), velg 15″, setir bungkus kulit dengan audio control, cruise control, Blue & Me Audio yang memakai voice activated dan ada bluetooth juga. 6 airbags termasuk airbag lutut dsb. Jadi untuk kendaraan setara Jazz / Yaris tapi kelengkapan setara kendaraan Premium. Memang disinilah perbedaan kesadaran masyarakat akan pentingnya safety features dalam kendaraan. Selain itu ternyata ada tombol dengan tulisan City yang berupa tombol pengatur power steering yang akan membuat lebih enteng pada saat dalam kota atau bila ingin keluar kota cukup di non aktifkan. Serta adanya teknologi Start – Stop yang mematikan mesin bila keadaan macet atau berhenti.Walau saya kira teknologi ini akan sedikit mubazir di jakarta.

Design dasbor sangat baik dengan kualitas material yang sangat baik. Sangat berbeda dibanding Fiat-fiat terdahulu. Serta posisi duduk yang sangat nyaman karena adanya fasilitas naik turun kursi serta tilt dan teleskopik setir.
 Dasbor mempunyai MID yang sangat lengkap dan sampai ada peringatan bahwa jalanan licin karena suhu yang dingin.

Impresi berkendara

Impresi keseluruhan sebenarnya Fiat Punto Evo merupakan kendaraan yang menyenangkan untuk dikendarai.  Suspensi yang cukup nyaman dan khas bantingan kendaraan Eropa namun yang sedikit disayangkan adalah setir yang terlalu ringan dan harus sering meluruskan kendaraan kalau di tol sehingga meletihkan serta mesin yang kecil kurang cocok untuk jalan jarak jauh di Autobahn. (baru sadar kenapa orang Eropa menggunakan kendaraan besar)

Tapi sebagai day to day car saya kira Punto sangat baik. Dan malahan berpikir kapan Fiat bisa masuk Indonesia memberikan kita pilihan kendaraan yang berbeda daripada yang sudah beredar saat ini.

Test Drive Hyundai Grand Avega A/T

Pada 22 September 2011 di Panahan Senayan. Car & Tuning Guide memberi kesempatan untuk test drive 6 kendaraan secara gratis yaitu

  1. Chevrolet Captiva 2.4 facelift
  2. Hyundai Grand Avega A/T
  3. Daihatsu Sirion A/T
  4. Honda Jazz S A/T
  5. Toyota Grand New Kijang Innova 2.0 G
  6. Peugeot 5008
Tujuan utama sebenarnya ingin coba Hyundai Grand Avega karena penasaran dengan desain yang sudah sangat berubah dibanding yang dulu. Dulu istilahnya seperti buaya sekarang malah jadi seperti angsa yang cantik….halah 
Dulu
Sekarang
First Impression 
Kesan pertama waktu lihat tidak seperti kendaraan yang murahan. Tarikan design yang sangat impresif berkat hadirnya Thomas Buerkle ex-designer BMW.  Dimana kelihatan banyak ciri2 dari BMW pada design Hyundai.  Pada Hyundai Grand Avega kita bisa lihat pada sisi belakang yang sepintas mirip dengan BMW 1 Series.
Design foglamp yang unik serta headlamp tipe wrap around yang menjadi trend masa kini. Ditambah dengan bentuk yang seolah jadi trademark Hyundai mulai dari new Sonata, Tucson, Grand Avega dan turun ke keluarga i10, 30, 40 dst
Yang sedikit disayangkan ukuran velg yang sangat kecil 14 inch. Mungkin kompensasi harga dan mencari kenyamanan.
Interior
 Design interior yang sangat segar ditambah dengan bahan dasbor yang cukup berkualitas. Walau tidak soft touch namun mempunyai kesan yang kokoh. Head unit menggunakan 2Din merek Clarion dan terintegrasi dengan steering control. Tata suara cukup baik untuk kendaraan standar. Yang disukai terutama adalah posisi duduk yang cukup baik. Padahal saya termasuk orang yang perlu sedikit kelebaran pada bagian pengemudi. Penempatan pedal juga cukup baik.
Akomodasi dan impresi berkendara 
Untuk sekelas harga 160-170 juta saya kira merupakan salah satu yang terbaik. Bantingan mirip dengan kendaraan Eropa yang terasa mantap dan tidak ada goncangan yang menganggu. Namun memang terasa ada sedikit ayunan berlebih. Sehingga ada baiknya rate per diperkeras atau ganti velg dengan 15 inch (yang pasti akan dilakukan sebagian besar pemilik di Indonesia :))
Pada saat pengendaraan berat setir juga sangat baik. Tidak terasa dia seperti karet atau bawa kapal yang besar. Masih termasuk cukup tajam walau tidak setajam Ford atau BMW tapi masih lebih baik daripada kendaraan Jepang lain.
Penggunaan  transmisi matic dengan teknologi Steptronic merupakan hal yang baru untuk kelas harga ini namun transmisinya  cukup responsif untuk menarik mesin 1400cc. Memang kurang galak tapi kalau untuk day to day use saya kira cukup baik.
Biasanya kendaraan dengan design progresif suka susah kita melihat sekeliling namun Hyundai Grand Avega cukup mengurangi adanya Blind Spot sehingga kita bisa lihat jalanan dengan leluasa.
Safety
Masih disayangkan Grand Avega tidak dilengkapi dengan adanya airbag ataupun ABS+EBD. Namun karakter konsumen Indonesia yang tidak terlalu mementingkan feature safety dan tidak adanya regulasi pemerintah yang mengatur hal ini membuat ATPM menjual kendaraan yang saya anggap kurang safe. Tapi kalau dilihat dari value for money dibanding kendaraan yang lain masih termasuk cukup baik.
Kesimpulan
Hyundai Grand Avega merupakan kendaraan dengan design yang segar dan pengendaraan yang jauh lebih menyenangkan dibanding kendaraan pendahulunya. Tapi jangan harap terlalu banyak karena ini adalah kendaraan yang nyaman digunakan untuk day to day use / pergi dari rumah ke kantor atau sekedar bermalam minggu ke tempat gaul.
Rating saya 3.5  dari 5 bintang